Pertama dalam Sejarah, Muhammadiyah- ‘Aisyiyah Adakan Tanwir Secara Daring 

Berita 17 Jul 2020 0 141x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah-  “Sidang Tanwir 19 Juli 2020 mendatang, adalah Tanwir Istimewa,” ungkap Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Agung Danarto saat Press Conference Tanwir Muhammadiyah (17/07). Pasalnya, ini adalah kali pertama Tanwir diselenggarakan secara daring dan di tengah situasi pandemi Covid-19.  

Tanwir daring ini menjadi ijtihad abad kedua ditengah bencana kemanusiaan. Untuk itu, penundaan muktamar yang awalnya diselenggarakan pada Juli 2020 kemudian menjadi Desember 2020, akan menjadi salah satu pembahasan Tanwir kelak, di samping pembahasan agenda mendesak pandemi Covid-19 dan laporan PP Muhammadiyah setelah Tanwir Bengkulu 2019. 

Bertemakan ‘Hadapi Covid-19 dan Dampaknya : Beri Solusi untuk Negeri’, Tanwir ini akan diikuti oleh 1000-an orang ujar Agung. Meliputi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah- ‘Aisyiyah se-Indonesia, Pimpinan Daerah Muhammadiyah- ‘Aisyiyah se-Indonesia, Pimpinan Cabang Muhammadiyah- ‘Aisyiyah se-dunia, pengurus Ortom tingkat pusat dan segenap pengelola Amal Usaha persyarikatan. 

Melalui Tanwir, Muhammadiyah tetap berkomitmen dan terus mengupayakan solusi. Di bidang pendidikan Muhammadiyah tetap melakukan pembelajaran. Di tingkat kesehatan, rumah sakit Muhammadiyah- ‘Aisyiyah telah dikerahkanmenjadi garda terdepan menangani pasien Covid-19. Di bidang keagamaan, muballigh memberikan pengertian kepada masyarakat secara luas dengan mematuhi dan mengamati apa yang telah menjadi keputusan dan kepentingan bersama.

Menyambung hal itu, via Zoom Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah turut menyampaikan bahwa pada Desember 2020 nanti, masih tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan acara yang melibatkan banyak massa. Penundaan agenda besar Muhammadiyah, adalah karena alasan kemanusiaan serta langkah preventif, agar Muhammadiyah-  ‘Aisyiyah fokus dalam penanganan pandemi. 

Menghadapi covid-19 imbuh Haedar, harus melakukan langkah adaptasi dan mencari penyelesaian masalah dari berbagai aspek. “Apabila tetap disiplin, mengikuti protokol kesehatan, maka insyaallah pandemi ini akan segera berakhir,” tukasnya. 

Muhammadiyah, sebagai organisasi keagamaan juga terus berusaha melakukan ijtihad dalam kegiatan keagamaan. Seperti Fatwa sholat di rumah, konversi qurban menjadi infaq dan seterusnya. Mengingat semua pihak dituntut untuk memberikan solusi terbaik. Untuk itu, keputusan terbaik yang menyangkut kepetingan masyarakat banyak, harus betul-betul dicermati dengan saksama. 

Haedar juga mengajak semua pihak mengabdi pada negara, serta terus berusaha melindungi diri dan saudara satu nusa dan bangsa. “Semua pihak diharap menjadikan agenda penanggulangan Covid-19  sebagai prioritas utama,” tuturnya. (Gustin Juna)

Leave a Reply