PDA Sumba Timur Mendukung Gerakan Vaksinasi Covid-19 Bagi Pelajar

Berita 20 Des 2021 0 99x

Sumba Timur, Suara ‘Aisyiyah – Vaksinasi Covid-19 bagi pelajar SMP Muhammadiyah Waingapu telah dilaksanakan pada hari Kamis (16/12) bertempat di aula SMP Muhammadiyah Waingapu. Kegiatan tersebut diikuti oleh 127 pelajar dan masyarakat sekitar yang belum melakukan vaksinasi.

Kegiatan vaksinasi ini terselenggara berkat kerja sama antara Puskesmas Waingapu, SMP Muhammadiyah, dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sumba Timur. Petugas vaksinator dari Puskesmas Waingapu diketuai oleh William dan Anggi serta dibantu oleh beberapa tenaga medis lainnya.

Dari 180 dosis vaksin yang disiapkan, sebanyak 90% dari keseluruhan siswa yang memperoleh vaksinasi, sedangkan masyarakat sekitar mencapai 20%. Adapun jenis vaksinnya yaitu Pfizer dan Sinovac untuk dosis 1 dan 2.

Pada kesempatan tersebut, anggota PDA Sumba Timur tampak sigap dalam membagikan masker kepada pelajar sebagai peserta vaksinasi. Sebagaimana diketahui bahwa masker sangat bermanfaat di kala pandemi Covid-19 seperti saat ini. Di antara manfaat masker tersebut adalah mengurangi risiko penularan virus, mencegah penyebaran tanpa gejala, dan melindungi diri dan orang lain dari virus Covid-19.

Baca Juga: Virus Varian Omicron Terdeteksi di Indonesia, Dokter Corona Ingatkan Masyarakat Disiplin Prokes

Elji, salah satu siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Waingapu sangat senang dengan adanya vaksinasi bagi para pelajar. Dirinya mengatakan bahwa dengan vaksinasi, tubuh akan memiliki ketahanan yang lebih terhadap Coronavirus. Sudah merasakan setahun lebih belajar daring akibat kasus Covid-19 yang terus ada, dirinya merasa bosan jika hanya belajar dari rumah.

“Lebih menyenangkan jika bisa belajar bersama teman-teman di sekolah,” ujarnya. Oleh karena itu, harapannya agar semua pelajar sudah mendapatkan vaksinasi lengkap sehingga bisa mengikuti kegiatan tatap muka di sekolah.

Rahim Igo selaku Kepala SMP Muhammadiyah Waingapu mengatakan bahwa dari total siswa 147 orang, sebanyak 127 orang siswa telah memperoleh vaksinasi. Jumlah sisanya mempunyai alasan kesehatan dan usia yang belum mencapai 12 tahun. Ada juga siswa yang melakukan vaksinasi secara mandiri, namun tidak lebih dari 5 orang.

Dirinya mengatakan bahwa vaksinasi dilakukan untuk membentuk kekebalan komunal di lingkungan sekolah terhadap Covid-19. Harapannya, anak-anak pelajar yang telah memperoleh vaksin, akan terbentuk kekebalan terhadap Covid-19 sehingga bisa masuk sekolah normal pada semester genap di tahun 2022. (Biatin Wiyono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *