Noordjannah: ‘Aisyiyah Membawa Risalah Islam Berkemajuan pada Warga Dunia

Liputan 19 Mar 2021 1 111x
Islam Berkemajuan bagi Warga Dunia

Islam Berkemajuan bagi Warga Dunia (foto: voa-islam.com)

Dakwah ‘Aisyiyah tak mengenal batasan ruang dan waktu untuk mensyiarkan risalah Islam berkemajuan pada warga dunia. Bagaimana ‘Aisyiyah dapat melakukan dakwah melalui diplomasi di tingkat global, berikut wawancara wartawan Suara ‘Aisyiyah dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Noordjannah Djohantini.

Mengapa penting bagi ‘Aisyiyah untuk berdakwah di tingkat global?

Kehadiran Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah diperuntukkan bagi dakwah Islam. Dakwah Islam jangkauannya sangat luas, dari dakwah di tingkat keluarga, masyarakat, bangsa, hingga ke tingkat global, dan pada banyak aspek kehidupan baik di tingkat lokal, nasional, dan internasional. Dakwah Islam pun tidak dibatasi dalam ruang dan waktu, di mana pun kita dapat hadir dengan membawa risalah Islam pada kehidupan manusia termasuk dalam konteks global.

Apa strategi ‘Aisyiyah dalam melakukan dakwah di tingkat global?

‘Aisyiyah dan Muhammadiyah telah berkomunikasi dengan berbagai pihak di tingkat global sejak awal kehadiran Muhammadiyah-‘Aisyiyah. Jika kita tengok sejarah organisasi ini, banyak peran-peran yang telah dilakukan sejak awal melalui komunikasi organisasi dan tokoh Muhammadiyah-‘Aisyiyah dengan berbagai pihak, baik tokoh, institusi, dan organisasi; maupun peran yang dilakukan melalui kemitraan program kerjasama membangun paham dan pikiran untuk mensyiarkan apa yang menjadi pikiran dan paham Islam berkemajuan Muhammadiyah. Itu telah dijalankan sejak Muhammadiyah hadir di manapun. Misalnya, Muhammadiyah dengan penyebaran pemikiran soal pemahaman arah kiblat, pembaruan haji, dan macam-macam, itu juga bagian dari diplomasi internasional melalui syiar pemikiran Islam berkemajuan. Selain itu, melalui majalah kita yang dihadirkan bukan saja untuk anggota tetapi juga khalayak pembaca yang lebih luas, majalah menyampaikan pikiran dan warna pikiran Muhammadiyah ‘Aisyiyah antara lain melalui majalah Suara ‘Aisyiyah.

Di beberapa negara telah hadir Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah, apa peran PCIA dalam diplomasi global ‘Aisyiyah?

Menambah dan menguatkan strategi dakwah yang selama ini dilakukan untuk mengembangkan Muhammadiyah-‘Aisyiyah. Pertama, peran PCIA-PCIM yang sebagian merupakan para student di berbagai negara, adalah bagian dari strategi penguatan sumber daya manusia (SDM) persyarikatan dengan melakukan diaspora di berbagai tempat dengan banyak warna. Itu menjadi bagian penting yang selaras dengan maksud pengembangan SDM melalui diaspora untuk kepentingan kaderisasi dan pengembangan Muhammadiyah.

Kedua,  PCIA secara institusional dapat membawa dakwah organisasi secara resmi. Ia menjadi jembatan untuk mengkomunikasikan kebijakan dan program pada banyak pihak. Para kader Muhammadiyah-‘Aisyiyah di berbagai negara dapat mendialogkan pikiran Muhammadiyah-‘Aisyiyah dengan berbagai pihak untuk mensyiarkan dakwah dengan paham Islam Berkemajuan, Islam Wasathiyah dinamis.

Selain itu, PCIM dan PCIA juga dapat mengembangkan dakwah Muhammadiyah dengan membuat amal usaha. Kehadiran PCIM dan PCIA secara institusional, memiliki mandat organi-sasi yang lebih luas dibanding sebagai person.

Apa Peluang dan Tantangan ‘Aisyiyah dalam Diplomasi di Tingkat Global?

Pertama, kalau kita akan masuk secara sistematis dan strategis, bisa menggunakan jalur organisasi internasional. Tantangannya, kita harus mulai menembus berbagai organisasi dan jaringan supaya dapat eksis. Seperti PCIA, mereka dapat berkolaborasi dengan organisasi di negara setempat. Di beberapa negara, PCIA telah melakukan itu berkolaborasi dengan organi-sasi setempat. Itu menjadi peluang dan tantangan kita untuk melakukan kolaborasi.

