Pemenuhan Hak Lansia, Berdayakan Dengan Bercocok Tanam di Masa Pandemi

Berita 26 Sep 2020 0 70x

Jepara, Suara ‘Aisyiyah- Lanjut Usia (Lansia) yang mengalami keterlantaran sosial menjadi perhatian khusus. Terlebih wabah pandemi belum juga usai. Maka dari itu, diharapkan kepara pendamping lansia tidak hanya sekedar mendampingi lansianya saja, namun penting juga untuk memberikan edukasi kepada keluarganya yang didampingi. Lansia tidak hanya sebagai objek semata, namun diperankan sebagai subjek agar lansia tersebut merasa dihargai, dihormati serta diberdayakan.

Indonesia menerapkan dalam undang-undang 13 tahun 1998 bahwa yang dapat dikatakan lansia yaitu yang sudah berusia 60 tahun keatas. Maka dari itu sasaran lanjut usia dalam perlindungan khusus berusia 60 tahun ke atas, miskin dan mengalami kondisi darurat. Adapun tujuan dari pendampingan lansia dalam perlindungan khusus yaitu pemenuhan hak kepada lanjut usia, Aksesibilitas kepada lanjut usia dan melindungi lanjut usia yang memiliki resiko sosial.

Aktivis PCA Tahunan Jepara sekaligus LLHPB PDA Jepara, ialah Turiyati. Lansia yang ditengah pandemi, mengisi waktu luangnya dengan bercocok tanam di belakang rumahnya dengan dampingan keluarga. “Lahan pekarangan ditanami berbagai macam tanaman baik sayur-mayur, buah maupun tanaman obat, daun kelor, binahong, belimbing wuluh, serai, pandan wangi, pepaya, pisang dan masih banyak lagi,” terangnya.

Tidak ketinggalan pula, pengeringan daun kelor, “Untuk pengganti teh celup, daun kelor dipetik kemudian diangin anginkan sampai kering,dibagikan kepada siapapun yang membutuhkan, silakan mampir ke rumah,” harapnya. Meskipun sudah lanjut usia namun semangat juangnya luar biasa.

Hingga, gayung bersambut menindaklanjuti himbauan dari posko MCCC wilayah Jateng. Bahwa setiap daerah harus membentuk gugus tugas keluarga tangguh covid (katavid). Sehingga semua praktik, baik yang dilakukan oleh ibu-ibu Aisyiyah terwadahi. (Deny Ana I’tikafia)

Leave a Reply