Noordjannah Djohantini : Penundaan Muktamar, Demi Kepentingan Bangsa

Berita 19 Jul 2020 0 96x

Dra. Hj. Siti Noordjannah Djohantini, M.M., M.Si. (Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah)

Agenda besar organisasi Muhammadiyah- ‘Aisyiyah yaitu Muktamar mesti disesuaikan dengan kondisi pandemi, demi kepentingan bangsa, ungkap Siti Noordjannah Djohantini Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dalam pidato iftitahnya pada Sidang Tanwir dengan tema Hadapi Covid-19 dan Dampaknya: Beri Solusi untuk Negeri (19/07).

Sehingga kemunduran Muktamar ke 48 serta hal-hal strategis organisasi akan dibahas pada sidang tanwir secara daring kali ini. Mengingat Muktamar telah diundur sejak Juli, menjadi Desember 2020 “Namun nampaknya, dengan seluruh ikhtiar dan data-data yang sangat lengkap, mengharuskan kita dengan penuh kesabaran, untuk membahas tanwir  ini secara lebih seksama,” tuturnya.

Pelaksanaan Muktamar yang akan digelar mundur, ungkap Noordjannah, tentu memiliki pijakan atau dasar yang kuat secara organisasi maupun pijakan keagamaan. Yakni, situasi pandemi yang belum menunjukkan tanda-tanda landai, khususnya di Indonesia. “Hal ini menjadi tanggung jawab persyarikatan menjaga kehidupan masyarakat untuk mencegah dampak penyebaran yang lebih luas,” tegasnya. Sehingga sejak awal covid-19 melanda Indonesia. Muhammadiyah- ‘Aisyiyah telah memastikan diri sebagai organisasi yang memiliki keberpihakan ‘jihad melawan pandemi’ melalui MCCC. 

Selanjutnya, regulasi organisasi. Yakni, memberikan jalan keluar, agar organisasi tetap berjalan sesuai kaidah yang telah ditetapkan. Berdasarkan dengan itu, maka penyelenggaraan Muktamar ‘Aisyiyah, kami ungkap Noordjannah turut menyesuaikan dengan kebijakan yang diambil oleh PP Muhammadiyah sebagai induk organisasi dalam penetapan pelaksanaan Muktamar ke 48 pada Tanwir ini. 

‘Aisyiyah sebagai ibu negeri, ungkap Menteri Sri Mulyani pada Kuliah Umum di UNISA kala itu, jelas Noordjannah, ‘Aisyiyah saat ini mengalami sedih yang mendalam akibat dampak covid-19 yang sangat luas, terhadap perempuan, anak-anak mustad’afin, dhuafa. Bagaimana tidak, karenanya menjadikan kemiskinan semakin meningkat. Maka, Muhammadiyah- ‘Aisyiyah terus berkontribusi mencari solusi untuk negara. 

Menjadi fokus ‘Aisyiyah pula, melihat pengelolaan negara yang belum sesuai. Sehingga ‘Aisyiyah sebagai ibu negeri, tidak boleh tinggal diam tanpa berbuat. Sehingga ‘Aisyiyah  terus berkiprah lewat amal usahanya seperti di bidang pendidikan, kesehatan, sosial ekonomi demi kemajuan bangsa. “Hal ini menjadi manifestasi jihad dijalan Allah,” imbuhnya. 

Dengan haru Ketua Umum PP ‘Aisyiyah menitipkan salam kepada ibu-ibu ‘Aisyiyah yang telah berjibaku “Ibu-ibu ‘Aisyiyah, berikan salam kami kepada mereka yang sudah berjibaku menghidupkan PAUD dan segala amal usaha ‘Aisyiyah tanpa berfikir apapun, yang hanya atas dasar keyakinan agamanya dan Allah.  Semoga mereka mendapatkan pahala yang besar,”. Diakhir, Noordjannah juga berhadap Tanwir mendapat limpahan berkah aman, sukses dan dalam lingkungan Allah. (Gustin Juna)

 

Leave a Reply