Kedua, problem kehidupan kemanusiaan juga semakin kompleks. Konteks yang terjadi di Indonesia bisa saja juga menjadi fokus di tingkat internasional. Masih banyak negara yang melihat Islam tidak selalu positif, itu tantangan dalam konteks global, bagaimana PCIA dan PCIM menjadi wadah menghadapi tantangan tersebut

Apa saja isu-isu di tingkat global yang dapat menjadi perhatian penting dalam dakwah ‘Aisyiyah di tingkat global?

Isu yang agak spesifik, yang tidak jauh juga dari yang kita hadapi, paham keagamaan tran nasional yang kecenderungannya menjadi semakin kuat, juga tentang radikalisme yang tidak selalu identik dengan Islam. Saya percaya bahwa Muhammadiyah memberi warna lain dengan memberikan informasi bahwa Muhammadiyah tidak seperti itu. Kita tentu harus masuk dengan pandangan Islam Berkemajuan dan Wasathiyah yang dinamis.

Berikutnya, isu politik global. ‘Aisyiyah harus terus memahami isu politik global dalam konteks ekonomi, politik, dsb. Kita perlu mendiskusikan isu ini lebih jauh. Gambaran saya soal politik global banyak hal, termasuk politik global terkait Rohingnya dan Palestina. Demikian pula isu-isu tentang kehidupan sosial, lingkungan, ekonomi, dan isu yang terkait dengan perempuan dan anak itu juga luar biasa.

Mungkin kita bisa melihat dalam konteks Sustainable Development Goals (SDGs), yang secara sistematis telah menjadi acuan pembangunan dan komitmen banyak negara. Walaupun ada yang sebagian memandang bahwa SDGs dari Barat dsb, mestinya tidak seperti itu. Hal semacam itu bisa didialogkan, karena SDGs telah menjadi kesepahaman dunia dan terkait dengan berbagai isu yang menyangkut kehidupan kita. Artinya ‘Aisyiyah selama ini sudah ada dalam pusaran untuk turut serta berdakwah menyelesaikan berbagai isu tersebut, baik di tingkat lokal, nasional, dan global.

Kita menyadari agar peran kita dapat dioptimalkan demi tujuan dakwah kita Islam rahmatan lil ‘alamin. Bahwa dakwah Islam adalah dakwah yang mampu menyelesaikan problem yang dihadapi umat dan bangsa, dan itu terdapat dalam Risalah Pencerahan hasil Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu lalu. Itu relevan menjadi arah dakwah ‘Aisyiyah dalam konteks global.

Perlu diingat bahwa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, sejak awal, meski saat itu tidak ada majelis atau lembaga khusus tentang hubungan luar negeri, namun telah mensyiarkan dan mendakwahkan Islam secara global. Kita harus tahu batasan, mana yang dilakukan melalui negara, dan mana yang dapat diakukan oleh organisasi.

Salah satu PCIA terdapat di Taiwan. Bagaimana peran PCIA terkait isu buruh migran sebagai salah satu isu di tingkat global?

Kalau apakah sudah melakukan, kenyataannya kita sudah melakukan, tetapi harus dioptimalkan. Bagaimana cara mengotimalkannya, saya mendorong para pimpinan untuk memahami konteks isu tersebut sehingga dapat mendesain langkah-langkah strategis, dan diimplementasikan berkolaborasi dengan banyak pihak baik itu dengan pakar maupun organisasi yang fokus menangani pembelaan pada buruh migran, sehingga kita dapat saling mengisi.

‘Aisyiyah harus mulai menguatkan upaya-upaya dakwah pada isu tersebut, antara lain harus menjadi perhatian Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan, sehingga mempunyai agenda agar dapat memberi perhatian lebih pada isu tersebut. Di PCIA pada negara dengan banyak komunitas buruh migran Indonesia, upaya tersebut sudah mulai tergerakkan namun harus dikuatkan dan diberi dukungan, di sini sebenarnya antara lain tugas Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan. (HNS)

 

Sumber: Majalah Suara ‘Aisyiyah Edisi Juli Tahun 2019

One thought on “Noordjannah: ‘Aisyiyah Membawa Risalah Islam Berkemajuan pada Warga Dunia”

Tinggalkan Balasan