Berita

PD Aisyiyah Bangka Barat Selenggarakan Kajian Fikih Wudhu

Muntok Suara ‘Aisyiyah – Ahad (3/10), Pimpinan Daerah Aisyiyah Bangka Barat melakukan pengajian bersama di Panti Asuhan Aisyiyah Muntok. Ketua Majelis Tabligh Ratna Wardani menyampaikan kegiatan pengajian ini rutin dilaksanakan sebagai bentuk silaturahmi antarkader dan untuk menambah wawasan tentang Islam.

Pada kesempatan ini, tema yang dibahas adalah kajian “Fikih Wudhu”. Pemateri dalam kegiatan ini adalah Rahmat Wahidin. Ia menjelaskan tentang sifat wudhu Nabi yang sempurna.

Wudhu merupakan syarat sah sholat. Jika syarat sah ini tidak terpenuhi, tidak akan teranggap/terlaksana apa yang kita inginkan dari syarat tersebut. Secara bahasa, Rahmat menjelaskan, wudhu berarti husn/keindahan dan nadhofah/kebersihan. Wudhu untuk sholat dikatakan sebagai wudhu karena ia membersihkan anggota wudhu dan memperindahnya.

Sementara pengertiannya menurut istilah, wudhu adalah peribadatan kepada Allah ‘azza wa jalla dengan mencuci empat anggota wudhu dengan tata cara tertentu. Hal ini sebagaimana termaktub dalam Q.S. al-Maidah [5]: 6.

Baca Juga: Dakwah Moderasi Islam Muhammadiyah-’Aisyiyah

Adapun tata cara lebih rinci adalah yang sesuai dengan perkataan dan perbuatan Nabi yang terdokumentasikan dalam hadits. Dari berbagai riwayat hadits disimpulkan bahwa wudhu yang dilakukan oleh Nabi adalah sebagai berikut: (a) Berniat wudhu (dalam hati) untuk menghilangkan hadats; (b) Mengucapkan basmalah (bacaan bismillah); (c) Membasuh dua telapak tangan sebanyak 3 kali; (d) Mengambil air dengan tangan kanan, kemudian memasukkannya ke dalam mulut dan hidung untuk berkumur-kumur dan istinsyaq (memasukkan air dalam hidung). Kemudian ber-istintsar (mengeluarkan air dari hidung) dengan tangan kiri sebanyak 3 kali; (e) Membasuh seluruh wajah sebanyak 3 kali; (f) Membasuh tangan kanan hingga siku bersamaan dengan menyela-nyela jemari sebanyak 3 kali, kemudian dilanjutkan dengan yang kiri; (g) Menyapu seluruh kepala dengan cara mengusap dari depan ditarik ke belakang, lalu ditarik lagi ke depan, dilakukan sebanyak 1 kali, dilanjutkan menyapu bagian luar dan dalam telinga sebanyak 1 kali; (h) Membasuh kaki kanan hingga mata kaki bersamaan dengan menyela-nyela jemari sebanyak 3 kali, kemudian dilanjutkan dengan kaki kiri.

“Dengan materi ini, diharapkan kader PDA Bangka Barat memahami cara berwudhu yang benar, sehingga pelaksanaan salat menjadi sempurna,” jelas Rahmat. (Norita)

Related posts
Tokoh

Andi Rasdiyanah, Rektor Perempuan Pertama Perguruan Tinggi Islam Negeri Itu adalah Kader Aisyiyah

Andi Rasdiyanah lahir di Bulukumba, Sulawesi Selatan pada 14 Februari 1935. Ia merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Ayahnya meninggal ketika ia…
Berita

Cerahkan Peradaban Bangsa, RSIJ Cempaka Putih dan Muhammadiyah-Aisyiyah Gelar Semiloknas

Jakarta, Suara ‘Aisyiyah – Muhammadiyah-‘Aisyiyah melalui Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah, MPKU PP Muhammadiyah, dan RSIJ Cempaka Putih mengadakan kegiatan Seminar dan Lokakarya…
Berita

Pengajian Rutin PP Aisyiyah: Memaknai Tahun Baru Islam

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – PP Aisyiyah menggelar pengajian rutin bulanan pada Sabtu (30/7). Pengajian yang bertepatan dengan 1 Muharram 1444 H itu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.