Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Se-Krembangan Gelar Musyran Serentak

Berita 13 Sep 2021 0 68x

Surabaya, Suara ‘Aisyiyah – Musyawarah Ranting (Musyran) merupakan event yang digelar untuk melakukan pergantian pimpinan. Kali ini, Musyran Pemuda Muhammadiyah di lingkup Kecamatan Krembangan dilakukan secara serentak dengan mengangkat tema “Bangkit dan Bangun”. Musyran serentak ini dilaksanakan pada Ahad (12/09/2021).

Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 11 Surabaya (SMP Muven), diikuti kurang lebih 35 peserta yang keseluruhannya dari Ranting Morokrembangan, Bangunsari, Bandarejo serta dihadiri oleh Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan, Ketua masing-masing Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Morokrembangan, Bangunsari, dan Bandarejo.

Dalam sambutannya, Sekretaris PCM Krembangan, M. Yusuf mengungkapkan, 15 tahun yang akan datang, para pemudalah yang akan menjadi penerus perjuangan estafet Muhammadiyah Krembangan. Hal senada juga disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Krembangan, Ahmad Mujaddid, bahwa peran pemuda sangat dibutuhkan. Sebagai generasi penerus bapak-bapak PCM Krembangan, katanya, pemuda harus selalu melakukan fastabiqul khairot, yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan pada diri masing-masing.

Baca Juga: Jenderal Soedirman: Jadi Kader Muhammadiyah Itu Berat

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan, terpilihlah masing-masing formatur. Setelah itu, masing-masing pimpinan melakukan rapat formatur untuk memulai pembentukan struktur organisasi masing-masing ranting.

Adapun hasil rapat formatur adalah sebagai berikut: PRPM Morokrembangan terpilih ketua Fattanur Rosyid; PRPM Bangunsari terpilih ketua Muhammad Shalallahudin Ayyubi; PRPM Bandarejo terpilih ketua Faizal Habibie.

Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kesehatan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Krembangan Zuhrotul Mar’ah Lailatusholichah dalam rangkaian acara penutupan memberikan semangat dan motivasi untuk generasi penerusnya itu.

“Kalian tahu besi tidak? Besi awalnya barang tidak berharga, namun jika ditempa, diberi perlakuan lebih, akan menjadi barang yang sangat bagus dan bernilai jual, maka besi pun akan bermanfaat untuk kehidupan. Begitu pula kalian. Ketika berproses di Pemuda Muhammadiyah, akan mendapatkan kritikan, amarah, bahkan mungkin bully-an dari orang lain, tetapi itu merupakan bentuk latihan mental sebagai seorang kader persyarikatan Muhammadiyah. Ibarat kalian itu besi diproses dengan hal-hal yang menyakitkan, menguras tenaga, bahkan pikiran, hanya untuk berkontribusi terhadap persyarikatan, sehingga besi tadi bisa menjadi manfaat untuk masyarakat sekitar, mempunyai nilai yang lebih dan indah untuk dilihat,” tutur Zuhro. (Yuda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *