Noordjannah Tegaskan Aisyiyah Organisasi Perempuan Muslim yang Progresif dan Mandiri

Berita 15 Nov 2021 0 69x

Siti Noordjannah DjohantiniYogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Berdiri pada tahun 1917, ‘Aisyiyah telah banyak berkontribusi dan memberi sumbangan bagi pembangunan perempuan di Indonesia, terutama di bidang pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Eksistensi ‘Aisyiyah merupakan modal sosial yang turut serta mendirikan dan menyangga Indonesia. Atas kontribusi dan sumbangan itu, tidak berlebihan jika Indonesia bersyukur dengan kehadiran ‘Aisyiyah di panggung sejarah Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Siti Noodjannah Djohantini webinar bertajuk “Moderasi Indonesia untuk Dunia: Peran Strategis Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam Mendukung Kepemimpinan Indonesia di Tingkat Global”, Senin (15/11). Dalam kesempatan tersebut, Noordjannah menyampaikan kontribusi ‘Aisyiyah di berbagai sektor kehidupan.

‘Aisyiyah merupakan salah satu inisiator terselenggaranya Kongres Perempuan Indonesia Pertama. Kongres ini merupakan pondasi dari pergerakan perempuan Indonesia yang kini bernama Kowani. Dalam forum tersebut, dua tokoh ‘Aisyiyah menyampaikan kepada peserta kongres bahwa perempuan tidak hanya bisa berperan di ranah domestik, tetapi juga di ranah publik. “Bagaimana agar perempuan mengoptimalisasikan dan bersinergi dengan banyak pihak untuk turut serta memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” jelas Noordjannah.

Mengenai Presidensi Group of 20 (G20) tahun 2022 yang dimandatkan kepada Indonesia, Noordjannah menyampaikan bahwa upaya memperjuangkan kehidupan perempuan dan anak harus terus dilakukan. Forum G20, terangnya, harus menjadi forum untuk menguatkan peran-peran organisasi civil society, termasuk ‘Aisyiyah, dalam rangka memperkuat Indonesia.

Baca Juga: ‘Aisyiyah: Spirit Perempuan Berkemajuan

‘Aisyiyah merupakan organisasi perempuan progresif yang mempunyai landasan nilai Islam yang berkemajuan. Landasan nilai itu misalnya Q.S. an-Nahl: 97 yang menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan untuk beramal saleh, termasuk di sektor berbangsa dan bernegara. “’Aisyiyah adalah organisasi yang bergerak di semua lini kehidupan dan civil society yang mandiri, sebagaimana Muhammadiyah,” ujarnya.

Progresifitas dan kemandirian itu, kata Noordjannah, terbukti dengan kehadiran banyak amal usaha ‘Aisyiyah di berbagai daerah, termasuk di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). “Tanpa sebuah kekuatan, kemandirian yang melekat pada sikap, pikiran, dan tindakan dari para pimpinan perempuan-perempuan Muhammadiyah ini –dan warganya–, saya meyakini tidak akan menyebar TK-TK di daerah-daerah terpencil,” imbuhnya.

Noordjannah mengatakan, ‘Aisyiyah juga mendukung capaian tujuan-tujuan Sustainable Develpment Goals (SDGs). Salah satu isu SDGs yang menjadi perhatian serius ‘Aisyiyah sejak dulu ada pilar sosial ekonomi. Langkah konkret yang sudah dilakukan ‘Aisyiyah adalah mengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Pada masa-masa sulit, seperti pandemi Covid-19, UMKM terbukti mampu menjadi bantalan perekonomian masyarakat. “Oleh karena itu, program-program pemerintah dalam konteks penguatan ini ya harus pro pada kepentingan ekonomi di bawah,” tegas Noordjannah. (sb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *