Berita

PDM Kabupaten Tegal Adakan Pengajian Kuliah Dhuha

Tegal, Suara ‘Aisyiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tegal adakan pengajian Ramadan kuliah dhuha pada Ahad (3/4) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Tegal. Pengajian ini dihadiri ratusan jamaah warga Muhammadiyah, terdiri dari para Guru TK/TPQ Muhammadiyah se-Kabupaten Tegal dan karyawan RSI PKU Muhammadiyah Tegal, serta para Anggota Pleno Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah, dan Pimpinan Ranting se-Kabupaten Tegal, serta Majelis/Lembaga PDM Kabupaten Tegal.

Dalam sambutanya, Samsul Huda dari PDM Kabupaten Tegal menjelaskan bahwa selama bulan Ramadhan, pengajian kuliah dhuha aktif diselenggarakan oleh PDM Kabupaten Tegal setiap hari Ahad, dan para jamaahnya digilir mulai dari unsur pimpinan Muhammadiyah hingga pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah. Samsul Huda juga mengajak agar selama bulan Ramadhan, umat Islam mendidik diri untuk menjadi orang yang bertakwa.

Pengajian ini menghadirkan Nurbini dari PDM Kota Semarang. Ia mengatakan, Muhammadiyah melalui dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid terus berkiprah tidak kenal lelah dalam mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, yang muaranya adalah menjadikan Indonesia sebagai negara dan bangsa merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Baca Juga: Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi Was Syahadah

Muhammadiyah sebagai kekuatan nasional sejak awal berdirinya pada tahun 1912, kata Nurbini, telah berjuang dalam pergerakan kemerdekaan dan melalui para tokohnya terlibat aktif mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Setelah Indonesia merdeka, pada berbagai periode pemerintahan hingga periode reformasi, pengabdian Muhammadiyah terhadap bangsa dan negera terus berlanjut.

Nurbini menyebutkan peran Muhammadiyah dalam kebangsaan, yakni: Muhammadiyah sejak kelahirannya adalah gerakan kebangsaan. Sebelum kemerdekaan Muhammadiyah sudah terlibat bahkan mempelopori gerakan kebangsaan, dalam rangka mendorong kemerdekaan Indonesia. Muhammadiyah telah melakukan apa yang disebut mencerdaskan kehidupan bangsa sejak periode awal berdirinya, dengan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan, kesehatan, dan sosial. Peran kebangsaan Muhammadiyah adalah dalam rangka mengamalkan “ayat Muhammadiyah”, surat Ali Imran ayat 104.

Muhammadiyah memberikan sumbangan besar di dalam upaya-upaya mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengembangkan politik Islam yang berwawasan kebangsaaan di tengah pertarungan berbagai ideologi dunia. (Hendra A/sb)

Related posts
Berita

Mubaligh Muhammadiyah Diminta Aktif Berdakwah di Dunia Maya

Tegal, Suara ‘Aisyiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tegal mengadakan pengajian kuliah dhuha di bulan Ramadhan pada Ahad (24/4). Pengajian yang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.