Penguatan Qaryah Thayyibah, Melalui Sosialisasi 6 Pilar Germas

Berita 5 Nov 2020 0 56x

Jepara, Suara ‘Aisyiyah- Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Desa Tahunan Kabupaten Jepara merupakan salah satu daerah percontohan perkampungan ‘Aisyiyah Qaryah Thayyibah, yang terletak sekitar 5 km dari Jepara kota ke arah tenggara.

Salah satu kegiatan yang telah berjalan adalah bidang majelis kesehatan, yaitu terselenggaranya acara roadshow germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara kepada para pengurus PRA pada Senin (2/11/2020). Bertempat di Aula Pondok Al-Istiqomah, Dessa Tahunan.

Kegiatan dilaksanakan dengan dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Wahyu Hanggono sebagai narasumber dan Ketua PCA Tahunan, Ainun Jariyah bertema “Pencegahan dan Pengendalian Covid-19”.

Ada 6 pilar Germas, Pertama, Aktifitas Fisik. Hendaknya melakukan olehraga minimal 3 kali dalam seminggu dengan waktu minimal 30 menit di tengah masa pandemi ini. Dianjurkan olahraga mandiri, jangan berkelompok. Seperti olahraga tenis lapangan, sepeda, jalan kaki.

Kedua, Mengkonsumsi buah dan sayur. Mengingat buah dan sayur mengandung vitamin dan mineral, serta kaya serat yang dibutuhkan tubuh setiap hari, seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, magnesium, seng, kalium, forfor, dan asam folat. Kandungan-kandungan ini tentu dapat memenuhi kebutuhan nutrisi, yang juga berguna untuk mencegah berbagai macam penyakit.

Ketiga, Cek Fisik secara rutin. Untuk ibu-ibu dan bapak-bapak yang sudah berumur lanjut disahakan minimal cek fisik 1 bulan sekali. Sehingga diketahui segera jika ada penyakit dan bisa diobati secara dini. Agar tidak menimbulkan komplikasi dan lebih mudah untuk diobati.

Keempat, Pemberian Air Susu Ibu (ASI). Ternyata ada perbedaan pada bayi yang diberi ASI dan bayi yang tidak diberikan ASI, seperti bayi yang diberi ASI, perkembangan fisiknya cenderung lebih bagus.

Kelima, Enyahkan Asap Rokok. Dalam Al-Quran merokok itu adalah sesuatu yang makruh. Bilamana dilakukan tidak mendapat pahala, tetapi apabila ditinggalkan akan mendapat pahala. “Kalau tidak merokok, berarti kita akan dapati pahala setiap hari. Filosofi ini bagus kita tanamkan agat tidak tertarik untuk merokok,”.

Keenam, Fokus pada pencegahan stunting (gangguan pertumbuhan badan dan otak). Stunting ini dapat dicegah apabila ibu-ibu rajin ke Posyandu, sehingga tiap bulan akan dipantau pertumbuhan dan perkembangannya, apakah si anak ini sudah sesuai dengan pertumbuhannya baik secara jasmani maupun emosionalnya. Kalau tidak akan ada interfensi, maka bayi akan diberikan vitamin atau gizi tinggi sehingga dapat memperbaiki si anak tersebut.

Di akhir sosilisasi Wahyu Hanggono berpesan, untuk berperilaku hidup sehat. “Marilah kita berperilaku sehat, sehingga menimbulkan dampak positif ,  seperti kesehatan selalu terjaga, masyarakat semakin produktif, lingkungan menjadi bersih dan secara tidak langsung mengurangi biaya rumah sakit atau pengobatan,” pungkasnya. (Gustin/Deny Ana I’tikafia)

Leave a Reply