Penyakit yang Dapat Menyerang Anak Sekolah

Gaya Hidup 12 Mar 2020 0 191x

Oleh : Istichomah Usman, S. Kep. Ns., M.Kes (Alumni Ilmu Keperawatan UMY)

Penyebaran penyakit berbasis lingkungan di kalangan anak sekolah di Indonesia masih tinggi, seperti kasus infeksi, diare, cacingan, serta masalah gangguan akibat buruknya sanitasi dan keamanan pangan. Selain itu, pencemaran lingkungan seperti gangguan akibat paparan asap, emisi gas buang sarana transportasi, kebisingan, limbah industri dan rumah tangga juga menjadi pemicu gangguan kesehatan pada anak.

Selain lingkungan, faktor perilaku anak sekolah juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Permasalahan perilaku biasanya berkaitan dengan kebersihan perorangan dan lingkungan seperti gosok gigi yang baik dan benar, kebiasaan cuci tangan pakai sabun, merokok, perkelahian antar pelajar, penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya), kehamilan yang tidak diinginkan, abortus tidak aman, infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS.

Beberapa penyakit menular pada anak sekolah antara lain, pertama, Infeksi Tangan Kuku dan Mulut yang disebabkan oleh virus dengan masa inkubasi sekitar 3-6 hari. Penularannya sangat cepat melalui sentuhan dengan air hidung atau mulut dan air seni.  Tanda dan gejala penyakit kaki tangan dan mulut adalah gelisah, demam ringan, nyeri otot dan tulang, serta hilang selera makan.

Kedua, Campak. Penyakit campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus campak. Penularannya terjadi melalui udara ataupun kontak langsung dengan penderita. Virus campak menyebar lewat percikan ludah penderita. Gejala-gejalanya adalah demam, batuk, pilek, dan timbul bercak merah di kulit 3-5 hari setelah anak menderita demam. Bercak mula-mula timbul di pipi di bawah telinga yang kemudian menjalar ke muka, tubuh, dan anggota tubuh lainnya. Komplikasi dari penyakit campak adalah radang paru-paru, infeksi telinga, radang pada syaraf, radang sendi, dan radang otak yang dapat menyebabkan kerusakan otak yang permanen.

Ketiga, Mumps (Gondong). Penyakit gondong adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Penularannya terjadi melalui udara. Gejala-gejalanya adalah demam 3-5 hari, pembengkakan di daerah pipi yang berdekatan dengan telinga bagian bawah, rasa kurang enak badan, nyeri kepala, dan rasa sakit bila menelan atau mengeluarkan air liur. Komplikasi paling sering adalah radang otak dan radang buah pelir atau kandung telur (14-35%) yang dapat mengakibatkan kemandulan.

Keempat, Penyakit rubela atau campak jerman adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus rubela. Penularannya melalui udara. Gejala-gejala yang khas adalah demam, timbulnya bercak merah di kulit (hampir serupa dengan campak), pembesaran kelenjar getah bening di leher dan bagian belakang kepala. Komplikasi rubela adalah artritis (radang sendi) dan neuritis (radang syaraf).

Kelima, Cacar Air. Cacar air atau varisela memang merupakan penyakit anak-anak yang sudah ratusan tahun dikenal orang. Diawali dengan gejala melemahnya kondisi tubuh, pusing, demam yang kadang-kadang diiringi batuk, dalam waktu 24 jam timbul bintik-bintik yang berkembang menjadi lesi (mirip kulit yang terangkat karena terbakar) dan terakhir menjadi benjolan-benjolan kecil berisi cairan. Sekitar 250 – 500 benjolan akan timbul menyebar di seluruh bagian tubuh, tidak terkecuali pada muka, kulit kepala, mulut bagian dalam, mata, termasuk bagian kelamin. Namun,  dalam waktu kurang dari seminggu, lesi ini akan mengering dan bersamaan dengan itu terasa gatal. Dalam waktu 1 – 3 minggu bekas pada kulit yang mengering akan terlepas. Virus penyebab penyakit cacar air ini berpindah dari satu orang ke orang lain melalui percikan ludah yang berasal dari batuk atau bersin penderita dan diterbangkan melalui udara atau kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi.

Sedangkan penyakit non Infeksi pada anak, pertama, Alergi pada anak sekolah. Alergi pada anak usia sekolah dapat menyerang semua organ tanpa terkecuali mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Alergi pada anak sangat berisiko untuk mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.

Baca selengkapnya di Majalah Suara ‘Aisyiyah Edisi 10 Oktober 2020, Rubrik Kesehatan.

Sumber Ilustrasi : https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/nyeri-kronis/mengatasi-anak-sakit-kepala/

Leave a Reply