Wawasan

Peran Muslimah dalam Revitalisasi Masjid

Oleh: Tito Yuwono*

Masjid adalah tempat yang paling dicintai

Oleh Allah Ta’ala yang Maha Suci

Hanya Allah yang kita ibadahi

Dengan sepenuh hati

 

Masjid perlu direvitalisasi

Selain untuk ibadah kepada Ilahi

Umat juga tercerahi

Untuk kehidupan yang lebih Islami

***

Suatu hal yang harus disyukuri adalah hidup di negara kita tercinta ini yang mempunyai banyak masjid. Hampir di setiap desa bisa kita jumpai masjid. Sehingga pada waktu salat tiba, azan terdengar dari mana-mana. Rasa syiar Islam sangat terasa. Sehingga ketika kita bepergian, sangat mudah mendapatkan masjid untuk mengikuti sholat jemaah. Suasana seperti ini sukar dijumpai di negara lain. Semoga hal ini menjadi sebab Allah SWT mencintai negara ini karena banyaknya masjid. Karena tempat yang paling dicintai Allah SWT adalah masjid. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا

Artinya, “Tempat yang paling dicintai oleh Allah adalah masjid dan tempat yang paling dibenci oleh Allah adalah pasar.” (HR. Imam Muslim)

Maka untuk menjadi orang yang dicintai, kita sering-sering datang ke tempat yang dicintai-Nya dalam rangka untuk beribadah kepada-Nya. Allah SWT berfirman dalam Q.S Jin ayat 18:

وَأَنَّ ٱلْمَسَٰجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا۟ مَعَ ٱللَّهِ أَحَدًا

Artinya, “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.”

Hukum asal yang wajib memakmurkan masjid adalah laki-laki. Bahkan laki-laki sangat ditekankan untuk salat jemaah di masjid. Ada khilaf para ulama berkaitan dengan hukumnya, ada yang mewajibkan dan ada juga yang menghukumi sunnah muakadah. Menurut Majelis tarjih Muhammadiyah, hukum sholat jemaah di masjid adalah fardhu kifayah. Jika satu kampung ada yang menunaikan maka gugur kewajibannya untuk yang lain, namun tetap menjadi anjuran yang harus kita perhatikan. Lebih lanjut baca: https://fatwatarjih.or.id/hukum-shalat-berjamaah/

Baca Juga: Efek Samping Kosmetik pada Kesehatan Kulit

Bagi muslimah, jika akan salat jemaah di masjid tidak dilarang. Tentu dengan menjaga adabnya seperti menutup aurat dengan sempurna serta tidak berdandan dan memakai wewangian yang berlebihan. Lebih lanjut baca: https://fatwatarjih.or.id/shalat-bagi-wanita-lebih-utama-di-rumah-atau-di-masjid/

Selain untuk beribadah kepada Allah SWT dalam arti khusus, masjid juga berperan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap agama serta memberdayakannya. Kebutuhan terhadap hal ini bukan hanya khusus untuk laki-laki saja, namun juga untuk semua kaum muslim, termasuk di dalamnya bagi muslimah. Maka biasanya di dalam struktur ketakmiran masjid ada bagian kemuslimahan. Maka bagi kaum muslimah dapat berperan aktif di bagian ini. Banyak sekali garapan untuk bidang kemuslimahan ini di antaranya adalah

  1. Menyelenggarakan belajar tahsin Al-Quran bagi khusus muslimah dan anak-anak,
  2. Kajian khusus fiqih khusus untuk muslimah,
  3. Kajian-kajian parenting bagaimana menjadi seorang ibu sebagai pendidik bagi putra-putrinya,
  4. Kajian keluarga sakinah,
  5. Kajian pra nikah, dan
  6. Kajian pemberdayaan kaum muslimah di keluarga dan masyarakat.

Sebaiknya bagi muslimah mengambil peran aktif dalam kegiatan-kegiatan ini, yang akan sangat bermanfaat bagi dirinya dan orang masyarakat luas. Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan oleh Imam At-Thabrani:

خير الناس أنفعهم للناس

Artinya,” Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya” (HR Imam At-Thabrani)

Peran aktif muslimah untuk revitalisasi masjid khususnya bagi muslimah sangat diharapkan oleh umat. Jika program-program ini dijalankan oleh bagian kemuslimahan masjid, maka masjid akan berperan lebih, tidak sekedar untuk salat jamaah saja, namun menjadi pencerahan dan pemberdayaan masyarakat.

Wallahu a’lamu bishshowab. Nashrun minallahi wa fathun qarib.

*Dosen Jurusan Teknik Elektro-Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Sekretaris Majelis Dikdasmen PCM Ngaglik, Sleman, dan Ketua Joglo DakwahMu Almasykuri Yogyakarta

Related posts
Anak

Membawa Anak ke Masjid, Salahkah?

Oleh: Aninda Khairunnisa Sudiaji* Membawa anak kecil ke masjid merupakan keputusan baik dan bermanfaat untuk membangun landasan keimanan yang kuat sejak dini….
Berita

Pembangunan Masjid Muhammadiyah di Aceh Dihentikan, Sekum PP Muhammadiyah Ikut Bersuara

Bireuen, Suara ‘Aisyiyah – Aparat gabungan dari Satpol PP. Sangso satu desa yang berada di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh, melakukan penghentian…
Berita

Melihat Aisyiyah sebagai Gerakan Perempuan Islam di Indonesia

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Jika dipetakan, gerakan perempuan meliputi 3 (tiga) cakupan. Pertama, isu kepemimpinan perempuan era pra modern Islam, kolonial, kemerdekaan,…

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *