PCA Jepara: Peran Orang Tua dalam Mendampingi Anak Usia Sekolah di Masa Pandemi

Berita 14 Oct 2020 0 75x

Jepara, Suara ‘Aisyiyah- Status masa tanggap darurat bencana Covid-19 di Kabupaten Jepara diperpanjang sampai 31 Oktober 2020. Namun kegiatan pleno PCA (Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah) tahunan Jepara tetap dilaksanakan, di serambi teras Masjid Al Hikmah Senenan Tahunan Jepara, dengan mematuhi protokol kesehatan.

Kegiatan pada pleno yang dilaksanakan pada Kamis (8/10/2020) bertepatan dengan tanggal 20 Shafar 1442 H itu dihadiri oleh para anggota, dengan materi yang akan disampaikan oleh Deny Ana I’tikafia Ketua Majelis Hukum dan HAM PCA Tahunan, terkait berbagai permasalahan yang menyangkut kegiatar belajar mengajar di masa pandemi.

“Adanya MCCC (Muhammadiyah Covid Command Center), kita sebagai warga Muhammadiyah sebaiknya mengindahkan himbauan dari PP Muhammadiyah tentang 3 M (Pakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga Jarak) dimana saja berada,” harap Deny Ana I’tikafia.

Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: “Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian”. Artinya, ilmu itu bersifat dinamis dan tidak tetap, keberadaannya menyesuaikan dengan kondisi sekarang dan kehidupan masa depan. Dari hadist tersebut, sudah sangat jelas bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini serba berubah, Masa pandemi Covid, tentunya cara belajar anak disesuaikan dengan kondisi sekarang.

Islam merupakan agama yang sangat memperhatikan pembinaan generasi penerus. Salah satunya ditegaskan oleh Allah SWT di dalam Alquran, Surat An-Nisa ayat 9, “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar,”

Bahkan, ungkap Deny ada kejadian anak dibunuh orang tuanya karena tidak sabar mengajari anaknya belajar daring. “Hal seperti kekerasan psikis dan fisik yang dilakukan orang tuanya sendiri  kepada anak, tega hingga berujung pembunuhan. Maka, permasalahan seperti ini sangat pelik dan perlu diperhatikan apalagi di tengah kondisi seperti sekrang ini,” pungkas Deny.

Sehingga dalam pembahasan tersebut, Deny mengungkap 6 tips belajar menyenangkan yang dapat dilakukan di rumah. Pertama, Patuhi jadwal. Meskipun anak berada di rumah, orang tua tetap harus melakukan kebiasaan yang selalu diterapkan saat bersekolah. Misalnya, anak harus bangun untuk sholat subuh, mandi, sarapan, dan bersiap-siap untuk ke sekolah.

Setelah anak menyelesaikan sarapannya, orangtua bisa meminta anak untuk mulai belajar sampai waktu istirahat tiba. Sebaiknya ikuti jadwal pelajaran seperti di sekolah, misalnya jika hari Senin pukul 8 anak biasanya belajar tentang kesenian di sekolah, maka lakukan hal yang sama di rumah. Ini membuat anak tetap disiplin meskipun ada di rumah. Ketika tiba waktunya untuk beristirahat, biarkan anak menghentikan kegiatan belajarnya. Ini penting untuk merelaksasi pikiran dan membuat anak kembali fokus. Demikian juga bila sudah waktunya untuk selesai belajar, hentikan kegiatan belajar.

Kedua, cek tugas sekolah. Ingatkan anak, meski mereka berada di rumah, bukan berarti mereka bisa bersantai dan bermain sepanjang hari. Anak juga memiliki tanggung jawab yang harus diselesaikan yaitu tugas sekolah. jangan lupa untuk memastikan dengan anak tugas apa saja yang diberikan oleh guru-guru di sekolah. Bersama dengan anak, buat jadwal untuk menyelesaikan tugas sekolah tersebut. Pastikan anak untuk menyelesaikan semua tugas yang diberikan dengan tepat waktu.

Ketiga, dampingi anak belajar. Ada sekolah yang menerapkan belajar online atau melakukan video conference dengan guru. Tapi bagi anak yang tidak mendapatkan hal ini, tentu perlu ada pendampingan dalam belajar.Orang tua bisa berlaku sebagai guru dengan mengajari anak agar ia mengerti tentang materi yang sedang dipelajari. Jika orangtua sibuk atau bekerja, coba minta pengasuh atau guru les untuk datang ke rumah dan menggantikan. Dengan ini, anak tidak akan ketinggalan pelajaran meski orang tua memiliki kesibukan lain.

Keempat, kontak guru bila mengalami kesulitan. Pastikan orangtua selalu berhubungan dengan guru. Dengan ini orangtua selalu mendapatkan informasi mengenai pelajaran atau tugas yang harus diselesaikan.
Selain itu, jika orangtua menemukan kesulitan dengan materi pelajaran atau dengan anak, Mama dapat berkonsultasi dengan guru bagaimana cara mengatasinya

Kelima, Ciptakan ruang belajar yang kondusif. Tentukan tempat belajar khusus di rumah dan pastikan agar anak selalu belajar di tempat tersebut. Mungkin ada kalanya anak merasa bosan dan ingin belajar di luar meja belajarnya, di sofa, atau di kamar. Jangan dibiarkan,Sebab konsentrasi anak dapat terganggu dan cenderung tergoda untuk bermalas-malasan. Dengan membiasakan anak belajar di meja belajar, anak dapat selalu fokus pada pelajarannya. Pilih ruangan yang tenang untuk menghindari potensi gangguan agar anak dapat tetap fokus. Selain itu, suasana tenang juga sangat penting untuk kelancaran proses belajar di rumah ini.

Keenam, Evaluasi penting dilakukan untuk mengetahui apakah kegiatan belajar di rumah berjalan sesuai jadwal. Jika anak terlambat dalam menyelesaikan tugas, cari tahu apa penyebabnya. Diskusikan dengan anak apa kesulitannya dan apakah anak memiliki solusi untuk mengatasi masalah tersebut. (Deny Ana I’tikafia)

Leave a Reply