Muncul Covid-19 Varian Mu di Kolombia, Indonesia Harus Bersiap

Berita 8 Sep 2021 0 60x
Kontak Erat Covid-19

Covid-19

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – World Health Organization (WHO) saat ini tengah memantau kemunculan  virus Covid-19 varian baru yang disebut dengan varian “Mu”. Nama varian Mu diambil dari huruf ke-12 dalam alphabet Yunani. Varian Mu atau disebut juga sebagai varian B. 1621 pertama kali ditemukan pada Januari 2021 di Kolombia.

Varian Mu masuk ke dalam kategori Varian of Interest (VOI) dan menjadi salah satu varian yang perlu diwaspadai, karena memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial dari pelarian kekebalan. Artinya, ia mempunyai potensi untuk melawan vaksin.

Data awal yang disajikan kepada Kelompok Kerja Evolusi Virus menunjukkan ada penurunan kapasitas netralisasi serum pemulihan dan vaksin serupa dengan yang terlihat untuk varian Beta. Akan tetapi, hal ini perlu dikonfirmasi oleh penelitian lebih lanjut.

Sejak pertama kali terdeteksi, infeksi Covid-19 yang disebabkan varian Mu secara global mengalami penurunan. “Meskipun prevalensi global varian Mu di antara kasus berurutan telah menurun dan saat ini di bawah 0,1 persen, namun beberapa prevalensi mengalami konsistensi peningkatan yang terjadi pada Kolombia (39%) dan Ekuador (13%),” demikian keterangan tertulis dalam Weekly Epidemiological Update on Covid-19 – 31 August 2021 oleh WHO.

Baca Juga: Epidemiolog: Vaksinasi dan Protokol Kesehatan Kunci Penanganan Pandemi Covid-19

Informasi yang dimuat di laman @antaranews.com menunjukkan, otoritas kesehatan di Inggris mencatat bahwa dari segi penularannya, varian Mu tidak menyebar dengan cepat dan tidak lebih menular daripada varian Delta. Akan tetapi, varian Mu punya potesi untuk melawan vaksin.

Sementara itu, mengutip laman @tempo.co, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dante Saksono Harbuwono mengatakan bahwa Covid-19 varian Mu saat ini masih belum terdeteksi di Indonesia. “Kami telah melakukan sequencing (salah satu prosedur laboratorium, -red) genom pada 7.000 orang di seluruh Indonesia dan belum ada varian Mu yang terdeteksi,” kata Dante pada Senin (6/9).

Saat ini, kasus Covid-19 di Indonesia sudah mengalami penurunan. Meski begitu, Dante mengingatkan agar masyarakat tidak lengah. Apa yang mesti dilakukan masyarakat Indonesia saat ini justru memperkuat ketahanan medis. Dante berharap, rumah sakit bisa meningkatkan kualitas pelayanan, mengoptimalkan protokol kesehatan, dan mengevaluasi kembali penanganan Covid-19 dengan baik, agar ketika (kembali) terjadi kasus yang parah, misalnya dengan kehadiran varian Mu, Indonesia akan mempunyai protokol pelayanan yang lebih baik. (rizka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *