Pentingnya Rasa Saling Percaya di Tengah Pandemi Covid-19

Wawasan 8 Jul 2021 5 128x
Membangun Kepercayaan

Membangun Kepercayaan

Oleh: Cheny Kurata A’yun*

Kepercayaan merupakan kondisi mental yang dihadapi seseorang dalam menetapkan pilihannya atas sesuatu. Kepercayaan juga dapat dimaknai keterampilan seseorang atau kelompok dalam menumbuhkan rasa emosional untuk percaya pada suatu pihak atau kelompok. Ada banyak indikator yang digunakan oleh seseorang ketika membangun kepercayaan dalam dirinya.

Trust building atau membangun kepercayaan suatu individu terhadap dirinya atau orang lain cukup sulit. Kepercayaan seorang individu dibangun sejak dia mulai memahami kondisi serta potensi yang ada di dalam dirinya. Kepercayaan pada diri merupakan sebuah keyakinan untuk mampu menangani berbagai permasalahan baik internal maupun eksternal.

Membangun kepercayaan pada diri sendiri membutuhkan waktu yang lama, karena terlebih dahulu perlu menumbuhkan pondasi dalam memahami potensi dan kondisi diri. Sama halnya dengan membangun kepercayaan pada masyarakat. Masyarakat yang berasal dari latar belakang berbeda tentu mempunyai pemikiran dan sikap yang berbeda pula.

Siapa yang harus membangun kepercayaan masyarakat? Tentu saja masyarakat itu sendiri. Dalam konteks situasi pandemi saat ini, segenap lapisan masyarakat perlu membangun suatu kepercayaan bersama.

Sampai Juli 2021, pandemi Covid-19 belum juga selesai. Di Indonesia, terjadi penambahan 31.189 kasus baru pada Selasa (6/7). Permasalahan ini mengharuskan tim medis, pemerintah, dan masyarakat saling membantu satu sama lain. Namun membangun kepercayaan antara tim medis, pemerintah dan masyarakat bukanlah hal yang mudah.

Meski sudah dibuat beragam kebijakan untuk mencegah penularan wabah semakin meluas, mulai dari PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) pada masa awal pandemi sampai penetapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat saat ini, nyatanya masih terdapat berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Koping Relijius: Menjaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Pelanggaran yang dilakukan misalnya berupa tidak mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan sebelumnya. Berbagai peraturan perundang-undangan yang memuat sanksi bagi pelanggar pun dibuat, tetapi pandemi tak kunjung mereda.

Secara perlahan, masyarakat mulai merasa rasa jenuh. Terlebih dengan banyaknya kasus korupsi yang dilakukan oleh elite pemerintahan. Tindakan nirkemanusiaan itu menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Salah satu contoh kasus korupsi yang terkuak di masyarakat ialah kasus korupsi Bantuan Sosial Covid-19 yang membawa sejumlah nama pejabat di berbagai daerah dan petinggi pusat.

Pihak hukum mesti menindaklanjuti kasus korupsi tersebut. Di sisi yang lain, masyarakat yang merasakan dampak permasalahan akibat pandemi Covid-19 diwajibkan untuk mematuhi segala bentuk protokol kesehatan dan peraturan yang telah ditetapkan.

Di tengah arus informasi yang ada, teliti dalam memilih dan memilah berita mejadi kewajiban bagi masyarakat Indonesia agar tidak mudah terprovokasi dengan oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang menyebarkan berita palsu. Masyarakat yang pandai dalam menanggapi suatu berita akan berdampak positif bagi proses penanganan pandemi.

Percaya terhadap satu sama lain di tengah pandemi memang cukup sulit. Namun bukan suatu hal yang tidak mungkin untuk dilakukan. Kepercayaan tersebut bisa dibangun apabila terdapat pondasi kokoh satu sama lain. Pemerintah, masyarakat, dan tim medis harus saling merangkul demi mengatasi permasalahan yang terjadi.

*Mahasiswa magang di Suara ‘Aisyiyah

5 thoughts on “Pentingnya Rasa Saling Percaya di Tengah Pandemi Covid-19”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *