Pemerintah Minta Masyarakat Tidak Perlu Pilih-Pilih Jenis Vaksin

Berita 25 Agu 2021 0 67x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Bulan Agustus ini, Indonesia menambah ketersedian vaksin dengan jumlah yang cukup banyak.  Penambahan itu bertujuan untuk mempercepat proses vaksinasi bagi masyarakat Indonesia.

Keterangan tersebut disampaikan Siti Nadia Tarmizi selaku Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan RI dalam siaran langsung di akun YouTube @RRI NET OFFICIAL pada Senin (23/8). Kegiatan bertema “Perkembangan Seputar Vaksinasi Covid-19” itu juga mengundang Reisa Broto Asmoro selaku Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru.

Nadia menjelaskan bahwa peningkatan jumlah ketersediaan vaksin bertujuan untuk mencukupi kebutuhan vaksin bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, sehingga tidak ada lagi pembatasan kuota bagi masyarakat untuk vaksin.

Selain jenis vaksin Sinovac dan AstraZaneca, saat ini terdapat pula jenis vaksin Sinopharm, Moderna, dan Pfizer yang digunakan di Indonesia. Nadia mengingatkan bahwa masyarakat tidak perlu memilih-milih jenis vaksin. Menurutnya, “vaksin yang baik adalah yang tersedia saat ini”.

Sementara itu, Reisa Broto Asmoro dalam kegiatan itu menjelaskan tentang efikasi vaksin. Menurutnya, secara definitif, efikasi merupakan “tingkat kemanjuran vaksin yang dihitung melalui persentase”. Angka efikasi menunjukkan adanya penurunan kemungkinan penyakit dari kelompok yang sudah divaksin dengan yang belum divaksin.

Menurut Reisa, WHO (World Health Organization) menetapkan batas efikasi dari vaksin adalah minimal 50%. Di Indonesia, dari lima jenis vaksin yang ada, angka efikasinya lebih dari 50% dan telah mendapatkan izin dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) RI.

Baca Juga: Apakah Vaksin Dapat Melindungi Kita dari Covid-19?

Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat tidak memilih jenis vaksin yang telah disediakan pemerintah, karena setiap jenis vaksin yang ada di Indonesia memiliki fungsi yang sama dan telah mendapatkan izin dari organisasi kesehatan dunia.

“Dari berbagai penelitain menunjukkan berbagai jenis vaksin yang ada di Indonesia ini benar-benar terbukti efektif untuk mengurangi tingkat pasien yang harus dirawat di rumah sakit dan meminimalisir risiko kematian,”  jelas Reisa.

Tentang Moderna dan Pfizer, Nadia menjelaskan bahwa dua jenis vaksin yang baru didatangkan itu akan diberikan kepada seluruh masyarakat di Indonesia. Jenis vaksin ini juga menjadi prioritas bagi ibu hamil dengan usia kandungan 13 minggu ke atas dan masyarakat yang mengidap komorbid (penyakit penyerta selain penyakit utama yang diderita seseorang).

Selain itu, ia menjelaskan bahwa vaksin Moderna juga diperuntukkan bagi tenaga kesehatan yang harus mendapatkan dosis ketiga. Hal ini mengingat potensi mereka terpapar cukup tinggi sebab berinteraksi langsung dengan pasien Covid-19. Dosis ketiga, menurutnya, hanya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan, bukan untuk masyarakat umum.

“Kami tegaskan kembali tidak ada pemberian dosis ketiga kepada masyarakat umum. Pemberian dosis ketiga Moderna hanya dilakukan kepada tenaga kesehatan ataupun jenis vaksin lainnya. Lebih baik, saat ini kita saling berbagai dan membantu teman-teman dan saudara-saudara kita untuk mendapatkan vaksin dosis pertama dan kedua,” jelas Siti. (cheny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *