Percepat Target Vaksinasi, MCCC Minta Kemenkes Percayakan kepada 115 RS Muhammadiyah di Seluruh Indonesia

Berita 31 Mei 2021 3 134x

Berita 'Aisyiyah

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Muhammadiyah mendukung vaksinasi berjalan cepat agar pandemi segera berakhir. Demikian diungkapkan oleh Agus Samsudin selaku Ketua MCCC PP Muhammadiyah dalam acara Covid-Talk yang bertajuk “Sosialisasi Terbaru Vaksin Astra Zeneca” pada hari Jumat (28/5).

“Kami menawarkan kepada Dokter Asik Surya, barangkali bisa disampaikan kepada Pak Menteri atau Pak Sekjen, kami punya 115 Rumah Sakit Muhammadiyah Aisyiyah (RSMA) yang siap melakukan va ksinasi dan bisa kami koordinasikan,” ujar Agus Samsudin.

Vaksinasi yang dilakukan oleh Muhammadiyah tidak terbatas hanya untuk warga Muhammadiyah saja, tetapi untuk kepentingan seluruh bangsa Indonesia. “Seperti yang dilakukan di UMS kemarin, kami memvaksinasi 2.500 orang lintas agama,” lanjutnya.

Dokter Asik Surya yang merupakan Kepala Sub. Direktorat Imunisasi dan Dirjen P2P Kementrian Kesehatan dalam paparannya menyampaikan bahwa dalam proses imunisasi, vaksinasi membutuhkan satu sinergi antara masyarakat dengan pemerintah.

“Pemerintah menyiapkan 3T (Test, Treat, Trace) dan masyarakat dengan 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak). Namun akan menjadi high cost ketika masyarakat lalai dengan 3 M, maka 3T akan jebol bukan sekedar biaya, juga dengan resiko bagi lansia, mereka dengan penyandang komorbit ini akan menyebabkan banyak kematian,” ungkap Dokter Surya.

Surya menambahkan terkait dengan vaksin Astra Zeneca yang telah mendapatkan Emergency Use Listing aman dan efektif dari WHO. “Interval pemberian memang agak lama dibanding dengan vaksin Sinovac, mencapai 12 minggu. Ini menjadi sangat penting untuk mengingatkan kembali bahwa sudah 3 bulan, harus ada mobilisasi. Efektifitasnya juga cukup tinggi 77,2 % setelah pemberian kedua,” imbuhnya.

Tentang Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Surya mengatakan belum ditemukan KIPI berat. Selain itu Surya juga mengutip pernyataan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono yang mengungkapkan bahwa KIPI memang ada, namun angkanya hanya 4,1 per 1 juta vaksinasi. Jadi sangat rendah KIPI-nya biasanya gatal-gatal ringan, tidak ada KIPI berat.

Baca juga
PWM Aceh: Vaksinasi Diperbolehkan Saat Berpuasa

Surya mengungkapkan, vaksin Astra Zeneca manfaatnya lebih besar daripada resikonya. “Maka kita perlu untuk tetap memanfaatkan setelah diumumkan uji mutu itu baik, maka kita katakan bahwa vaksinnya cukup aman. Penjelasan Badan POM per tanggal 16 Mei 2021 berdasarkan pengujian dapat disimpulkan tidak ada keterkaitan antara mutu vaksin Astra Zeneca nomor bets CTMAV547 dengan kejadian ikutan yang dilaporkan, oleh karena itu vaksin tersebut dapat digunakan kembali,” tegasnya.

Selanjutnya dijelaskan bahwa suhu penyimpanan vaksin Astra Zeneca diharuskan berada antara 2-8 derajat Celcius, tidak termasuk vaksin bebas dari pengawet serta tidak berasal dari bahan binatang maupun manusia, semua termasuk produk farmasetika. “MUI mememberikan  bahwa penggunaan vaksin Astra Zeneca  hukumnya mubah karena saat ini kita menghadapi situasi kedaruratan,” imbuh Surya.

Hingga kini Surya menyampaikan bahwa sudah 2 juta lebih dosis vaksin Astra Zeneca yang telah digunakan. Sedangkan untuk strategi pemenuhan vaksin, Surya mengungkapkan ke depan bukan sekedar membeli, tapi juga melakukan kerja sama bilateral. “Termasuk mungkin mengembangkan sendiri vaksin yang sampai saat ini dilakukan adalah vaksin merah putih, yang diikuti oleh banyak konsorsium dari universitas-universitas,” ungkap Surya. (Budi)

3 thoughts on “Percepat Target Vaksinasi, MCCC Minta Kemenkes Percayakan kepada 115 RS Muhammadiyah di Seluruh Indonesia”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *