Muhammadiyah Berikan Penghargaan ke Peneliti Sejarah Muhammadiyah

Berita 27 Nov 2021 3 116x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Dalam momentum Kongres Sejarawan Muhammadiyah Pertama, Muhammadiyah memberikan Life Achievement Awards ke beberapa peneliti sejarah Muhammadiyah. Penghargaan itu terdiri atas beberapa kategori, sebagai berikut:

Pertama, Mitsuo Nakamura. Antropolog dari Jepang itu mendapat penghargaan atas penelitiannya tentang Muhammadiyah di Kotagede. Magnum opus-nya, The Crescent Arises Over The Banyan Tree telah mengundang banyak peneliti mengkaji Muhammadiyah lebih jauh.

Kedua, Kuntowijoyo. Penelitiannya tentang Islam dan Muhammadiyah dengan pendekatan profetik menarik banyak peneliti lain untuk melakukan hal yang sama.

Ketiga, Adaby Darban. Ia merintis penelitian Muhammadiyah di Kauman yang merupakan kampung kelahiran ormas Islam progresif itu. Berkat Adaby, banyak peneliti melakukan riset di Kauman.

Keempat, Suwarno. Karya Suwarno menjelaskan Muhammadiyah di Banyumas dan relasi Muhammadiyah dengan negara. Karyanya tergolong rujukan awal.

Kelima, MT Arifin. Dengan karyanya, Muhammadiyah: Potret yang Berubah, MT Arifin melakukan autokritik dengan pendekatan sejarah sehingga menjadi rujukan untuk melihat Muhammadiyah dari sisi alternatif.

Baca Juga: Haedar Nashir Minta Sejarah Muhammadiyah Direkonstruksi secara Jujur

Dalam kesempatan tersebut, Mitsuo Nakamura yang hadir secara virtual mengaku berbahagia mendapat penghargaan dari organisasi Islam yang ia teliti beberapa dekade lalu. Apalagi, ia mendapatkan penghargaan itu di momen yang sama dengan Kuntowijoyo, sahabat baiknya. Ke depan, Nakamura berharap penelitiannya tentang Islam, terutama di Indonesia, dapat dilanjutkan.

Sementara itu, penerima pengharaan lain diwakili oleh pihak keluarga, baik yang hadir secara luring maupun daring. Mewakili almarhum Kuntowijoyo, Susilaningsih berharap apa yang sudah dirintis oleh suaminya itu dapat menginspirasi sejarawan-sejarawan muda untuk meneliti Islam dan Muhammadiyah dalam bingkai etika profetik.

“Orang tidak akan belajar sejarah kalau tidak ada gunanya. Kenyataan bahwa sejarah terus ditulis orang di semua peradaban dan di sepanjang waktu sebenarnya cukup menjadi bukti bahwa sejarah itu perlu,” ujar Susilaningsih mengutip pernyataan Kuntowijoyo dalam buku Pengantar Ilmu Sejarah, Sabtu (27/11). (sb)

3 thoughts on “Muhammadiyah Berikan Penghargaan ke Peneliti Sejarah Muhammadiyah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *