Penerapan K3RS, RSU Aisyiyah Padang Terima Kunjungan Majelis Kesehatan PP Aisyiyah dan Kesjaor Kemenkes RI

Berita 11 Nov 2021 1 70x

Padang, Suara ‘Aisyiyah – Terkait pendampingan implementasi keselamatan dan kesehatan kerja Rumah Sakit dan Kesehatan Kerja, Rumah Sakit Umum ‘Aisyiyah (RSUA) Padang menerima kunjungan Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah dan Olahraga Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI di Aula rumah sakit setempat, Kamis (11/11). RSUA Padang merupakan salah satu dari 100 rumah yang dikunjungi Kesjaor PP Aisyiyah dalam penerapan K3RS.

Hadir Ketua PW ‘Aisyiyah Sumbar Meiliarni Rusli, Direktur Aisyiyah Padang Selvi. Hadir juga sebagai narasumber Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Chairunnisa dan Kesjaor Kemenkes RI Wening. Dalam kesempatan tersebut, Khairunnisa mengatakan bahwa yang perlu diperhatikan dalan penerapan K3 adalah kebijakan dan dana dengan zero accident. Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan peran strategis karyawan di rumah sakit. Zero accident akan meningkatkan citra rumah sakit

Sosialisasi diawali dengan presentasi hasil self-assesment yang masuk berdasarkan form yang diminta melalui Google Form dari tim pendampingan implementasi keselamatan dan kesehatan bagi RSUA Padang. Dengan meningkatnya pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan oleh masyarakat, jelas Khairunnisa, maka tuntutan pengelolaan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit (K3RS) semakin tinggi.

Sumber Daya Manusia (SDM) Rumah Sakit, pengunjung/pengantar pasien, pasien, dan masyarakat sekitar Rumah Sakit harus mendapatkan perlindungan dari gangguan kesehatan dan kecelakaan kerja, baik sebagai dampak proses kegiatan pemberian pelayanan maupun karena kondisi sarana dan prasarana yang ada di Rumah Sakit yang tidak memenuhi standar.

Pendeteksian dini dalam self-assessment risiko Covid-19 diberikan melalui beberapa pertanyaan seputar pemeriksaan kesehatan terhadap gejala-gejala virus menular itu.

“Ketika berperilaku K3 dilakukan dalam lingkungan rumah, diharapkan perilaku selamat dan sehat menjadi kebiasaan yang dilakukan secara otomatis, sukarela, dan tanpa harus diperintah atau diawasi oleh orang lain,” imbuhnya.

Baca Juga: Dakwah Kesehatan dalam Kongres Bayi Aisyiyah

Rumah Sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan karakteristik tersendiri yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan, kemajuan teknologi, dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang harus tetap mampu meningkatkan pelayanan yang lebih bermutu dan terjangkau oleh masyarakat agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

“Harus ada strukturnya dan orangnya yang menekuni soal K3. Perlu ada kebijakan dalam penerapan K3 secara komprehensif,” tuturnya.

Rumah Sakit dituntut menerapkan K3. Selain dituntut mampu memberikan pelayanan dan pengobatan yang bermutu, Rumah Sakit juga dituntut harus melaksanakan dan mengembangkan program K3 di Rumah Sakit (K3RS) seperti yang tercantum dalam buku Standar Pelayanan Rumah Sakit dan terdapat dalam instrumen akreditasi Rumah Sakit.

Dalam Undang-Undang No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan, khususnya pasal 165, berbunyi: “pengelola tempat kerja wajib melakukan segala bentuk upaya kesehatan melalui upaya pencegahan, peningkatan, pengobatan dan pemulihan bagi tenaga kerja”.

Berdasarkan pasal tersebut, maka pengelola tempat kerja di Rumah Sakit mempunyai kewajiban untuk menyehatkan para tenaga kerjanya. Salah satunya adalah melalui upaya kesehatan kerja, disamping keselamatan kerja.

Pemenuhan Terhadap Regulasi K3

Rumah Sakit harus menjamin kesehatan dan keselamatan, baik terhadap pasien, penyedia layanan, atau pekerja maupun masyarakat sekitar dari berbagai potensi bahaya di Rumah Sakit. Oleh karena itu, Rumah Sakit dituntut untuk melaksanakan Upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang dilaksanakan secara terintegrasi dan menyeluruh sehingga risiko terjadinya Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Kecelakaan Akibat Kerja (KAK) di Rumah Sakit dapat dihindari.

Ketua PW Aisyiyah Sumbar, Bunda Meiliarni Rusli mengatakan K3 merupakan kunci penting keberlangsungan manajemen rumah sakit dan perlindungan tenaga kesehtan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Oleh karenanya, Politeknik Aisyiyah Sumbar memiliki prodi K3.

Narasumber kedua Dokter Wening Mawanti mengatakan, regulasi dengan nama “Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2016 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit” resmi diundangkan pada 5 Januari 2017 lalu. Regulasi ini sekaligus mencabut Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1087/MENKES/SK/VIII/2010 tentang Standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit.

Permenkes No.66 Tahun 2016 memuat panduan yang sangat komprehensif dalam penerapan Sistem Manajemen K3 di rumah sakit. Regulasi ini diwajibkan kepada Rumah Sakit, yaitu yang melaksanakan rawat jalan, rawat inap, dan pelayanan gawat darurat. Regulasi ini tidak hanya fokus kepada pasien (patient safety), tapi juga ke seluruh manusia yang ada di rumah sakit seperti sumber daya manusia rumah sakit (pekerja) serta pengunjung. Permenkes 66 Tahun 2016 berfokus pada penerapan yang 8 rencana K3RS yang meliputi: manajemen risiko K3RS, keselamatan dan keamanan di Rumah Sakit, pelayanan Kesehatan Kerja, pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari aspek keselamatan dan Kesehatan Kerjapencegahan dan pengendalian kebakaran, pengelolaan prasarana Rumah Sakit dari aspek keselamatan dan Kesehatan Kerja, pengelolaan peralatan medis dari aspek keselamatan dan Kesehatan Kerja dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat atau bencana.

“Pengembangan mekanisme dan sistem kerja yang aman dan sehat bagi nakes dalam menjalankan tugas mampu mencegah penyebaran Covid-19 sangat diperlukan,” katanya.

Bagi praktis keselamatan dan kesehatan kerja, Permenkes 66 Tahun 2016 bisa menjadi sebuah peluang baru mengingat bahwa setiap rumah sakit harus memiliki unit kerja fungsional K3RS dan harus dipimpin oleh orang yang memiliki kualifikasi di bidang K3 sebagaimana disebut dalam Pasal 26 ayat 1. “Ketersediaan APAR dan jalur evakuasi hal yang mendasar dalam penerapan K3RS,” tutupnya. (Humas PWA Sumbar)

One thought on “Penerapan K3RS, RSU Aisyiyah Padang Terima Kunjungan Majelis Kesehatan PP Aisyiyah dan Kesjaor Kemenkes RI”

  1. Harapannya ke depan agar penerapan K3RS lebih disosialisasikan dan dijalankan dengan sebaik-baiknya demi keselamatan semuanya baik dari petugas kesehatan di rumah sakit, pegawai, dan pasien sekeluarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *