Pemahaman Pokok-Pokok Ajaran Islam (2)

Kalam 23 Jul 2020 0 63x

Lanjutan dari Pemahaman Pokok-Pokok Ajaran Islam (1)

Bidang Akhlak

Ahlaq atau budi pekerti , ialah  tentang perilaku manusia, menjadi identitas  bagi seorang Muslim.  “Ad diinu husnul khuluq“  yang artinya  “Agama itu adalah budi  pekerti yang baik .“ al-Qur ‘an menegaskan bahwa dalam diri Rasulullah terdapat budi pekerti yang agung (al-Qalam  [68]:  4 )dan Nabi Muhammad sebagai suri tauladan  bagi orang-orang beriman (Qs. al-Ahzab [33]: 19) . 

Bidang  Akhlakmencakup akhlak kepada Allah ialah, takwa, bersyukur, rela atas cobaan, optimis, tawakal.   Akhlak kepada Rasulullah, ialah, memuliakan Rasulullah, mencintai dengan mengikuti jejaknya, membaca shalawat. Akhlak kepada diri sendiri /pribadi ialah, memelihara diri, menjaga kehormatan diri, sidiq, amanah. Akhlak kepada sesama manusia, berta‘aruf, saling kenal, bertafahum (saling memahami), berta‘awun (kerjasama, tolong menolong).

Demikian  juga kepada alam semesta (tumbuhan, binatang dll). Bidang akhlak ini berbeda dengan Aqidah dan Ibadah. Artinya bidang ini bisa diperluas sesuai dengan budaya, dan situasi, asalkan tidak melanggar ketentuan hukum Islam. Misalnya menghormati tamu, pelaksanaannya bisa sesuai dengan budaya adat istiadat, tetapi tidak melanggar hukum. Misalnya menjamu tamu disesuaikan dengan budaya, tetapi tidak dengan minuman keras. Di sini adanya kebebasan berfikir, mengembangkan budaya yang sesuai dengan ajaran Islam. 

Mu’amalah

Mu‘amalah adalah masalah kehidupan keduniaan. Al-Qur’an menyebutkan “urusanmu dimusyawarahkan diantaramu” (Qs. Syura [42]: 38). Rasulullah saw ketika ditanya seseorang tentang menyilang tanaman kurma , beliau menjawab :  “Kamu lebih tahu tentang urusan duniamu”.

Ayat- ayat al-Qur‘an hanya memberikan garis besar dan beberapa  tuntunan  apa yang dikhawatirkan membahayakan manusia (larangan makan barang haram). Demikian pula  disebutkan dalam Hadist berupa contoh, larangan dan anjuran. Anjuran /keutamaan   merupakan  perbuatan yang terpuji. Pola pikir dalam bidang Mu‘amalah ini ialah “urusan dunia silahkan  mau apa saja, kecuali yang dilarang .“ 

Bidang Mu‘amalah sangat luas cakupannya. Diantaranya  masalah mencari nafkah, pernikahan , pendidikan/mencari ilmu, pergaulan/organisasi, pemerintahan, pengadilah, amalan sosial dan lain sebagainya. Bidang mu‘amalah ini  akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan  budaya, science, ilmu pengetahuan serta situasi dunia . Oleh karena itu lebih dari separuh ayat -ayat al-Qur’an memberi tuntunan masalah mu‘amalah.

Meskipun bukan pengekangan namun bersifat rambu-rambu menjaga keselamatan manusia itu sendiri.  Misalnya larangan minum khamer, berzina, berjudi, riba,  dan lain sebagainya.  Adapun  tentang berbusana,  Allah menjelaskan peran pakaian: “Hai bani Adam sungguh Aku menurunkan bagimu pakaian yang indah serta untuk perhiasan,… “ (Qs al-A‘Rof [7]: 26)

Sejauh mana pakaian wanita Rasululloh memberi isyarat bahwa untuk kaum wanita, menutup seluruh tubuh kecuali muka dan kedua tangan. Pemahaman menutup muka (hanya mata saja yang tampak ), dan mewajibkan dirinya memakai warna tertentu jelas tidak berdasar Qur‘an maupun Hadist.  Rasululloh bersabda  “Senyummu adalah sedekah”, maka jelas bagi yang menutup muka  tentu saja tidak  bisa mengamalkan  ajaran senyum sesama manusia.

Bicara tidak jelas, wajah tak bisa dikenali, maka habbluminannas dan berta‘awun tak terfasilitasi. Padahal masalah mu‘amalah/berbusana  bisa dikembangkan sesuai dengan budaya asal memenuhi syarat. Dalam masalah mu‘amalah ini sering masalah budaya dianggap sebagai sunnah, lalu dipakai sebagai ‘label Islam yang khusyu‘. Padahal yang penting kelurusan  Aqidah dan Ibadah yang benar-benar sesuai dengan tuntunan. (UG).

Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Suara ‘Aisyiyah Edisi 3 Maret 2016, Rubrik Kalam, hlm. 14-15.

Leave a Reply