Gaya HidupKesehatan

Pentingnya Memahami Kehalalan dan Keamanan Pangan di Masa Pandemi

makanan halal
makanan halal

makanan halal (foto: pinterest)

Oleh: Ainun Muthoharoh*

Permasalahan keamanan pangan di Indonesia masih menjadi perhatian bersama. Kurangnya pengetahuan menyebabkan meningkatnya angka kasus keamanan pangan, seperti keracunan jajan dan diare. Masa pandemi seperti ini menuntut kita untuk pandai memilih pangan yang aman. Meskipun pandemi masih berlangsung, urusan tentang keamanan pangan tidak boleh diabaikan. Masalah keamanan pangan dapat memberikan dampak pada ekonomi negara. Pangan yang tidak aman dapat disebabkan oleh cemaran mikroba patogen, kimia, dan cara produksi pangan yang tidak baik.

Selain konsumen, produsen juga harus memiliki pengetahuan yang cukup agar pangan yang diproduksi tidak menimbulkan masalah. Peningkatan status sosial masyarakat dapat mengubah gaya makanan yang dikonsumsi oleh seseorang. Kurangnya pengetahuan dan perilaku yang menunjang hidup sehat dapat menyebabkan masalah keamanan pangan, seperti infeksi, keracunan, gangguan pencernaan, bahkan kematian.

Sebagai contoh: pada bahan pangan daging, sumber kontaminan dapat berasal dari manusia, ternak, unggas, tikus, lalat, kecoa, isi perut hewan, dan proses pengalengan yang tidak tepat. Gejala yang dapat muncul yaitu sakit perut, diare, demam, muntah setelah 12-36 jam, sakit kepala, demam, tipus, sulit menelan.

Baca Juga: Aneka Makanan Sehat bagi Penderita Sakit Maag

Sebagai seorang muslim yang taat, selain memahami faktor keamanan pangan yang dikonsumsi, kita juga perlu memperhatikan faktor kehalalan pangan yang akan dikonsumsi maupun diproduksi. Terdapat dua alasan mengapa ada makanan yang diharamkan; pertama karena zat, contoh daging babi, bangkai, darah; kedua karena sebab, contoh produk yang diambil tanpa seizin pemiliknya. Kehalalan ini akan menjadi salah satu syarat apakah ibadah seorang hamba akan diterima atau tidak. Masalah halal dan haram menjadi ukuran ketaatan dan ketakwaan kepada Sang Khaliq. Konsumsi bahan haram sedapat mungkin harus dihindari karena akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

Berikut ini adalah tips memilih produk pangan yang aman dan halal, yaitu: (a) cek pada kemasan apakah terdapat logo halal, komposisi, dan tanggal kadaluarsa; (b) cek keaslian industri/produsen; (c) pastikan terdaftar BPOM, dan; (d) perhatikan bentuk dan warna, apakah masih utuh atau telah berubah.

Meskipun pemerintah telah menetapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, kita hendaknya juga memperhatikan keamanan pangan yang akan dikonsumsi. Jangan sampai ketika kehalalan sudah diperhatikan, namun tidak mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan 5 M dalam produksi dan distribusi. Hal ini akan dapat menjadi pertambahan kasus baru, yaitu keamanan pangan dan Covid-19.

* Dosen Farmasi Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Related posts
Hikmah

Berlebih-lebihan dalam Beragama menurut Al-Quran

Oleh: Muhammad Chirzin* Allah swt. menurunkan petunjuk, kebenaran, dan cahaya terang benderang bagi kehidupan umat manusia sepanjang masa. Setiap orang yang berpegang…
Kalam

Makanan dan Minuman yang Halal

Oleh: Salmah Orbayinah Makanan dan minuman menjadi kebutuhan dasar manusia. Dengan makan dan minum, energi yang diperlukan untuk aktivitas sehari-hari akan terbentuk….
Berita

Faturrahman Kamal: Islam adalah Agama Fitrah

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Majelis Tabligh PP Muhammadiyah menggelar Pengajian Malam Selasa mengangkat tema “Aqidah Sebebagai Asas Pandangan Hidup Seorang Muslim”. Pengajian…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *