Berita

Minangkabau Marandang 10 Ton, Bunda Aisyiyah Sumbar Masak Rendang bagi Penyintas Gempa Cianjur

Minangkabau Marandang 10 Ton

Padang, Suara ‘AisyiyahPimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Sumatera Barat (Sumbar) memasak randang untuk korban gempa Cianjur, Jawa Barat. Kegiatan tersebut bertemakan “Minangkabau Marandang 10 Ton Untuk Cianjur”.

Kegiatan memasak randang bersama-sama tersebut diinisiasi oleh Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar di Kantor LKAAM Sumbar, Kawasan Masjid Raya Sumbar, Senin (5/12).

Terlihat beberapa bunda PWA Sumbar bersama Bundo Kanduang dan ibu-ibu lainnya bersiap-siap untuk memasak rendang. Semua peralatan juga tampak sudah dipersiapkan, seperti kuali, bahan-bahan masakan termasuk bumbu.

Ketua Majelis Tabligh PWA Sumbar, Yulintidar Syafi’i mengatakan, ikut sertanya PWA Sumbar dalam kegiatan marandang merupakan bentuk kepedulian terhadap musibah yang menimpa korban gempa di Cianjur. “Kita tergerak untuk membantu atas apa yang dialami korban gempa Cianjur. Kita ikut ambil bagian dalam marandang ini,” ujarnya.

Baca Juga: Muhammadiyah Berikan Layakan Kesehatan Maksimal untuk Penyintas Gempa Cianjur

Menurut Yulintidar, membantu sesama untuk meringankan beban korban gempa merupakan nilai-nilai yang dianut oleh ‘Aisyiyah. “Kita ‘Aisyiyah Sumbar selalu hadir dalam bentuk apapun, terutama apa yang menyangkut kemanusiaan,” kata dia menambahkan.

Ikut juga PWA Sumbar lainnya dalam kegiatan marandang bersama tersebut, seperti Rafidah Yuda, Yulsida, Irnawati, Jusni Tampe, dan Emi Susanto. Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar mengatakan, pihaknya menyiapkan sepuluh tungku dalam memasak randang kali ini.

Kata dia, rendang ini dimasak pada pagi hari agar saat siang hari sudah ada yang masak. “Rendang yang sudah dikemas juga ada sebanyak 1,9 ton yang akan dikirim untuk korban gempa pada Rabu (7/12),” katanya.

Ia menjelaskan, memasak pada hari ini untuk simbolis saja, sedangkan ada lokasi memasak rendang untuk korban gempa di tempat lainnya. “Karena ada mencapai beberapa ton daging yang dimasak. Setelah masak akan dikemas dan dikirim langsung ke Cianjur,” terang Fauzi.

Fauzi mengatakan, memilih makanan rendang siap saji adalah agar dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Ia berharap dalam kegiatan ini dapat membuat masyarakat Minangkabau menjadi semakin kompak saling membantu.

“Selain itu, kalau dimasak sendiri ini lebih bagus hasilnya, lebih banyak hasilnya, dan lebih higienis,” pungkasnya.

Sekretaris Majelis Tabligh PWA Sumbar, Mulyati Jabir menambahkan, kegiatan ini merupakan bakti pada negeri dan bermanfaat untuk sebanyak-banyaknya umat. Ia berharap agar kegiatan ini dapat meringankan beban penyintas gempa Cianjur. (kang rie/sb)

Related posts
Berita

Targetkan Bangun 1000 Hundar dan Siapkan Huntara, Muhammadiyah Dapat Dukungan PT Transjakarta dan Kemendikbud

Cianjur, Suara ‘Aisyiyah – Hunian darurat (hundar) yang dibangun oleh Muhammadiyah untuk para penyintas gempa Cianjur per tanggal 23 Desember 2022 sudah…
Berita

Relawan Muhammadiyah Berikan Pendampingan Psikososial Penyintas Gempa Cianjur

Cianjur, Suara ‘Aisyiyah – Dalam respons tanggap darurat gempa Cianjur, Muhammadiyah melaksanakan pendampingan psikososial terhadap warga penyintas. Kegiatan itu dilaksanakan oleh para…
Berita

Berikan Layanan Komprehensif, Penyintas Gempa Cianjur Ucapkan Terima Kasih kepada Muhammadiyah

Cianjur, Suara ‘Aisyiyah – Warga terdampak gempa Cianjur mengaku mendapat manfaat atas keberadaan relawan Muhammadiyah. Pernyataan itu disampaikan oleh Gun-Gun, Ketua RT…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *