Muhammadiyah Layani Ribuan Warga Terdampak Banjir Katingan

Berita 7 Sep 2021 0 98x

Katingan, Suara ‘Aisyiyah – Sejak 22 Agustus 2021 silam, beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah dilanda banjir. Mulanya, banjir hanya terjadi di Kabupaten Katingan. Akan tetapi, lambat-laut banjir meluas ke tujuh kabupaten di sekitarnya.

Ketujuh kabupaten tersebut adalah Kabupaten Lamandau, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Gunung Mas, dan Kabupaten Katingan. Dari tujuh kabupaten tersebut, dampak banjir terparah dan masih berlangsung hingga sekarang terjadi di Kabupaten Katingan.

Pemerintah Kabupaten Katingan menetapkan status tanggap darurat banjir pada tanggal 24 Agustus 2021 sampai dengan 23 September 2021. Banjir tersebut telah merendam 67 desa/kelurahan di 13 kecamatan dan berdampak pada 13.013 KK atau sekitar 16.130 jiwa. Adapun kawasan terparah terdampak meliputi 4 kecamatan, yaitu Pulau Malan, Tewang Sanggalang Garing, Katingan Hilir, dan Tasik Payawan.

Banjir juga mengganggu jalur transportasi di beberapa jalan utama Kabupaten Katingan, yang berdampak pada mobilitas masyarakat dan menghambat penyaluran bantuan ke lokasi terdampak parah.

Respons Muhammadiyah

Menyikapi situasi itu, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kalimantan Tengah dan Kabupaten Katingan melakukan respons tanggap darurat untuk membantu warga terdampak.

Respons tersebut melibatkan para relawan Muhammadiyah lain dari berbagai unsur, yaitu MDMC Kota Palangka Raya, Lazismu, Pemuda Muhammadiyah Katingan. Kemudian dari Nasyiatul ‘Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Katingan, dan Jamaah Masjid Nurul Iman Kasongan. Total relawan kurang lebih 50 orang.

Baca Juga: Dari Muhammadiyah untuk Semua

Dalam keterangannya, Ketua MDMC Kalimantan Tengah sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Sonedi, menyatakan bahwa sejak ditetapkannya status tanggap darurat banjir Kabupaten Katingan, MDMC Katingan mendirikan Posko Tanggap Darurat di Aula Masjid Nurul Iman Kasongan/Kantor PDM Katingan, Jl. Semadi, Kasongan. Sementara untuk Pos Koordinasi Tingkat Wilayah Kalimantan Tengah beralamat di Jl. RTA Milono, Km. 1,5 Kota Palangka Raya.

“Respons lain yang dilaksanakan yaitu mendirikan dapur umum dan mendistribusikan makanan siap saji, shelter penyintas, layanan kesehatan, serta penggalangan dana,” ungkap Sonedi, Minggu (5/11).

Makanan siap saji untuk penyintas selama masa tanggap darurat didistribusikan ke sepuluh lokasi dengan jumlah yang dibagikan 4.150 bungkus. “Respons Muhammadiyah untuk banjir ini belum bisa menjangkau warga terdampak yang jauh dari lokasi posko Masjid Nurul Iman. Di sekitar posko sendiri ada sekitar 1500 jiwa warga terdampak yang dilayani,” ungkap Sonedi.

Evan Bastian selaku Koordinator Data dan Informasi (Datin) MDMC Kalimantan Tengah menambahkan, berdasarkan assesmen dan kondisi di lapangan, saat ini kebutuhan mendesak warga terdampak cukup banyak.

“Makanan siap saji dan sembako sangat dibutuhkan kemudian obat-obatan, pakaian, selimut, alas tidur, susu balita, popok, dan pembalut untuk perempuan. Perahu karet dan pelampung juga sangat dibutuhkan untuk menolong warga,” kata Evan.

Berdasarkan laporan yang disusun oleh MDMC Kalimantan Tengah, respons tanggap darurat banjir di Katingan ini menemui berbagai kendala terkait alat transportasi terbatas, akses juga terbatas karena banjir, tidak sedikit relawan Muhammadiyah yang juga jadi penyintas, kekurangan relawan tenaga kesehatan, dan koordinasi dengan pemerintah belum berjalan maksimal. (Tim Media MDMC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *