Liputan

Perluas Segmen Jamaah Pengajian untuk Menebar Kebermanfaatan Aisyiyah

logo aisyiyah

Chalifah, Ketua Majelis Tabligh PP ‘Aisyiyah, mengakui tidak mudah merangkul semua segmen dalam satu pengajian. Oleh karena itu, ungkapnya saat diwawancara Suara ‘Aisyiyah, dalam pengajian-pengajian umum ‘Aisyiyah yang terdiri dari beragam segmen masyarakat, lebih banyak disampaikan materi-materi yang mudah diterima dan dipahami. Da’i-nya pun harus dipilih yang mampu menguasai segmen tersebut.

Pentingnya memperluas segmen jamaah pengajian membuat Majelis Tabligh PP ‘Aisyiyah mengimbau para pimpinan di daerah untuk melakukan pemilahan sasaran dakwah. Semakin spesifik segmen anggota pengajian, menurut Chalifah, akan semakin mudah pula bagi pengelola pengajian untuk memetakan kebutuhan peserta pengajian. Pemetaan masalah maupun kebutuhan tersebut dapat berguna sebagai dasar dalam mengembangkan pengajian, baik dari aspek materi, metode, hingga jenis kegiatan.

Chalifah memberi contoh, kebutuhan segmentasi ibu muda tentu berbeda dengan kebutuhan segmentasi lansia. Bisa dibayangkan jika kelompok pengajian yang dikelola terdiri dari beragam segmentasi dengan kebutuhan masing-masing yang berbeda. Akan menjadi tidak mudah bagi pengelola untuk memetakan kebutuhan, menentukan materi, membuat kegiatan, dan memilih mubalighat yang sesuai dengan karakter masing-masing segmen.

Dalam penyelenggaraan pengajian, Chalifah mengingatkan, Majelis Tabligh memang tidak dapat bekerja sendiri. Majelis Tabligh perlu bekerja sama atau berkolaborasi dengan majelis maupun lembaga lainnya. Hal tersebut diperlukan untuk mempersiapkan pemilihan segmen jamaah pengajian serta pendekatan yang dilakukan. Chalifah menyarankan, pengelola pengajian bersama pimpinan lainnya dapat melakukan survei atau pemetaan secara sederhana di lingkungan sekitar dan mengidentifikasi potensi-potensi yang ada di tingkat Ranting, Cabang, maupun Daerah masing-masing.

“Majelis Tabligh harus kolaborasi dengan majelis lain, misalnya untuk menarik jamaah mengikuti pengajian dengan mempertimbangkan aspek ekonomi. Dalam hal ini, dapat bekerja sama dengan Majelis Ekonomi, sehingga kegiatan ekonomi seperti bazar dapat diselenggarakan dalam kegiatan pengajian,” paparnya.

Baca Juga: Pengajian: Penggerak Perubahan

Saat ini banyak jamaah ‘Aisyiyah berasal dari segmen lansia yang rajin mengikuti pengajian. Hanya saja, terkadang pengajian tersebut juga diikuti oleh ibu-ibu muda yang memiliki kebutuhan yang berbeda dengan jamaah lansia. Menurut Chalifah, segmen jamaah ibu-ibu muda merupakan segmen potensial yang dapat dikelola oleh pimpinan dan muballighat ‘Aisyiyah. Bahkan, Chalifah melihat, para ibu muda ini juga dapat dikembangkan sebagai kader penggerak ‘Aisyiyah di lingkungan setempat.

“Pelibatan ibu-ibu muda ini menjadi penting agar penyelenggaraan pengajian tetap berjalan dengan baik dan berlangsung regenerasi,” terang Chalifah.

Segmen ibu-ibu muda ini, Chalifah menjelaskan, menyukai materi-materi ibadah umum, “Saat ini banyak berkembang berbagai pemahaman keagamaan yang membuat ibu-ibu muda terkadang kebingungan. Di sisi lain, para ibu muda ini menyadari pentingnya beribadah berlandaskan dalil yang tepat.”

Selain materi keagamaan, para ibu muda juga menyukai materi pengelolaan keluarga sakinah hingga pengasuhan anak sesuai fase kehidupan yang sedang mereka jalani. Kebutuhan tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam menyusun materi pengajian dan perencanaan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.

Tak hanya ibu muda, Chalifah juga menekankan pentingnya mengelola pengajian bagi jamaah yang berprofesi sebagai pengusaha maupun kalangan menengah ke atas. Sebagaimana di masa awal berdirinya Muhammadiyah-‘Aisyiyah, Kiai Dahlan juga merangkul para pengusaha dan dan pedagang dalam pengajian. Bukan hanya menjadi jamaah, mereka sekaligus diajak untuk menggerakkan Muhammadiyah‘Aisyiyah.

Chalifah menyadari bahwa dalam mengelola segmen jamaah yang beragam dalam pengajian diperlukan peningkatan kapasitas bagi para mubaligh. Ia menyebutkan, bahwa salah satu upaya yang telah dilakukan adalah menyelenggarakan pelatihan instruktur mubalighat yang diikuti oleh seluruh peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Selanjutnya, Majelis Tabligh PP ‘Aisyiyah berharap para instruktur ini dapat membina mubalighat di berbagai daerahnya untuk mengembangkan pengajian yang berkemajuan.

Sebagai mubalighat ‘Aisyiyah, pesan Chalifah, memang harus siap dengan komitmen untuk terus belajar dan mengkaji ilmu keagamaan yang terus berkembang. Apalagi, imbuh Chalifah, berbagai problem dan isu-isu aktual terus bermunculan yang membutuhkan respons dari Muhammadiyah-‘Aisyiyah. Oleh karena itu, Chalifah mengingatkan pentingnya mubalighat ‘Aisyiyah memiliki pemahaman keagamaan yang bersifat wasathiyah, yaitu dalam perspektif Islam Berkemajuan dan Perempuan Berkemajuan.

Ciri Khas Pengajian ‘Aisyiyah

Menurut Cholifah, pengajian ‘Aisyiyah memiliki ciri khas, bahwa materi pengajian disusun terencana, baik akidah, akhlak, ibadah, dan muamalah. “Pengajian ‘Aisyiyah cenderung serius. Bagi ibu-ibu yang telah terbina dalam ‘Aisyiyah akan tampak menarik, tetapi jika tidak terbiasa akan terasa berat,” tuturnya. Oleh karena itu, Cholifah bersama Majelis Tabligh sedang merancang agar pengajian ‘Aisyiyah dapat menarik dan mewarnai masyarakat. Mereka juga tertarik dengan mubalighat maupun ‘Aisyiyahnya.

Di antara ciri lain yang telah mewarnai pengajian ‘Aisyiyah adalah keragaman materi sesuai kebutuhan jamaah. Bahwa pengajian ‘Aisyiyah dapat pula bertema kesehatan, ekonomi, sesuai dengan kebutuhan jamaah namun disusun dengan terencana. Hal yang pasti, tambah Chalifah, bahwa nilai-nilai yang disampaikan adalah nilai-nilai Islam Berkemajuan yang memuliakan perempuan. (Syifa)

Related posts
Berita

PCA Sewon Utara Gelar Pengajian Dwi Ranting Putaran Ke-4

Bantul, Suara ‘Aisyiyah – Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Sewon Utara menggelar Pengajian Dwi Ranting Putaran ke-4 dengan tuan rumah Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah…
Berita

PP Muhammadiyah dan Aisyiyah Temui Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Sampaikan Undangan Muktamar Ke-48

Jakarta, Suara ‘Aisyiyah – PP Muhammadiyah, PP ‘Aisyiyah, beserta Panitia Pusat Muktamar ke-48 melakukan audiensi dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di…
Berita

Siti Noordjannah Djohantini: Gerakan Nasional Paralegal Aisyiyah Harus Inklusif

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – PP ‘Aisyiyah meluncurkan Gerakan Nasional Paralegal, Jumat (9/9). Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Peran ‘Aisyiyah dalam Pendampingan Hukum…

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.