Pentingnya Mengenalkan Emosi ke Anak

Berita 14 Sep 2021 0 62x
Emosi

Emosi

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah Jumat (27/8), akun Instagram @tentanganakofficial mengadakan siaran langsung dengan mengusung tema “Pahami dan Kelola Emosi” dengan menghadirkan Reti Oktania (Clinical Child Psyichologist) sebagai narasumber.

“Orang tua bisa memberi contoh kepada anak bahwa emosi itu adalah manusiawi dan normal dan kita bisa cari tahu kenapa kita bisa merasakan emosi tersebut? Emosi ini rasanya/sensasinya seperti apa? Nyaman maupun tidak nyaman, kita terima dulu saja, nanti emosinya akan berlalu, karena emosi hanya sementara dan semua emosi itu boleh,” ujar Reti.

Dalam kesempatan tersebut, Reti menjelaskan bahwa semua reaksi, respons, dan emosi orang tua terhadap anak –sama seperti anak–, memiliki sebab dan akibat. Emosi dan marah bisa saja muncul karena kurangnya fleksibilitas seseorang dalam menerima situasi dan kondisi. Ketika seorang sudah memiliki anak, misalnya, segala sesuatunya sudah tidak bisa sesuai dengan keinginannya 100%.

Baca Juga: Dampak Gawai terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak

Emosi dan marah, menurut Reti, itu boleh diluapkan. Akan tetapi, orang tua perlu mencari tahu apa yang menyebabkan anak menjadi emosi dan marah, dan bagaimana cara mengendalikan emosi dan marah itu. Mengatasi hal itu, Reti menjelaskan bahwa yang dapat dilakukan ialah validasi emosi ke anak. Selain itu, perlu juga memberi empati dan dukungan.

Reti menyampaikan bahwa orang tua harus mampu mengelola emosinya. Sebagai contoh, ketika terjadi perbedaan pendapat –apalagi sampai berujung perdebatan– orang tua sebisa mungkin tidak melampiaskan emosi itu di hadapan anak. Sebisa mungkin selesaikan persoalan tersebut dengan baik-baik tanpa perlu diketahui oleh anak.

Oleh karena itu, orang tua perlu memikirkan apakah dampak yang akan terjadi kepada anak ketika anak sedang marah dan orang tua membalasnya dengan amarah juga. Reti menjelaskan bahwa sebenarnya, ketika seorang anak marah, ia juga ingin mengetahui apa sebenarnya yang membuat ia marah. Membanting barang dan membuang barang-barang bukan berarti anak ingin membuat orang tuanya, marah tetapibisa jadi ia juga ingin mengetahui penyebab semua itu. (fathia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *