Berita

Perempuan Multi Peran: Ketika Bu Camat dan Cat Lover Jadi Peserta Muktamar XIV Nasyiatul Aisyiyah

Muktamar XIV Nasyiatul Aisyiyah

Bandung, Suara ‘Aisyiyah“Saya bangun pagi harus mengurus anak ke sekolah, mengurus suami, kemudian mengurus kucing lagi, terus ke kantor,” itulah Erna Patutie, Camat Bulango Utara, Bonebongao, Gorontalo. Di antara tujuh ratus lebih peserta Muktamar XIV Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA), ia bersama rombongan Gorontalo datang ke Kota Bandung, Jawa Barat dan mengikuti rangkaian acara dari hari Jumat-Ahad (2-4/12).

Perempuan yang menjadi Ketua Umum Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PWNA) Gorontalo itu bercerita kepada tim Suara ‘Aisyiyah bahwa semestinya periode kepemimpinannya sudah selesai pada 2020. Namun karena pandemi, ia masih melanjutkan amanah ini meski secara usia sudah melebihi batas maksimal usia pengurus. “Di sini harus saya badani, harus saya tongkrongi, karena ini tanggung jawab saya,” ungkapnya.

Saat ini pun, perempuan yang akrab disapa Erna itu sudah mulai terlibat dalam kegiatan-kegiatan ‘Aisyiyah di Gorontalo. Termasuk pada Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah lalu, ia pun datang juga ke Solo untuk menjadi salah satu perwakilan. Ia bercerita bahwa biayanya memang tidak murah. Harus bolak-balik karena ada urusan di kantornya yang juga mustahil ditinggal. Tapi, ia meyakini bahwa Allah akan selalu memudahkan dan memberi rezeki.

Di Balik Kesibukan

Hal yang menjadi keprihatinan seorang Erna adalah pendidikan. “Jangan pernah kita wariskan kemiskinan sama keluarga kita, dengan cara kita malas belajar,” tuturnya. Oleh karena itu, ia berusaha menyelesaikan sekolah tepat waktu hingga akhirnya mendapatkan gelar S.Sos.

Namun sebenarnya, hal menarik lain dari perjalanan kuliah perempuan itu adalah berbagai macam pengalaman yang didapatnya di luar bangku kuliah. Selain aktif di berbagai kegiatan kemahasiswaan seperti BEM dan organisasi ekstra, ia rupanya sempat menjabat sebagai salah satu anggota DPRD Kabupaten Gorontalo.

Beruntung, suaminya yang juga dulunya merupakan aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sangat memahami kesenangan istrinya. Meskipun sama-sama sibuk, mengingat suami Erna saat ini merupakan Ketua Bawaslu Provinsi, mereka tetap saling mendukung. Ini salah satunya terlihat ketika Erna memamerkan status Facebook suaminya yang mengunggah foto istrinya mengikuti kegiatan muktamar dan diberi ucapan penyemangat.

Baca Juga: Tok! Ketua Umum dan Sekretaris Umum Terpilih Muktamar XIV Nasyiatul Aisyiyah

Dengan semua aktivitas yang dijalani, apakah Erna tidak pernah merasa kelelahan? Ketika ditanya, perempuan dengan dua anak itu mengatakan, “Kalau saya pikirkan secara semuanya, pasti saya stres. Saya bertahap, mana yang berhadapan ya itu yang saya kerjakan.”

“Saya pikir semuanya bisa diatur, tergantung kita,” Erna begitu mantap mengatakan itu. Salah satu yang menjadi pegangannya selama ini adalah kedisiplinan. Ia tidak mau menjalankan amanah dengan setengah-setengah. Bila sudah ada target, maka ia berusaha sebaik mungkin melakukan sesuai targetnya. “Banyak pekerjaan tapi yang paling penting kita disiplin,” imbuhnya.

Satu Peran Lagi: Cat Lover

Menjadi seorang ibu di keluarga, bekerja sebagai camat, serta aktif di persyarikatan ternyata baru sebagian dari peran yang dimainkan oleh Erna. Satu peran lagi yang dengan senang hati diterimanya sebagai amanah adalah menjadi pecinta kucing. Ia bercerita, “Di rumah itu, punya kucing sekitar 30 lebih. Hampir 50 kucing saya.” Paling sering, ia membawa kucing-kucing itu dari jalanan agar kemudian bisa dirawatnya.

Ketika harus mengikuti kegiatan muktamar selama tiga hari ini, Erna menceritakan bahwa ia sebelumnya telah mencarikan seorang cat lover untuk membantu mengurus keperluan makan hewan-hewan piaraan kesayangannya itu. Secara rutin, cat lover itu akan datang ke rumahnya selama ia tidak di rumah. Sebenarnya bukan hanya kucing, Erna mengatakan bahwa di rumahnya terdapat hewan-hewan lain seperti ayam, ikan, dan merpati. Khusus yang terakhir itu, suaminya-lah yang membawa ke rumah, ungkap Erna.

Awalnya, sebetulnya salah satu anaknya yang senang membawa kucing, tapi akhirnya si ibu malah yang asyik merawatnya. Ketika ditanya bagaimana ia masih bisa mengurus kucing di tengah kesibukan, jawabannya satu: cinta. “Saya gatau kenapa sampai Allah berikan cinta untuk mereka,” tuturnya.

Erna mengatakan kalau ia sangat yakin dengan kekuatan doa. Ketika bersama kucingnya, ia mengaku sering mengajak ngobrol mereka, “Doakan saya sehat, doakan anak-anak saya juga sehat. Sehingga saya tidak harus mengurus mereka sekaligus karena saya punya waktu mengurus kalian. Doakan punya rezeki sehingga bisa berbagi makanan sama kalian.” (Ahimsa W. Swadeshi)

Related posts
Berita

Salmah Orbayinah: Gerakan Nasyiatul Aisyiyah Harus Kontekstual dengan Zaman

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Jumat (13/1), PP Nasyiatul ‘Aisyiyah menggelar Ta’aruf dan Rapat Kerja Pimpinan Pusat Nasyiatul ‘Aisyiyah. Ketua Umum PPNA, Ariati…
Berita

Resmi! Susunan PP Nasyiatul Aisyiyah Periode 2022-2026

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – PP Nasyiatul ‘Aisyiyah mengenalkan susunan lengkap PPNA periode 2022-2026. Perkenalan itu dilakukan dalam forum Taaruf Pimpinan Nasyiatul ‘Aisyiyah…
Berita

Ariati Dina Puspitasari Sampaikan Arah Gerak Nasyiatul Aisyiyah Periode 2022-2026

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Senada dengan apa yang disampaikan Haedar Nashir, Ketua Umum PP Nasyiatul ‘Aisyiyah Ariati Dina Puspitasari menyempaikan bahwa Muhammadiyah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *