Penulisan Sejarah Muhammadiyah Harus Lebih Terstruktur dan Sistematis

Berita 27 Nov 2021 2 96x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Dalam usianya yang ke-109, Muhammadiyah telah banyak bergerak dalam kancah percaturan pembangunan dan kemajuan bangsa Indonesia. Peran-peran itu banyak ditulis oleh para sejarawan dan ahli, meskipun dapat dibilang masih minim secara keseluruhan.

Secara lebih spesifik, Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Muchlas mengatakan, muncul 16 jutaan item informasi ketika memasukkan kata kunci sejarah Muhammadiyah di pencarian Google. “Angka ini tidak bisa menjadi parameter yang menunjukkan informasi tentang sejarah Muhammadiyah. Tetapi setidaknya memberi gambaran bahwa narasi tentang sejarah Muhammadiyah masih sangat minim dalam dunia maya atau virtual,” ujarnya dalam Kongres Sejarawan Muhammadiyah Pertama, Sabtu (27/11).

Kondisi ini, menurut Muchlas, patut menjadi catatan bersama, terutama bagi Muhammadiyah sebagai organisasi pembaruan dan berkemajuan. Ia mengatakan, sejarah semestinya tidak ditempatkan sebagai informasi masa lampau semata, tetapi juga menjadi instrumen untuk menggali dan mengkoleksi nilai-nilai moral yang dapat menjadi panduan dalam membangun kemajuan masa depan peradaban.

Baca Juga: Muhammadiyah Selenggarakan Kongres Sejarawan Perdana

“Deskripsi sejarah memiliki peran sentral sebagai media bagaimana nilai-nilai dasar gerakan Persyarikana Muhammadiyah bisa di-capture, bisa ditangkap menjadi lapisan-lapisan pengetahuan yang terstruktur dan sistematis. Sehingga ilmu sejarah menjadi instrumen dinamis yang bisa menangkap semangat zaman. Penulisan sejarah harus menjadi bagian dari upaya persyarikatan untuk meluruskan dan merangkai kembali serpihan-serpihan peran Muhammadiyah terhadap bangsa dan negara yang tidak sempat terekspos. Penulisan sejarah menjadi keharusan bagi Muhammadiyah,” tegas Muchlas.

Pungkasan, Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah itu mengatakan, kongres ini dapat menjadi momentum untuk merumuskan kembali peran sejarawan dalam konstelasi peradaban. Lebih khusus lagi peran sejarawan dalam mengkonstruksi pemikiran persyarikatan Muhammadiyah dalam tafsir sejarah yang lebih kontekstual dan relevan dengan zaman dalam spektrum keindonesiaan maupun dunia internasional. (sb)

2 thoughts on “Penulisan Sejarah Muhammadiyah Harus Lebih Terstruktur dan Sistematis”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *