Berita

Nasyiatul Aisyiyah Siap Go Internasional

Seminar Internasional Nasyiatul Aisyiyah 3

Jakarta, Suara ‘Aisyiyah – Nasyiatul Aisyiyah siap lebarkan sayapnya ke kancah Internasional. Hal ini ditandai dengan diselenggarakannya Konferensi Internasional pada Selasa (30/08) yang dilaksanakan secara hybrid. “Kegiatan ini adalah kegiatan penghujung, sekaligus penanda bahwa Nasyiatul ‘Aisyiyah siap untuk go internasional,” tutur Diyah Puspitarini selaku Ketua Umum PP Nasyiatul ‘Aisyiyah.

Diyah menambahkan, dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan organisasi nantinya mendapatkan banyak ide, gagasan, dan pemikiran untuk arah dan gerak Nasyiatul ‘Aisyiyah di periode yang akan datang, baik dalam negeri maupun luar negeri. Dengan mengusung  tema “On Women Resilience, Peace, and Harmony”, ia berharap perempuan muda saat ini mampu menjadi agen perdamaian dan penjaga nilai harmoni untuk generasi yang akan datang.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PPNA Periode 2008-2012 Abidah Muflihati membawakan materi “View of Potensi Perempuan dalam Mewujudkan Moderasi Beragama”. Ia menjelaskan bahwa untuk mewujudkan moderasi beragama, hal pertama yang perlu dipahamai adalah kedudukan laki-laki dan perempuan adalah sama. Kedua, bahwa makhluk yang bermartabat di hadapan Allah memiliki pembebanan dalam menunaikan ibadah dan memiliki konsekuensi dosa serta pahala yang sama.

Baca Juga: Wacanakan Peran Aktif Nasyiatul Aisyiyah di Tingkat Global, PPNA Mulai dengan Seminar Internasional

Abidah menuturkan, perempuan sifatnya seperti mata uang yang memiliki dua sisi. Perempuan bisa berperan menjadi aktor perdamaian dan juga combatan (pelaku kekerasan). Namun, sifat seperti ini juga dimilki oleh laki-laki, di mana mereka bisa menjadi korban maupun pelaku. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa yang membentuk laki-laki atau perempuan bukanlah gender mereka melainkan struktur sosialnya.

Lebih lanjut, Abidah menyampaikan bahwa untuk mewujudkan perdamaian bukan hanya dibebankan kepada laki-laki atau perempuan saja, namun harus dikerjakan secara bersama-sama. “Tantangan utama Nasyiah ke depan adalah, di mana langkah ini akan mengarah, menjadi mujtahidah yang melakukan tarjih dan tajdid, atau berhenti menjadi follower muslimah saja?” tutur Abidah sebagai penutup. (fathiyyah)

Related posts
Berita

Perempuan Multi Peran: Ketika Bu Camat dan Cat Lover Jadi Peserta Muktamar XIV Nasyiatul Aisyiyah

Bandung, Suara ‘Aisyiyah – “Saya bangun pagi harus mengurus anak ke sekolah, mengurus suami, kemudian mengurus kucing lagi, terus ke kantor,” itulah…
Berita

Ini Dua Nasihat Penting Muhadjir Effendy dalam Penutupan Muktamar XIV Nasyiatul Aisyiyah

Bandung, Suara ‘Aisyiyah — Kota Bandung, Jawa Barat, telah merekam seluruh rangkaian Muktamar XIV Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) dari Jumat-Ahad (2-4/12). Hasil keputusan…
Berita

Tanggapi Educare dan ISNA, Ketua PP Aisyiyah: Bukti NA Kontributif Siapkan Generasi Emas 2045

Bandung, Suara ‘Aisyiyah — Muktamar XIV Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) yang digelar di Kota Bandung, Jawa Barat, menginjak hari terakhir pada Ahad (4/12)….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *