Pembukaan Pesantren Covid-19 Shelter MCCC Universitas Muhammadiyah Kudus

Berita 16 Jun 2021 0 160x
Peresmian Shelter Covid-19 Muhammadiyah Kudus

Peresmian Shelter Covid-19 Muhammadiyah Kudus

Kudus, Suara ‘Aisyiyah – Mengantisipasi meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus akibat ditemukannya varian baru Covid-19, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus bekerja sama dengan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), Lazismu, Universitas Muhammadiyah Kudus, dan Rumah Sakit ‘Aisyiyah Kudus menyiapkan dukungan tempat penampungan sementara (shelter) untuk isolasi mandiri di Asrama Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU). Shelter Covid-19 yang dinamai “Pesantren Covid-19 Shelter MCCC UMKU” ini berlokasi di Jl. Ganesha 1 Purwosari Kudus. Shelter tersebut memiliki kapasitas untuk menampung 32 orang terkonfirmasi positif Covid-19 bergejala ringan.

Ketua Pengelola Shelter Covid-19 UMKU Rizka Himawan menegaskan bahwa pihak pengelola Shelter tidak bisa menerima secara langsung warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 untuk isolasi mandiri di Shelter. “Kami hanya menerima pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bergejala ringan dari RS ‘Aisyiyah Kudus, setelah pasien tersebut di-screening dan direkomendasi oleh tim kesehatan dari RS ‘Aisyiyah Kudus,” ungkapnya pada Rabu (16/6). Terkait SDM pengelola Shelter ini, ia menjelaskan, selain didukung oleh UMKU dan RSA, juga akan dibantu relawan Muhammadiyah dari berbagai Majelis, Lembaga, dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah Kudus.

“Adanya varian baru yang masuk ini menjadikan penanganan yang dilakukan dari hulu ke hilir rasanya jalan di tempat, angkanya terus meningkat, ini yang membuat kita prihatin. Maka mau tidak mau, siap tidak siap, ini adalah kewajiban kita bersama berperan melawan pandemi,” ungkap Hilal Ariadi selaku Direktur Rumah Sakit ‘Aisyiyah (RSA) Kudus pada hari Selasa (15/6).

Baca Juga: Jihad Pandemi Covid-19 ‘Aisyiyah

Selama di Shelter, ia menambahkan, tim kesehatan dari RSA akan memantau perkembangan pasien melalui visit dokter setiap hari. Jika ditemukan ada gejala yang berat, maka akan disediakan ambulan untuk mengantar ke IGD RS, untuk dilanjutkan pemeriksaan. Jika setelah diperiksa ternyata harus isolasi mandiri, maka pasien dikembalikan ke shelter, dan jika kondisinya gawat maka akan dirawat inapkan di RS.

Rusnoto selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Kudus menyampaikan bahwa selama proses perencanaan pembukaan Shelter ini, tim Shelter Covid-19 Muhammadiyah telah berkoordinasi dengan Bupati Kudus, Satgas Covid-19, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus. “Bupati Kudus dan jajarannya menyambut baik pembentukan Shelter Covid-19 di Universitas Muhammadiyah Kudus ini, dan beliau (Bupati) berkenan hadir untuk meresmikan pembukaan Shelter Covid-19 hari Rabu di Universitas Muhammadiyah Kudus,” terangnya. Adapun Pesantren Covid-19 Shelter MCCC UMKU akan siap beroperasi pada Kamis (17/6) mendatang. (Farah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *