Peran Guru Bk dalam Membantu Pengembangan Kepribadian Siswa

Organisasi 10 Apr 2020 0 216x

Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Kak ‘Aisy yang saya hormati, Saya seorang guru materi umum di suatu sekolah SMA Muhammadiyah di kota kabupaten tempat saya tinggal. Pada tahun ajaran 2017 ini saya diberi tugas tambahan sebagai Guru BK, untuk membantu Guru BK yang sudah ada. Selama ini saya memperhatikan bahwa para siswa menganggap kurang penting terhadap peran Guru BK. Bahkan mereka berusaha menghindarinya, karena bertemu berarti dipanggil untuk ditegur atau dimarahi disebabkan adanya kesalahan atau pelanggaran.  Bagi siswa Guru BK adalah polisi di sekolah. Padahal kalau saya membaca buku tentang Bimbingan Konseling, tertulis bahwa peran Guru BK penting untuk membantu perkembangan pribadi siswa, dan berarti Guru BK harus dapat dekat dan didekati siswa.

Kak ‘Aisy yang saya hormati, saya ingin memperoleh masukan bagaimana sebenarnya cara untuk menjadi Guru BK yang dapat dekat dengan siswa, sehingga saya dapat melaksanakan tugas secara benar dan efektif. Atas bantuan Kak ‘Aisy saya ucapkan banyak terima kasih.

Wassalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

       S. Ch. Di M

Wa’alaikum salam wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

Ibu S. Ch., terima kasih atas pertanyaan yang Anda sampaikan kepada Kami. Memang benar bahwa tugas Guru BK adalah memberi teguran kepada siswa yang membuat kesalahan. Tetapi itu hanya salah satu tugas Guru BK, sebagai pelaksanaan dari salah satu  sepuluh (10) fungsi  Guru BK (silahkan baca dalam buku Bimbingan Konseling di Sekolah).

Tugas utama dari Guru BK adalah memberikan bantuan kepada siswa untuk dapat mengembangkan diri khususnya dalam pengembangan keribadiannya, agar dapat mendukung perkembangan intelektualnya secara optimal. Perkembangan kepribadian siswa, khususnya usia remaja, akan banyak dipengaruhi oleh kondisi perkembangan unsur jiwa yang ada. Ada tiga unsur jiwa yang perlu mendapat perhatian dalam proses perkembangan usia remaja, yaitu perkembangan seksual, pembentukan konsep diri, serta perkembangan sosialnya.

Perkembangan ketiga unsur jiwa tersebut saling memberi pengaruh satu sama lain, dan akan membentuk sifat dari kepribadian siswa. Kondisi perkembangan ketiga unsur jiwa itulah yang perlu mendapat perhatian dari Guru BK, dan agar dapat merasa dekat dan didekati (dibutuhkan) oleh siswa. Guru BK harus mampu memberikan informasi secara positif tentang hal tersebut kepada siswa, agar siswa merasa perlu tahu tentang kondisi dirinya, dan bagaimana mensikapinya.

Pertama, tentang perkembangan seksual. Masa remaja adalah masa berfungsinya dorongan  seksual, yang secara psikologis ditandai dengan mulai munculnya kesadaran dirinya sebagai seorang laki-laki atau perempuan yang  mulai tertarik kepada lawan jenisnya. Berdasarkan nilai-nilai Islam pada usia tersebut pergaulan antar jenis kelamin harus dibatasi. Tetapi apakah mudah menerapkan proses pembatasan pergaulan antar laki-laki dan perempuan remaja itu.

Ternyata tidak, dan terjadilah proses pacaran, dan bahkan sampai pada tingkat pacaran yang berbahaya pada usia tersebut. Inilah salah satu pintu masuk bagi Guru BK untuk dapat dekat kepada siswa, yaitu memberikan pemahaman terhadap siswa tentang kondisi perkembangan seksual mereka. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara diantaranya, mengadakan sosialisasi kondisi perkembangan seksual usia sekolah, siswa diajak memahami kondisi seksualnya, baik dari segi biologis, psikologis, maupun sosial. 

Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengadakan diskusi dalam kelas khusus, seminar terbatas dengan mengundang pakar, konsultasi pribadi, dan lain sebagainya. Dalam istilah lain kegiatan itu disebut juga sebagai sosialisasi tentang kesehatan reproduksi bagi remaja. Penyampaiannya juga perlu ditambah tentang sudut pandang Islam dalam masalah perkembangan dan pergaulan remaja.

Kedua, tentang perkembangan konsep diri dan dorongan sosial. Perkembangan konsep diri usia remaja, merupakan unsur utama dari kepribadian yang akan berpengaruh kepada kesehatan jiwa pada usia tersebut dan usia selanjutnya. Konsep diri positif akan menumbuhkan rasa percaya diri dan harga diri yang positif serta rasa kemandirian remaja yang akan mendukung proses produktivitasnya. Hal tersebut akan memudahkan dalam pergaulan sosialnya, terutama dalam pergaulan sesama remaja. Konsep diri negatif dapat berpengaruh terhadap munculnya rasa tidak percaya diri dan rendah diri, sehingga dapat menjadi penghambat dalam proses pergaulannya, khususnya juga dalam pergaulan remajanya. 

Perkembangan konsep diri pada remaja dapat dipengaruhi oleh proses pergaulan sosialnya, yaitu apakah dirinya merasa nyaman berada dalam lingkungan pergaulan, apakah merasa diterima oleh teman-teman sebayanya, dan selanjutnya. Oleh karena itu, membentuk lingkungan pergaulan remaja yang membawa suasana saling menghargai dan saling mendukung antar sesama teman penting untuk diciptakan. Hal tersebut akan mempengaruhi terbentuknya konsep diri positif pada kelompok remaja tersebut, serta membentuk sikap sosial yang positif.

Sebaliknya suasana saling merendahkan, mengejek, atau bahkan sampai pada tingkat bullying antar sesama, baik dalam grup ataupun luar grup remaja, harus dihindarkan.  Karena hal tersebut jelas akan mempengaruhi munculnya rasa rendah diri yang akan membentuk konsep diri negatif pada korban, dan secara umum akan menyuburkan berkembangnya sikap sosial yang negatif pada masing-masing individu.           

Guru BK juga berperan sangat penting dalam usaha membantu terbentuk dan berkembangnya dua unsur kejiwaan tersebut, yaitu konsep diri dan daya sosial. Untuk itu berbagai strategi juga dapat dilakukan sebagaimana strategi sosialisasi perkembangan seksual yang telah tersebut di muka. Strategi yang dipakai harus membawa suasana ceria bagi para siswa. Demikian juga dalam pemberian kesempatan untuk konsultasi pribadi, misalnya tentang pacaran atau masalah pribadi lainnya, siswa didorong untuk merasa butuh untuk berkonsultasi secara suka rela. Untuk itu Guru BK harus memahami tehnik konseling yang ramah.  Semoga bermanfaat.

Wassalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

(SKw.)

Sumber Ilustrasi : https://www.talkspace.com/blog/free-online-therapy-versus-paid-counseling/

Leave a Reply