Pendidikan untuk Membangun Kemandirian Mental dan Material (1)

Pendidikan 7 Mar 2020 0 366x

Oleh: Dr. Hj. Hibana Yusuf (Anggota Majelis Tabligh PP ‘Aisyiyah)

Kualitas suatu bangsa erat kaitannya dengan kualitas pendidikan. Kualitas  masyarakat, keluarga, dan diri individu juga tidak lepas dari kualitas pendidikan. Pendidikan yang baik memberikan peluang untuk kehidupan yang lebih baik. Pendidikan yang baik mampu mengarahkan seseorang untuk berjiwa mandiri, bertanggung jawab, dan tidak menggantungkan diri pada orang lain.

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk membantu mengembangkan potensi individu agar bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat yang lebih luas. Pendidikan dipandang sebagai jalan menuju kemandirian dan kemakmuran. Karena setiap manusia sesungguhnya telah dibekali oleh Allah Swt berupa kemampuan dan potensi luar biasa, yang dapat dikembangkan hingga tak terbatas. Namun tidak semua orang menyadari akan kemampuan yang dimiliki, dan tidak semua orang mampu mengaktualisasikan potensi yang ada pada dirinya. Manusia sendirilah yang membatasi kemampuannya. Pendidikan membuka jalan untuk pengembangan potensi lebih lanjut, baik secara jasmani maupun rohani, secara material maupun spiritual.

Pendidikan berarti belajar, pendidikan berarti menuntut ilmu. Islam sangat menghargai umatnya yang mau menuntut ilmu, karena ilmu adalah pembuka jalan kemudahan dan kebaikan. Dunia dicapai dengan ilmu, akhirat juga dicapai dengan ilmu. Allah memberikan penghargaan yang amat tinggi bagi orang yang mau menuntut ilmu. Sebagaimana dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw dalam Hadisnya.

“Barang  siapa yang melakukan perjalanan untuk menuntut ilmu, maka Allah memudahkan baginya jalan menuju surga. Sungguh, malaikat  membentangkan sayapnya  untuk (menaungi)  orang yang menuntut  ilmu, karena  puas dengan apa yang  dilakukannya, dan penghuni langit dan bumi, sampai ikan  yang  ada di lautan pun, senantiasa  memohonkan ampun kepada orang yang berilmu. Kelebihan orang  yang  berilmu atas  orang  yang  tekun beribadah adalah bagaikan kelebihan bulan purnama terhadap  bintang-bintang  yang  lain. Sungguh,  para ilmuwan  adalah  ahli waris nabi-nabi dan para nabi tidak  mewariskan dinar dan dirham (kekayaan duniawi). Tetapi, para nabi mewariskan ilmu pe-ngetahuan. Karena itu, barang siapa yang mengambil bagian (dalam menun­tut) ilmu, maka dia telah mengambil  bagian  yang  sempurna.” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dari Abu Darda’)

Ilmu didapat melalui proses pendidikan. Melalui pendidikanlah harkat dan martabat manusia bisa diangkat. Di Indonesia, tujuan pendidikan amatlah mulia, yakni pertama untuk meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa. Setelah itu baru meningkatkan kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian, dan mempertebal semangat kebangsaan. Ketakwaan kepada Allah Swt menjadi landasan bagi pengembangan aspek-aspek yang lainsekaligus menjadi muara tujuan akhir dari pengembangan segenap kemampuan yang dimiliki. Karena sesungguhnya tujuan utama dari penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. Sebagaimana firman-Nya, “dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali agar mereka beribadah kepadaku

Melalui pendidikanlah terbuka segala potensi yang terpendam, karakter kepribadian dapat dibangun dan  dikembangkan, dan berbagai prestasi dapat diukir. Sistem pendidikan yang mantap, diiringi dengan proses pendidikan yang baik akan mampu menghasilkan peserta didik yang mumpuni. Ia akan terus bertumbuh dan berkembang hingga menjadi pribadi yang cakap, mandiri, dan percaya diri.

Tulisan ini pernah dimuat pada Majalah Suara ‘Aisyiyah Edisi Januari 2016, Rubrik Kalam

Sumber Ilustrasi :https://news.detik.com/berita/d-4820302/siap-siap-masuk-ptn-simak-dulu-info-penting-soal-registrasi-ltmpt

Leave a Reply