Pandemi Covid-19, Idul Adha, dan Wajah Pemahaman Keagamaan Muhammadiyah

Wawasan 17 Jul 2021 0 86x
Logo Muhammadiyah

Logo Muhammadiyah

Menggunakan metode hisab yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid, PP Muhammadiyah menetapkan Idul Adha 10 Zulhijah 1442 H jatuh pada hari Selasa Pahing, 20 Juli 2021 M. Selain salat Id, momen Idul Adha juga identik dengan penyembelihan hewan kurban.

Dalam QS. Al-Kautsar [108]: 2, Allah berfirman,

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya, “Maka shalatlah engkau karena Tuhanmu dan berkurbanlah”.

Bersama QS. al-Hajj [22]: 34-35 dan QS. ash-Shaffat [37]: 102-107, ayat tersebut menjadi dalil dianjurkannya umat Islam untuk melaksanakan kurban. Akan tetapi, baik salat idul adha maupun ibadah kurban, keduanya tidak dihukumi wajib, tetapi sunah muakkadah.

Pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, sebagai upaya memutus rantai penularan, menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di kemudian hari, dan sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat terdampak pandemi, Muhammadiyah menganjurkan agar Idul Adha dilaksanakan di rumah masing-masing dan dana kurban dialihkan untuk membantu masyarakat terdampak.

Anjuran tersebut sejalan dengan firman Allah swt. dan sabda Nabi saw. Allah swt. berfirman dalam QS. Al-Baqarah [2]: 195,

وَأَنفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya, “belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”.

Selanjutnya, Rasulullah saw. juga bersabda,

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

Artinya, “dari Ibn ‘Abbās (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw bersabda: tidak ada kemudaratan dan pemudaratan (HR Malik dan Aḥmad, dan ini lafal Aḥmad).

Oleh karenanya, tuntunan pelaksanaan Idul Adha dan ibadah kurban di masa pandemi yang dikeluarkan Muhammadiyah patut diperhatikan. Tuntunan tersebut dibuat melalui beragam pertimbangan, dan dengan menggunakan manhaj tarjih dengan bersumber pada al-Quran dan sunnah, dan melalui tiga pendekatan, yaitu bayani, burhani, dan irfani. Salah satu pertimbangan yang digunakan adalah dalam rangka sadd aż-żarīʻah atau tindakan preventif guna menghindarkan diri dari jatuh ke dalam kebinasaan, sebagaimana dijelaskan sebelumnya.

Baca Juga: Hikmah Ibadah Haji dan Qurban di Masa Pandemi Covid-19

Tuntunan tersebut adalah sebagai berikut: Pertama, takbir keliling tidak disarankan dan sebaiknya dilakukan di rumah. Kedua, salat Idul Adha di lapangan/masjid/tempat fasilitas umum sebaiknya ditiadakan atau tidak dilaksanakan.

Ketiga, salat Idul Adha bagi yang menghendaki dapat dilakukan di rumah masing-masing bersama anggota keluarga dengan cara yang sama seperti salat Id di lapangan. Keempat,  hukum ibadah kurban adalah sunah muakkadah bagi muslim yang telah memiliki kemampuan untuk berkurban.

Kelima, pandemi Covid-19 menimbulkan masalah sosial ekonomi dan meningkatnya jumlah kaum duafa, karena itu sangat disarankan agar umat Islam yang mampu untuk lebih mengutamakan bersedekah berupa uang daripada menyembelih hewan kurban. Keenam, bagi mereka yang mampu membantu penanggulangan dampak ekonomi Covid-19 sekaligus mampu berkurban, maka dapat melakukan keduanya.

Ketujuh, membantu duafa maupun berkurban keduanya mendapatkan pahala di sisi Allah swt., namun berdasarkan beberapa dalil, memberi sesuatu yang lebih besar manfaatnya untuk kemaslahatan adalah yang lebih diutamakan.

Muhammadiyah terus mengingatkan bahwa agama menghendaki kemudahan (yassirū wa lȃ tu’assirū), serta dalam melaksanakan agama tidak menimbulkan mudarat. Sebagaimana dinyatakan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, salat Idul Adha di rumah tidak dimaksudkan mengadakan suatu jenis ibadah baru, karena salat yang dilakukan tetap sama seperti yang dituntunkan Nabi Muhammad saw. Anjuran  mengalihkan dana kurban untuk membantu masyarakat terdampak pandemi juga merupakan perwujudan konsep mashlahah al-‘ammah. (brq)

Tinggalkan Balasan