Berita

Muhadjir Effendy Hadiri Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah Muntilan, 5000 Jamaah Padati Arena

Silaturahmi Muhammadiyah Muntilan

Magelang, Suara ‘AisyiyahSilaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah (SKBM) Cabang Muntilan yang digelar di Kompleks Gedung Darul Arqam Muntilan, Ahad (31/7) dihadiri jamaah yang membludak. Kerinduan yang membuncah menggugah semangat lebih dari 5000 jamaah untuk hadir dari segenap penjuru Kabupaten Magelang dalam rangka bersilaturahmi, menyimak pengajian, dan berbelanja di arena bazar berbagai produk dari UMKM maupun Amal Usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Acara yang sempat diundur karena menyesuaikan jadwal dari Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy ini juga dihadiri secara langsung oleh Bupati Magelang, Zainal Arifin. Dalam sambutannya, Bupati Magelang mengajak hadirin untuk menjaga kualitas udara karena virus yang muncul baru-baru ini menular melalui udara.

Zainal juga mengapresiasi kehadiran Menko PMK atas ditanamnya 1000 pohon di Kabupaten Magelang. “Kehadiran beliau insyaAllah akan memberikan manfaat dan barokah bagi kita semua, warga Kabupaten Magelang,” pungkasnya disambut tepuk tangan dari seluruh hadirin.

Baca Juga: Peran Muhammadiyah dalam Sejarah Kepahlawanan

Sementara itu, Menko PMK yang hadir bersama para deputi di lingkungan kementeriannya meresmikan Gedung Terpadu Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muntilan serta tiga amal usaha di wilayah Kecamatan Muntilan, yakni Pondok Pesantren Darul Mujahidin Muhammadiyah, SMK Muhammadiyah 1 Muntilan, dan SMK Muhammadiyah 2 Muntilan. Peresmian tersebut ditandai dengan pemotongan pita di pintu masuk kantor PCM serta penandatanganan 4 prasasti disaksikan oleh para pejabat dan petinggi Muhammadiyah yang hadir.

Bertindak sebagai penceramah inti dalam perhelatan akbar tersebut, Muhadjir menguraikan secara rinci peran manusia sebagai khalifah di bumi. Ditanamnya 1000 pohon yang diinisiasinya bukan sekadar menanam setelah itu selesai. Akan tetapi ada pesan luhur yang terbersit di sana, yakni memelihara agar tidak terjadi kerusakan di muka bumi sebagaimana dikhawatirkan oleh malaikat sebelum diutusnya manusia.

“Manusia diciptakan untuk memelihara. Menanam itu berarti khalifah fil ardl, sedangkan menebang itu fasadun fil ardl. Mau pilih mana memelihara atau merusak?” tegasnya.

Acara ini diakhiri dengan pelepasan balon tanda warga Muntilan siap mensukseskan Muktamar Ke-48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang akan digelar di Surakarta 18-20 November 2022 mendatang. Lantunan lagu “Derap Berkemajuan” sebagai lagu resmi Muktamar pun mewarnai arena SKBM seiring usainya acara. (Azizah Herawati/sb)

Related posts
Berita

Tabligh Akbar Jumat Kliwon PCM Bumiayu Dimeriahkan dengan Paduan Suara dan Hadroh

Brebes, Suara ‘Aisyiyah – Ibu-ibu muda Nasyi’atul ‘Aisyiyah (NA) dan Group Hadroh ‘Aisyiyah Ranting Langkap ikut menyemarakkan Tabligh Akbar Jumat Kliwon yang…
Berita

Abdul Mu’ti Ajak Umat Islam Beragama dengan Gembira

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Madrasah Mu’alimin Yogyakarta menggelar Pengajian Akbar dalam rangka Milad Mu’alimin yang ke-104 tahun. Pengajian Akbar berlangsung pada Senin…
Berita

PWA Jawa Tengah Gelar Sosialisasi Keamanan Obat Tradisional di PCA Kota 3 Kudus

Kudus, Suara ‘Aisyiyah – Ahad (16/10), Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kota 3 Kudus menggelar pengajian silaturahmi di Masjid Sabilul Huda, Mlati Lor,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *