Berita

Pendidikan Seksual Sejak Dini Harus Diajarkan Sejak Dini

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah  Jumat (17/9), channel YouTube @Parentalk ID mengadakan live streaming dengan mengusung tema “Mengajarkan Pendidikan Seks Sejak Dini” dengan menghadirkan Samanta Elsener (Psikolog Anak dan Keluarga) sebagai narasumber.

Dalam kesempatan tersebut, Samanta menjelaskan bahwa pendidikan seksual pada anak dapat dilakukan sejak bayi, misalnya dengan cara menggantikan popoknya atau dengan cara memandikannya dengan permisi. Meski begitu, ia menjelaskan bahwa memberikan pendidikan seksual kepada anak ada tahap-tahapnya, sesuai dengan usia anak.

Samanta menambahkan, ketika orang tua mengenalkan nama organ vital kepada anaknya, tidak dianjurkan untuk mengganti-ganti namanya dengan nama apapun. Penyebutan nama organ vital sesuai dengan nama biologisnya merupakan suatu bentuk respek anak terhadap diri sendiri. Saat orang tua memberi pendidikan tentang organ vital kepada anaknya, ia juga harus mengajarkan cara membersihkan dan menjaga kebersihannya agar terhindar dari kuman dan bakteri.

Baca Juga: Pendidikan Seksual dan Kesehatan Reproduksi bagi Anak

Dalam rangka mengajari anak untuk menolak bagian tubuh sensitivnya disentuh oleh orang lain, orang tua bisa mencoba metode roleplay. Contohnya, orang tua dan anak membuat skenario, tiba-tiba ibu menjadi orang asing yang tidak dikenal anak. Kemudian ibu menyentuh salah satu anggota tubuh sensitiv anak dan anak bilang: “tidak, tidak boleh”. Kalau ibu masih memaksa, anak bisa menepis tangannya, dan kalau masih juga memaksa, sang anak harus teriak lalu kabur cari pertolongan. Orang tua dapat membekali anak dengan stimulasi-stimulasi tersebut. Pada waktu bersamaan, orang tua juga perlu mengawasi anaknya di mana pun ia berada.

Samanta juga menyampaikan tips bagi orang tua yang memiliki anak kecil dalam rangka mengajarkan pendidikan seks. “Kalau baru lahir kita mengajarkan konsep permisi ketika membersihkan organ intimnya, atau saat memandikan anak. Sebisa mungkin, kalau ada dua anak yang kelaminnya berbeda, (memandikannya, -ed) juga berbeda waktunya. Kalaupun sama, batasannya usia tiga tahun empat tahun maksimal sudah tidak bisa mandi bareng, kalau sesekali kayak main air, its oke,” ujar Samanta. (fathia)

Related posts
Keluarga

Pentingnya Pendidikan Pranikah Sebelum Mengarungi Bahtera Rumah Tangga

Menikah adalah fitrah manusia. Setiap insan yang memiliki akal yang sehat pastinya memiliki keinginan untuk menikah. Tentunya menikah pada waktu yang tepat,…
Parenting

Mengolah Stres Pada Anak

Dewasa ini media sosial sering dihiasi dengan postingan-postingan bernuansa sendu, mulai dari masalah putus hubungan, masalah pekerjaan, hingga masalah perceraian. Postingan yang…
Berita

Majelis Tabligh PWA DIY dan PDA Bantul Gelar Bimwin Balita: Kuatkan Kesakinahan Berkeluarga

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Majelis Tabligh (MT) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerja sama dengan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA)…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.