Berita

Perbedaan Tanggal Idulfitri dan Gagasan Muhammadiyah tentang Kalender Islam Dunia

Yogyakarta, Suara ‘AisyiyahPimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan Silaturahim PP Muhammadiyah dengan wartawan media pada Kamis (29/4). Acara berbentuk buka bersama ini diselenggarakan di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Di Tiro, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Haedar Nasir, Ketua Umum PP Muhammadiyah menyampaikan terima kasih kepada seluruh awak media atas segala kerja sama, publikasi, dan keterlibatan dalam setiap kegiatan-kegiatan Muhammadiyah. Apalagi, menurutnya, tiga tahun terakhir peran media begitu besar dalam penyedia berita dan edukasi kepada masyarakat mengenai Covid-19, di mana Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah juga menaruh perhatian terhadap kondisi pandemi ini.

Menjelang momen Idulfitri ini, Haedar menyampaikan harapannya agar rangkaian ibadah di bulan Ramadhan dan kehadiran Idulfitri dapat menjadi media wahana proses peningkatan kualitas ruhani agar semakin bertakwa. “Kita juga berharap puasa ini melahirkan keadaban publik,” terangnyanya.

Keadaban itu termasuk di media sosial, di mana semua orang sama-sama perlu untuk semakin dewasa agar terhindar dari budaya hoaks, permusuhan, perilaku saling merendahkan, dan sebagainya.

Baca Juga: Makanan Sehat Selama Ramadhan

Selain itu, Ramadhan ini juga diharapkannya dapat menjadi pengingat untuk terus menghasilkan kesalehan sosial. “Bangsa kita yang majemuk memerlukan relasi-relasi sosial untuk spiritual yang melintas batas,” jelas Haedar.

Masyarakat, kata dia, perlu didorong untuk tergerak bekerja sama tanpa memikirkan batas-batas sosial. Selain perlunya kedewasaan masyarakat, Haedar juga menyampaikan bahwa penting bagi negara untuk memiliki semangat mengayomi yang didasari pada keadilan.

Mengenai perayaan Idulfitri, Muhammadiyah telah menetapkan bahwa tanggal 1 Syawal 1443 H akan bertepatan dengan 2 Mei 2022 M. Meskipun misalnya nanti ada yang menetapkan lain, menurut Haedar, jangan sampai menjadi isu publik apalagi meresahkan masyarakat.

Ini hanya berkaitan dengan cara atau praktik beragama masing-masing. “Jangan sampai lama-kelamaan makna Idulfitri dan puasa hilang gara-gara perbedaan itu,” tegasnya.

Muhammadiyah sejak lama memiliki gagasan mengenai adanya kalender Islam dunia. Tujuannya adalah agar ada keselarasan dalam penanggalan hari-hari Islam. Gagasan tersebut, menurut Haedar, masih terus didorong dan didiskusikan dengan berbagai pihak.

Pada kegiatan silaturahmi itu pula, ia menyampaikan beberapa poin yang disebutnya sebagai suara moral atau keagamaan dari Muhammadiyah. Pertama, Muhammadiyah sangat mengapresiasi ketegasan Presiden Jokowi dan elite bangsa yang istikamah mengamankan pemilu 2024 di mana sebelumnya ada kontroversi mengenai penundaan. “Mari kita tutup buku untuk berbagai kontroversi yang pernah terjadi,” serunya.

Kedua, Haedar juga menyampaikan bahwa dalam menghadapi pandemi Covid-19, kita harus tetap satu langkah dan satu jiwa untuk terus menghadirkan keamanan dan keselamatan bersama. Meskipun telah ada kelonggaran mudik, komitmen menjaga protokol kesehatan harus tetap dipegang.

Selanjutnya, ia berharap Ramadhan dan Idulfitri ini dapat melahirkan jiwa kesatria atau kewarganegaaraan. Yakni, dapat menempatkan kepentingan negara dan hajat hidup orang banyak di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. “Mari kita gelorakan bahwa mencintai Indonesia itu artinya mencintai rakyat sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya,” serunya. Apabila ini benar-benar dimaknai, maka akan hadir energi positif dalam proses bernegara.

Sebagai pemungkas, Haedar juga berharap agar bangsa yang besar ini terus punya komitmen untuk memayungi kebhinekaan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa bukan kebhinekaan untuk kebhinekaan yang tanpa ketunggalan. Menurutnya, tanpa ketunggalan, esensi kebhinekaan menjadi keliru dan menjadi sebatas pesta keberagaman. Itulah mengapa penting juga memiliki rasa persatuan dan kesatuan. (Ahimsa W. Swadeshi)

Related posts
Berita

Pembangunan Masjid Muhammadiyah di Aceh Dihentikan, Sekum PP Muhammadiyah Ikut Bersuara

Bireuen, Suara ‘Aisyiyah – Aparat gabungan dari Satpol PP. Sangso satu desa yang berada di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh, melakukan penghentian…
Berita

Haedar Nashir: Muhammadiyah Harus Serius Memperkuat Basis Ekonomi Umat

Bandung, Suara ‘Aisyiyah – Memperkuat basis ekonomi umat adalah jihad fii sabilillah. Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam…
Berita

Tausyiyah Ketua Umum PP Muhammadiyah dalam Silaturahmi Idulfitri 1443 H Keluarga Besar Muhammadiyah

PP Muhammadiyah melalui Haedar Nashir selaku Ketua Umum menyampaikan selamat Idulfitri 1443 H. Taqabbalallu minna wa minkum, kullu ‘aamin wa antum bi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.