Muhadjir Effendy Sampaikan 4 Hal kepada Warga Muhammadiyah-‘Aisyiyah Probolinggo

Berita 3 Nov 2021 0 88x

PD Aisyiyah ProbolinggoProbolinggo, Suara ‘Aisyiyah – Di tengah kunjungan ke Kota Probolinggo, Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia Muhadjir Effendy menyempatkan hadir di tengah-tengah warga Muhammadiyah-‘Aisyiyah Probolinggo. Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Probolinggo itu, Ketua PDM Probolinggo Masyfu’ menyampaikan terima kasih atas kehadiran Menko PMK.

Mengawali sambutan, Masyfu’ memberikan gambaran singkat tentang kondisi dan perkembangan Muhammadiyah-‘Aisyiyah di Probolinggo. Selain bersinergi antar ortom, terangnya, Muhammadiyah-‘Aisyiyah Probolinggo juga kerap menjalin kerja sama dengan instansi Pemerintah dalam momen-momen tertentu.

Tak lupa, ia juga menyampaikan soal pembangunan beberapa TK ABA, gedung Nyai Walidah (sebagai pusat dakwah PDA Probolinggo), dan gedung Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Muhammadiyah.

Dengan beragam aktivitas dakwah itu, mewakili Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Probolinggo, Masyfu’ berharap Muhadjir Effendy dapat memberikan injeksi, baik berupa mental, spiritual, juga finansial agar Muhammadiyah-‘Aisyiyah Probolinggo dapat semakin berkembang.

Baca Juga: Merekat Persatuan dengan Islam Wasathiyah

Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir menyampaikan beberapa hal mengenai Muhammadiyah-‘Aisyiyah. Ia mengingatkan, Muhammadiyah-‘Aisyiyah merupakan entitas organisasi. Sebagai sebuah organisasi, Muhammadiyah-‘Aisyiyah mempunyai serangkaian aturan yang mengikat. Oleh karenanya, para pimpinan dan warga Muhammadiyah-‘Aisyiyah semestinya mengikuti aturan, pedoman, dan panduan organisasi dengan sebaik-baiknya.

Selanjutnya, sebagai pemantik semangat, Muhadjir mengatakan bahwa Muhammadiyah-‘Aisyiyah tidak pernah membatasi kader-kadernya untuk berkiprah di masyarakat. Kader Muhammadiyah-‘Aisyiyah dipersilakan untuk menjadi kader persyarikatan, kader umat, dan kader bangsa.

Oleh karenanya, Muhadjir berpesan agar warga Muhammadiyah-‘Aisyiyah membangun nalar dakwah untuk kemaslahatan bersama (umat, bangsa, dan kemanusiaan universal), bukan hanya untuk kalangan internal Muhammadiyah-‘Aisyiyah saja.

Dalam kegiatan yang berlangsung pada Ahad (31/10) itu, Muhadjir juga menegaskan kepada hadirin bahwa Muhammadiyah-‘Aisyiyah bukanlah organisasi peminta, tetapi organisasi pemberi. (sb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *