Perempuan Hamil dan Tantangannya di Masa Pandemi

Gaya Hidup Info Sehat 28 Jul 2021 0 160x
Suara Aisyiyah

Penyampaian oleh Dokter Supriyatiningsih

Sepanjang angka kejadian pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama satu tahun lebih, kita mengetahui bahwa virus ini tidak pandang bulu untuk menyerang siapapun, kapanpun, dan juga dimanapun. Tidak peduli orang lanjut usia, dewasa, anak-anak, ballita, bayi, laki-laki atau perempuan, dan bahkan perempuan hamil.

Berbicara mengenai perempuan hamil, Dokter Supriyatiningsih yang merupakan dokter spesialis Obsgyn dalam kesempatannya menjadi pembicara pada program ‘Berbagi Cerita’ yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, hari Jumat (9/7) menjelaskan bahwa angka kematian ibu pada tahun 2021 di Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan data Angka Kematian Ibu (AKI) terdapat 43 orang, dimana 18 orang di antaranya terpapar virus Covid-19.

Supriyatiningsih atau yang biasa disapa Upi menjelaskan bahwa dalam beberapa riset yang menunjukan perempuan hamil dengan Covid-19 jika dilihat dari angka odds ratio akan memiliki beberapa kali risiko yang lebih berat. Contohnya seperti penggunaan ICU pada perempuan hamil dengan Covid-19 memiliki risiko dua kali lebih besar, penggunaan alat bantu pernafasan yang intensif akan dua setengah kali lebih besar, dan egmo semacam alat untuk membersihkan paru-paru penggunaannya akan mencapai dua kali lipatnya.

“Maka dari itu kita bisa membayangkan betapa beratnya jika virus Covid-19 menyerang pada perempuan hamil,” ungkap dokter Upi.

Supriyatiningsih juga menyampaikan beberapa risiko yang akan terjadi pada perempuan hamil yang terpapar Covid-19, ia menjelaskan  bahwa perempuan hamil dengan covid-19 akan menyebabkan kasus kematian 2,85 kali lebih mematikan, itu menandakan bahwa hampir tiga kali lipatnya untuk bisa berisiko menjadi kematian.  Sedangkan kelahiran premature berisiko mencapai 1,5 kali, dan bayi yang meninggal dalam kandungan memiliki risiko terjadi mencapai 2,84 kali.

Baca juga: Rekomendasi POGI Memperbolehkan Vaksinasi Pada Ibu Hamil dan Menyusui

“Saya mengalami sendiri bahwa ada beberapa pasien yang janinnya meninggal di dalam rahim, sedangkan kematian bayi yang baru lahir mencapai 2,77 kali artinya itu terlalu besar bahkan dua kali lipatnya. Satu kali setengah lipatnya saja sudah sangat besar karna ini menyangkut nyawa. Saat ini sebetulnya concern kita harus sangat besar karna kita harus menyelamatkan dua bagian, satu bagian ibunya dan satu bagian bayinya,” jelas Supriyatiningsih.

Dalam penjelasannya Supriyatiningsih memaparkan bahwa sebanyak lima kali kasus perempuan hamil yang tidak menunjukan gejala tetapi tetapi memiliki risiko sehingga tetap memerlukan perawatan intensif karna memiliki risiko dua kali lebih tinggi. Sedangkan perempuan hamil yang tepapar Covid-19 dengan komorbid tentu akan memperberat dan diperberat oleh Covid itu sendiri.

Covid-19 merupakan keluarga dari Sars-CoV maka secara otomatis akan banyak menyerang pada sistim pernafasan. Pada perempuan hamil yang tidak memiliki penyakit, secara fisiologis kemampuan pernafasannya akan semakin menurun karena semakin besarnya kehamilan, rongga perut akan membesar, lalu terjadi desakan ke arah rongga dada.

Supriyatiningsih juga menjelaskan bahwa dalam menangani kendala pada layanan untuk perempuan hamil terpapar Covid-19 memiliki kesamaan dengan yang lainnya artinya mencegah perburukan itu selalu harus dilakukan. Meskipun chaos itu menjadi lebih dominan karena banyak orang yang terinfeksi, fasilitas pelayanan memiliki beban yang menjadi lebih besar karena ketersediaan fasilitas yang terbatas. Selain itu, adanya special case, treatment, dan attention karena perempuan ini hamil. (Tami)

 

 

 

Tinggalkan Balasan