Sains dan Tekno

Pemanfaatan YouTube sebagai Media Dakwah Aisyiyah di Era Digital

youtube

Oleh: Ulya Rosyeda

Perkembangan teknologi sudah semakin cepat. Digitalisasi dengan kecepatan akses jaringan internet dan kecerdasan buatan menguasai kehidupan manusia di berbagai bidang. Kita telah memasuki peradaban baru dengan kemajuan intelektualitas dengan berbagai kemudahannya. Revolusi industri 4.0 dan era society 5.0 yang memunculkan tren baru di bidang teknologi informasi dan komunikasi adalah dua peradaban baru dan merupakan tantangan besar yang dihadapi masyarakat Indonesia.

Revolusi industri 4.0 merupakan perkembangan teknologi yang mengarah pada otomasi dan pertukaran data terkini secara mudah dan cepat melalui sistem, internet, komputasi awan dan komputasi kognitif. Adapun society 5.0 lebih fokus pada konteks kehidupan manusia sebagai komponen utamanya. Dampak keduanya adalah informasi yang sampai pada masyarakat kadang menjadi tanpa filter dan terjadi infiltrasi budaya asing. Selain itu berisiko pada terpaparnya paham-paham ideologi yang keluar dari kaidah agama dan ciri khas kebudayaan bangsa Indonesia yang sebenarnya.

Era digital memungkinkan melipat kendala jarak, ruang, dan waktu. Hal ini menuntut pengguna untuk cerdas menggunakan perangkat dan media yang ada, sehingga dampak mengecilkan potensi manusia dan menggerus jati diri kemanusiaan dapat diminimalisir. Kondisi demikian menuntut para dai sebagai penebar amar ma’ruf nahi munkar dapat mengembangkan dakwah secara transformatif, kreatif, dan adaptif. Seorang dai akan menjadi konten kreator memaksimalkan teknologi dan media sosial yang dapat menyentuh mad’u di semua kalangan.

‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan berkemajuan tentu akan mengambil peran dalam dakwah di era digital ini dengan memaksimalkan teknologi dan sosial media yang ada sebagai sarana untuk mencapai sasaran dakwah. Konten dapat berupa tulisan, gambar, ilustrasi maupun gambar bergerak berisikan materi dakwah yang mudah dicerna dan tepat sasaran. Semua ini dibangun dengan konsep visual yang dapat menarik mad’u memahami materi dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Ada tiga hal metode dakwah Islam, yaitu berdakwah dengan bijaksana, memberikan pengajaran, pendidikan dan teladan yang baik serta berdialog atau bertukar pikiran secara baik. Ketiga hal ini bisa kita munculkan dalam konten dakwah digital di aplikasi apapun.

Baca Juga: Era Digital dan Perempuan Berkemajuan

Teknologi memudahkan dan membuat dekat dengan masyarakat. Sekarang sudah banyak tercipta berbagai aplikasi berbasis jaringan sosial, karena teknologi dalam dunia komunikasi digital yang semakin berkembang. Materi dakwah bisa kita kenalkan melalui berbagai platform media sosial. Riset dari DataReportal menunjukkan bahwa jumlah pengguna media sosial Indonesia mencapai 191,4 juta pada Januari 2022. Angka ini meningkat 21 juta atau 12,6 persen dari tahun 2021. DataReportal juga menyusun daftar media sosial paling populer di Indonesia, yang puncaknya diduduki oleh YouTube.

YouTube yang merupakan sebuah aplikasi yang berfokus pada konten video dan musik, bisa memberikan dampak besar dalam memengaruhi pola pikir penggunanya. Pengguna YouTube berasal dari berbagai kalangan, mulai usia anak-anak hingga orang dewasa. Rata-rata dari pengguna aplikasi tersebut untuk sekadar melepas penat setelah bekerja atau sekolah. Namun dengan adanya pandemi, banyak bermunculan akun YouTube baru yang memungkinkan pembelajaran daring melalui konten YouTube. Tidak hanya itu, aplikasi ini juga sering digunakan oleh beberapa bisnis kecil untuk mempromosikan produknya. Hal ini juga menjadi peluang dakwah agar aktivitas dakwah ‘Aisyiyah dapat menyentuh lintas sektoral dan lintas geografi secara lebih luas lagi.

Penggunaan media sosial YouTube akan bermanfaat jika diisi dengan konten positif dan mengajak pada kebaikan. Maka sudah seharusnya para dai mengambil peran dengan membuat konten-konten yang mendidik serta mampu mengubah cara berpikir penonton agar dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata. Melalui hal tersebut diharapkan masyarakat Indonesia mendapatkan konsumsi hiburan yang tetap mengandung pesan tersirat yang disampaikan melalui konten hingga menjadi sebuah teladan untuk ditiru dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Norma Sari (Wakil Ketua MPK PP ‘Aisyiyah) dalam acara Kajian Indahnya Cahaya Islam pada tanggal 1 Oktober 2021 di channel YouTube Majelis Tabligh PPA, ada beberapa tantangan global yang harus dihadapi dalam dunia dakwah.  Sepuluh tantangan global tersebut adalah isu globalisasi, maraknya migrasi, adanya revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi, persoalan eksplorasi alam semesta, munculnya kajian-kajian evolusi genetika, pendidikan di ranah publik dan literasi, peningkatan pemahaman harkat dan martabat manusia, adanya interaksi antar keyakinan, konsep kesetaraan antar bangsa, dan kesetaraan gender. Tantangan yang banyak tersebut harus berbanding lurus dengan peluang dan kesempatan untuk berkembangnya dakwah Islam.

Dakwah adalah kewajiban bagi setiap muslim, baik itu laki-laki maupun perempuan, baik secara perorangan maupun persyarikatan. ‘Aisyiyah memanfaatkan kesempatan dan peluang dengan berkontribusi aktif dalam membuat konten dakwah digital. ‘Aisyiyah mempunyai kader muda yang bisa diajak bersinergi dengan kader senior dalam memberdayakan penggunaan jejaring sosial untuk dakwah. Misalnya dengan membuat kajian yang menarik dan berbobot serta live streaming kajian di beberapa tempat. Hal ini tentu perlu dibantu oleh tim kreatif dari generasi mudanya dengan memaksimalkan kemampuan kreatifitas mereka dalam desain grafis maupun visual. Kreativitas desain yang handal dari pembuatan poster atau thumbnail YouTube akan membuat masyarakat umum tertarik untuk melakukan klik dan menerima informasi adanya konten positif ini dengan cepat.

Pemanfaatan jejaring sosial yang lain seperti WhatsApp, Telegram, Facebok, Instagram, dan Twitter bisa digunakan sebagai media sosialisasi dari konten YouTube yang dibuat. Dengan itu konten akun ‘Aisyiyah yang dibangun bisa menempati hati pengguna dan menambah penggemar dengan like, share, dan subscribe-nya. Namun tantangan ‘Aisyiyah selanjutnya adalah tentang bagaimana dakwah bisa dengan mudah diterima dan disukai seterusnya oleh kalangan anak muda.

Baca Juga: Dakwah Digital dan Content Creator, Bagaimana Anak Muda Mengubah Konten Keislaman?

Biasanya anak muda akan mencari kesenangan di media sosial ataupun tontonan di internet. Sangat disayangkan jika anak muda Islam lebih banyak terpapar tontonan yang tidak bermanfaat karena kurangnya ketersediaan konten positif yang bisa ditonton. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh dakwah digital ‘Aisyiyah dengan membuat acara yang tidak hanya sekadar kajian ceramah, tetapi dikemas dengan acara lain yang kekinian.

Agenda untuk membuat bervariasi sebuah konten YouTube bisa dengan membuat film pendek inspiratif, web series, kajian dengan kemasan podcast, serta ceramah singkat yang komunikatif dan interaktif. Generasi milenail ‘Aisyiyah juga perlu memahami sinematografi dan produksi dalam pembuatan konten YouTube-nya. Produksi konten sangat perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar akun media YouTube bisa terus eksis di hati penggemar.

Hal utama dalam dakwah digital yang lain yaitu niat semata mengharap rida Allah agar produk yang dihasilkan tetap berkah dan mewarnai kebaikan untuk semesta. Bukan karena mengejar target monetisasi dan viral atau rating semata. Semoga dakwah digital oleh ‘Aisyiyah di seluruh penjuru dunia memberikan wujud nyata menegakkan Islam sasuai zaman dengan berpedoman al-Quran dan as-Sunah.

Related posts
Berita

Srikandi Aisyiyah Diharapkan Dapat Menjawab Tantangan di Era Digital

Surakarta, Suara ‘Aisyiyah – Universitas ‘Aisyiyah Surakarta (AISKA) menggelar Webinar Pra-Muktamar ‘Aisyiyah Ke-48 dengan tema “Penguatan Gerakan “Aisyiyah untuk Pencerahan Perempuan Berkemajuan…
PerempuanWawasan

Era Digital dan Perempuan Berkemajuan

Oleh: Nazaruddin Latif Era digital menghadirkan tantangan yang luar biasa bagi gerakan perempuan berkemajuan. Perkembangan teknologi media yang canggih membawa perubahan fundamental…

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.