Berita

Milad Nasyiatul Aisyiyah: Khidmat Perempuan dalam Dakwah Kemanusiaan

Milad Nasyiatul Aisyiyah Diyah Puspitarini
Milad Nasyiatul Aisyiyah Diyah Puspitarini

Milad Nasyiatul Aisyiyah Diyah Puspitarini

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) Diyah Puspitarini menyampaikan bahwa pemilihan tema milad Nasyiatul ‘Aisyiyah (ke-93 dalam hitungan hijriyah dan ke-90 dalam hitungan masehi), yakni “Khidmat Perempuan dalam Dakwah Kemanusiaan”, mempunyai pesan dan sikap bahwa NA akan terus melakukan kerja dan aksi kemanusiaan.

Nasyiatul ‘Aisyiyah, kata Diyah, mempunyai lima asas gerakan, yakni asas keislaman, asas dakwah amar makruf nahi munkar, asas pemberdayaan kader, asas kemasyarakatan, dan asas ketinggian ilmu. Berdasar kelima asas gerakan tersebut, menurutnya, NA “akan menghasilkan spirit dakwah yang lebih manfaat dan bermartabat, tidak hanya terbatas pada pujian dan sanjungan, namun mengentaskan persoalan dasar kemanusiaan yang terjadi di lingkungan sekitar, di Indonesia atau masyarakat dunia internasional”.

Pernyataan tersebut disampaikan Diyah dalam kegiatan Puncak Milad Nasyiatul ‘Aisyiyah yang diselenggarakan secara virtual pada Sabtu (7/8). Dalam kesempatan tersebut, Diyah menyampaikan bahwa sejak berdiri pada 1931, NA mempunyai beragam kegiatan kemanusiaan, seperti di sektor pendidikan, dakwah, kemasyarakatan, ekonomi, dan perkaderan.

“Selama perjalanan Nasyiatul Aisyiyah banyak berkontribusi dan memberikan solusi atas persoalan yang terjadi pada zamannya. Tak terkecuali dalam kondisi pandemi seperti saat ini, di mana kehidupan berubah, mobilitas terbatas hingga setiap manusia yang memiliki fitrah sebagai makhluk sosial pun juga tidak bisa bebas berinteraksi dan berkomunikasi,” jelasnya.

Baca Juga: Tri Rismaharini Berharap Kader Nasyiatul Aisyiyah Memberi Kontribusi kepada Masyarakat

Lebih lanjut, Diyah menjelaskan bahwa tema milad NA tahun ini merupakan bentuk visualisasi simbol bertahan, simpati, solidaritas, dan sebuah upaya untuk tetap menjalankan roda gerak organisasi meski berada dalam situasi keterbatasan akibat pandemi.

Secara lebih rinci, oleh Diyah, tema tersebut dijabarkan menjadi enam poin. Pertama, kader NA tidak boleh hanya diam dan larut dalam ketakutan. Kader NA, menurutnya, harus melakukan upaya pencegahan dan ikhtiar perlindungan diri terhadap Covid-19. Kedua, kader NA diharapkan menunjukkan kepeduliannya terhadap keluarga dan lingkungan sekitar yang terdampak pandemi. Dalam konteks penguatan keluarga, Diyah menekankan bahwa gerakan yang perlu dimasifkan adalah Keluarga Muda Tangguh Nasyiatul Aisyiyah (KMTNA).

Ketiga, kader NA dituntut untuk memberikan kontribusi nyata di tengah situasi pandemi yang belum mereda, misalnya dengan menjadi relawan kemanusiaan. Keempat, kader NA harus selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi seputar Covid-19. Diyah mengingatkan, jangan sampai kader NA menjadi penyebar informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Kelima, NA mengajak pemerintah untuk bergandengan tangan dengan berbagai pihak dan  membuat kebijakan yang memihak kepentingan rakyat, terlebih dalam situasi pandemi saat ini. Secara khusus, Diyah juga meminta pemerintah untuk membuat kebijakan yang  mengutamakan kepentingan perempuan dan anak. Keenam, dalam pertambahan masa bakti sebelum pelaksanaan Muktamar Nasyiatul ‘Aisyiyah ini, Diyah mengajak kader NA “berkhidmat untuk dakwah kemanusiaan dan profesionalitas organisasi menuju internasionalisasi Nasiatul ‘Aisyiyah”. (sb)

Related posts
Tokoh

Andi Rasdiyanah, Rektor Perempuan Pertama Perguruan Tinggi Islam Negeri Itu adalah Kader Aisyiyah

Andi Rasdiyanah lahir di Bulukumba, Sulawesi Selatan pada 14 Februari 1935. Ia merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Ayahnya meninggal ketika ia…
Berita

PPNA Gelar Workshop Pengembangan Materi Kampanye Eco Bhinneka di Media Sosial

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Bertempat di Yogyakarta, Tim Eco Bhinneka Pimpinan Pusat Nasyiatul ‘Aisyiyah menggelar Workshop bertajuk “Pengembangan Materi Kampanye Eco Bhinneka…
Berita

Cerahkan Peradaban Bangsa, RSIJ Cempaka Putih dan Muhammadiyah-Aisyiyah Gelar Semiloknas

Jakarta, Suara ‘Aisyiyah – Muhammadiyah-‘Aisyiyah melalui Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah, MPKU PP Muhammadiyah, dan RSIJ Cempaka Putih mengadakan kegiatan Seminar dan Lokakarya…

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.