Perwakilan Qobilah SMPM 4 Maduran Juarai Lomba SCV Kwarda HW Lamongan

Berita 27 Des 2021 0 50x

Lamongan, Suara ‘Aisyiyah – Kegiatan pembagian hadiah lomba Scout Challenges Virtual (SCV) yang diselenggarakan oleh Dewan Sugli Hizbul Wathan dan Kwartir Daerah Hizbul Wathan Lamongan. Kemeriahan tidak hanya berlangsung di saat perlombaan saja, meskipun hadiah yang didapat tidak bentuk barang mewah seperti jenis eletronik, namun penyerahaan para pemenang lomba, yakni lomba tartil, cerpen, cipta puisi, poster, dan konten kreator. Tetap penuh kegembiraan, keceriaan, serta canda-tawa.

Pembagian hadiah ini bertempat di Universitas Muhammadiyah Lamongan, Ahad (26/12). Pembina SMP Muhammadiyah 4 Maduran Lia Saputri Cahyani menjelaskan proses latihan sehingga mendapat juara.

“Proses persiapan cipta puisi dan cipta cerpen dilakukan dalam waktu 2 minggu setelah mendengar DSD Kwarda Lamongan mengadakan lomba Scout Challenges. Qobilah SMP Muhammadiyah 4 Maduran langsung menanggapinya dengan ikut serta menjadi peserta dalam perlombaan cipta puisi dan cipta cerpen,” ungkapnya.

Terpilihah Sastia sebagai perwakilan Qobilah SMPM 4 Maduran yang sangat bersemangat mengikuti lomba cipta cerpen yang kebetulan anaknya suka menulis cerpen di buku tulis milik pribadi. Setiap hari sebelum pulang sekolah, Sastia menulis sedikit demi sedikit cerpennya di ruang perpustakaan sekolah.

Sastia membuat cerpen yang bertema tentang UUD HW “Pandu HW Siap Menolong dan Wajib Berjasa” dan Janji Pandu HW “Siap Menolong Siapa Saja Semampu Saya”. Sastia mengambil tema tersebut karena memang tema yang diusung oleh panitia adalah Undang-Undang Pandu HW.

Tentu bukan sekali tulis jadi. Setiap hari Senin sepulang sekolah Sastia menyetorkan hasil tulisannya kepada pembina dibantu dengan guru Bahasa Indonesia di sekolahnya untuk mengkoreksi dan memberikan masukkan tentang cerita yang ditulisnya. Dengan semangat dan kegigihan untuk menang, akhirnya terciptalah karya berupa cerpen yang berjudul “Jalan Ku”, dan mendapatkan juara 1 cipta cerpen.

Baca Juga: Jenderal Soedirman: Jadi Kader Muhammadiyah Itu Berat

Lia menambahkan, untuk cipta puisi Qobilah SMP Muhammadiyah 4 Maduran diwakili oleh ananda Citra.

Sama halnya dengan Sastia, Citra juga suka menulis puisi puisi yang ditulisnya sebuah harapan untuk Pandu Hizbul Wathan agar tetap menjadi pandu progresif, inovatif meski dalam situasi yang kurang baik ini. Citra selalu berkonsultasi dengan pembina untuk mencari kata atau kalimat yang cocok dan pas untuk dijadikan sebuah karya tulis berupa puisi. Akhirnya terciptalah sebuah karya puisi yang berjudul “Sebuah Identitas”.

Target ke depannya kader-kader pandu HW terkhusus di SMP Muhammadiyah 4 Maduran lebih bersemangat lagi menorehkan karya-karya terbaiknya dalam bidang apapun bukan hanya cipta cerpen dan puisi saja. Melalui Pandu HW kami sangat berharap akan terbentuknya para kader yang progresif dan inovatif seperti jargon Pandu HW Mupamala, yaitu menjadi kader progresif, inovatif, dan kreatif. Itu menjadi harapan besar bagi kami selaku pembina HW SMP Muhammadiyah 4 Maduran.

Sastia Allailia Aziz mengungkapkan kegembiraanya. “Saya bisa menambah pengetahuan atau wawasan saya dalam bidang menulis karena membuat suatu karya tulis merupakan hobi saya. Ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti lomba cipta cerpen dan alhamdulillah mendapat juara semoga di event yang lain saya bisa menjadi peserta lagi,” pungkasnya. (Fathan Faris Saputro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *