PD Aisyiyah Jepara Adakan Pelatihan Mengolah Singkong

Berita 27 Sep 2021 0 75x

Jepara, Suara ‘Aisyiyah – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah ( PDA) Jepara melalui Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) bekerja sama dengan Lazismu Jepara dan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Jepara mengadakan pelatihan olahan kuliner/makanan dari ketela pohon.

Acara dilaksanakan di area Masjid Al-Roudloh, Kedungcino, Jepara, Ahad 26/9/2021 M bertepatan dengan 18 Shafar 1443 H. Pelatihan ini dihadiri Ketua PDA Jepara Sugiarti A, petinggi Kedungcino Rochmat, PRM Kedungcino Suroso Setyo Priyono, perwakilan PDM Jepara Sadali, dan ketua PCM Jepara Kota Fadhan.

Petinggi Kedungcino Rochmat dalam sambutannya menyambut baik dan sangat mendukung kegiatan pelatihan yang diadakan oleh PDA Jepara ini. “Khususnya kepada ibu-ibu dari Kedungcino nanti kalau sungguh-sungguh akan difasilitasi berbagai alat yang diperlukan dan akan segera dibuatkan Kartu Usaha (KU),” ujarnya.

Baca Juga: Riza Azyumarridha Azra Si Anak Singkong

Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia Pelaksana Umi Kulsum menyampaikan bahwa tujuan pelatihan kuliner berbahan baku singkong kali ini adalah: (a) menumbuhkan jiwa wirausaha dan memberdayakan para perempuan menjadi pelaku usaha yang tangguh, mandiri, dan bertanggung jawab; (b) membangkitkan semangat para ibu untuk memaksimalkan budidaya tanaman lokal ketela pohon alias pohong yang harganya sering terpuruk menjadi barang yang bernilai jual tinggi dengan mengolahnya menjadi tepung MOCAF (Modification Casafa Flour), sehingga dari pohong yang dianggap beracun tidak enak dan hanya dijual dengan harga Rp1000 menjadi berbagai makanan basah maupun kering yang aman dan sehat sebab tidak mengandung zat gluten.

Selain dihadiri petinggi Kedungcino, hadir pula Ketua LLHPB Jepara Kusnitah dan Tim DU/Dapur Umum, direktur Lazismu Rahmi Yuniwati serta perwakilan MDMC Taqiyyudin, Rofiq, Sholikin, Burhanudin, dan Handoko selaku pengemudi Ambulans Lazismu Harber Keling.

Pelatihan ini terdiri dari 2 tim. Tim 1 membuat mocaf dengan instruktur Marfuatin. Tim 2 membuat balung kuwuk serta pengemasannya dengan instruktur Ngarifah. (Kusnitah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *