Berita

PCM dan PCA Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya Selenggarakan Program Khitan Ceria

Kubu Raya, Suara ‘Aisyiyah – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kecamatan Sungai Ambawang hari Ahad (21/11) kembali menggelar Khitan Ceria dengan jumlah 79 anak. Khitan Ceria ini berlangsung di ruang pendidikan Yayasan Al-Kautsar, Komplek Masjid Raudatul Islamiyah, Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

Kegiatan serupa sudah diadakan sebulan lalu di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang dengan peserta sunat sebanyak 50 anak. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dan bernilai positif bagi masyarakat,” ungkap Mustofa selaku Asisten 1 Pemda Kabupaten Kubu Raya pada saat membuka kegiatan ini mewakili Bupati Kabupaten Kubu Raya.

Baca Juga: Dakwah Kesehatan dalam Kongres Bayi Aisyiyah

Hadir pula di kegiatan ini Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan jajarannya, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kubu Raya, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Kubu Raya, Lembaga Pengembangan Cabang Ranting (LPCR), Camat Sungai Ambawang, tokoh masyarakat, dan segenap tamu undangan.

“Ucapan terima kasih kepada semua pihak, para donatur, tim medis dari Stikes Muhammadiyah, dan relawan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjung Pura, serta pihak Yayasan Al-Kautsar sehingga terlaksana kegiatan ini dengan baik dan lancar. Semoga Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Sungai Ambawang dapat melaksanakan kegiatan serupa dengan lebih baik lagi,” ungkap Mudaep selaku Ketua Panitia.

Di penghujung acara, kehadiran Bupati Kabupaten Kubu Raya memberi support sembari berdialog dengan para peserta sunat. Bupati berharap semangat “kepong bakul” ini selalu tertanam dan terlaksana dengan baik di setiap komponen masyarakat. Kunjungan Bupati yang didampini istri juga meninjau dan berbelanja di stand BUEKA (Bina Usaha Ekonomi Keluarga ‘Aisyiyah) yang menjual aneka produk olahan makanan ringan hasil dari ibu-ibu anggota ‘Aisyiyah Kabupaten Kubu Raya. (Laeli Syukriyati)

Related posts
Sosial Budaya

Peran Kebangsaan Muhammadiyah di Era Pra Kemerdekaan dan Era Digital

17 Agustus 2022 merupakan tahun ketiga Indonesia merayakan hari kemerdekaan di tengah pandemi Covid-19. Saat ini, Indonesia memasuki usia 77 tahun. Di…
Sejarah

Muktamar Ke-37 Yogyakarta, Muktamar Pertama Aisyiyah sebagai Organisasi Otonom Muhammadiyah

‘Aisyiyah berdiri pada 27 Rajab 1335 H atau bertepatan dengan 19 Mei 1917 M. Nama ‘Aisyiyah bermakna pengikut ‘Aisyah, istri Nabi Muhammad…
Perempuan

Fatwa dan Perhatian Muhammadiyah tentang Perempuan

Oleh: Niki Alma Febriana Fauzi Fatwa adalah suatu penjelasan atau jawaban yang diberikan oleh mufti kepada mustafti (orang yang bertanya) tentang suatu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.