Berita

Pengajian Ramadan Aisyiyah: Sambut Ramadan Harus dengan Semangat

Yogyakarta, Suara ‘AisyiyahPimpinan Pusat ‘Aisyiyah mengadakan Pengajian Ramadan edisi perdana pada Senin (20/3). Pengajian yang disiarkan langsung melalui Instagram dan Facebook ini diisi oleh Mubalighat ‘Aisyiyah, Lailatis Syarifah.

Perempuan yang akrab disapa Latis ini menyampaikan alasan menyambut Ramadan harus dengan semangat. Salah satunya yaitu Hadis Qudsi yang menceritakan bahwa segala amalan dan ibadah manusia itu adalah untuk kebaikan dirinya sendiri, kecuali ibadah puasa. Latis menjelaskan, ibadah puasa adalah satu-satunya ibadah untuk Allah SWT, dan langsung diberikan pahalanya oleh Allah SWT.

Setiap manusia diberikan pahala sesuai dengan kualitas puasanya. Ada yang diampuni dosanya sehingga ia kembali pada jiwa yang fitrah/suci, dan ada juga yang sebaliknya. Oleh karenanya, Latis menjelaskan, sudah sepatutnya Umat Muslim berlomba-lomba dalam menuju jiwa yang fitrah tersebut.

Selain itu, Allah SWT juga telah menjanjikan dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa, yaitu kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Allah SWT. “Jadi janjinya Allah SWT untuk orang yang berpuasa memang istimewa. Bahkan ada pintu surga khusus untuk orang yang berpuasa,” imbuhnya.

Baca Juga: Jelang Bulan Suci Ramadan, PCPM Keling Adakan Tabligh Akbar

Mengenai kiat-kiat untuk mendapatkan nikmat Ramadan, Latis menjelaskan bahwa untuk mencapai akhir yang baik, maka start nya juga harus baik, yaitu mulai dari niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dan dilanjutkan dengan action nya. Latis juga menjelaskan akan pentingnya mempunyai target. “Akan lebih baik jika seseorang itu punya target. Tentu setiap orang berbeda-beda, bisa dalam kesalihan ritual, ataupun kesalihan sosial,” tuturnya.

Latis juga menegaskan untuk meningkatkan segala kebaikan yang berhubungan dengan diri sendiri maupun orang lain. Hal ini berhubungan pada tujuan berpuasa itu sendiri, yaitu agar seseorang menjadi bertakwa. Adapun ciri-ciri orang bertakwa Latis menjelaskan selain meningkatnya ibadah mahdah, juga semakin rajin memberi kepada yang membutuhkan, pandai menahan amarah, dan mudah memaafkan.

Akhir kata, Latis menyebutkan hal paling esensial dari puasa adalah agar bertakwa. Maka Bulan Ramadan adalah momen untuk melatih ketakwaan itu, sehingga bisa menuju jiwa yang fitri di akhir Ramadan. (sa)

Related posts
Kalam

Berpuasa Syawal Dahulu, atau Bayar Utang Puasa Ramadan?

Saat berpuasa di bulan Ramadan, terdapat beberapa orang yang tidak bisa menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Bukannya tanpa alasan, saat Ramadan…
Gaya Hidup

Tips Cukup Asupan Minum Saat Puasa

Saat puasa, Umat Muslim tidak diperbolehkan untuk makan dan minum dari waktu fajar hingga terbenamnya matahari. Meskipun begitu, kita perlu untuk tetap…
Sejarah

Sejarah Puasa Ramadan

Sebelum era kenabian Muhammad saw., umat manusia sudah terbiasa menjalankan puasa. Kaum Yahudi dan Nasrani rutin berpuasa pada 10 Muharram (puasa ‘Asyura)….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *