Pola Asuh Anak menurut Rasulullah

Berita 11 Sep 2021 0 80x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Anak merupakan anugerah dari Allah yang diamanahkan kepada orang tua sehingga wajib untuk disyukuri. Peran orang tua sangat berpengaruh dalam proses pembentukan karakter anak. Pernyataan itu disampaikan Rohimi Zam Zam dalam Kajian Harmoni Keluarga yang diselenggarakan secara virtual oleh Majelis Tabligh PP Aisyiyah  dengan tema “Pola Pengasuhan yang Menyentuh Jiwa Anak” pada Jumat (10/9).

Dosen Universitas Muhamamdiyah Jakarta itu mengutip perkataan Imam Ghazali, “anak adalah amanah di tangan kedua orang tuanya. Hatinya yang suci adalah mutiara yang masih mentah, belum dipahat, maupun dibentuk. Mutiara ini dapat dibentuk dalam bentuk apapun dan condong kepada segala sesuatu. Apabila dibiasakan dan diajari dengan kebaikan, maka dia akan tumbuh dalam kebaikan itu”.

Dari pernyataan itu, kata Rohimi,  dapat diambil kesimpulan bahwa lingkungan berperan penting dan berpengaruh dalam pembentukan karakter seorang anak, terutama pendidikan di dalam keluarga. Salah satu tanggung jawab orang tua atas anak yang diamanahkan kepadanya adalah berusaha mendidik anak itu dengan sebaik-baiknya melalui pola asuh yang tepat, karena tanpa pendidikan dan pola asuh yang tepat, mustahil anak bisa menjadi generasi yang berkualitas.

Baca Juga: Pola Hidup Sehat Ala Rasulullah

Pola asuh yang diterapkan oleh orang tua kepada anak, menurut Rohimi, akan menentukan baik atau tidaknya akhlak seorang anak. “Memang dalam proses pengasuhan itu tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan anak dan tidak sesederhana seperti membalik telapak tangan, jadi butuh usaha dan keteladanan,” jelas Rohimi.

Sementara dalam penerapan pola asuh terhadap anak, menurutnya, harus sesuai dengan perkembangan dan tahapan usia anak. Seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw., bahwa pada anak usia 1-7 tahun, Rasulullah memerintahkan kepada setiap orang tua untuk memanjakan, mengasihi, dan menyayangi anak dengan kasih sayang yang tidak terbatas.

Pada usia 7-14 tahun, orang tua mulai menanamkan disiplin kepada anak dengan mengajar dan menyuruh mereka untuk mengerjakan salat. Pada usia 14-21 tahun, orang tua sudah semestinya mendidik anak dengan cara menjadikannya sahabat dalam berdiskusi serta mengajaknya ikut dalam membincangkan masalah keluarga. Kemudian pada usia lebih dari 21 tahun, orang tua sudah boleh melepaskan anaknya untuk belajar menempuh hidup, tetapi tetap dengan melihat perkembangannya.

Mengenai mendidik anak, Rohimi menyebutkan beberapa metode dalam mendidik anak, di antarnya: Pertama, metode keteladanan, seperti dengan menerapkan kepadanya sifat jujur; Kedua, metode pembiasaan, yakni dengan kebiasaan mencontohkan dari hal-hal yang baik; Ketiga, metode dengan nasihat. Dalam metode ini, orang tua harus memilih waktu dan tempat yang tepat.

Keempat, metode perhatian; Kelima, metode pujian dan sanjungan. Sebisa mungkin berikan pujian sebagai bentuk apresiasi terhadap usaha dan prestasi anak; Keenam, metode hukuman. Jangan sekali-kali menghukum anak dengan bentakan atau melontarkan perkataan buruk, karena hal itu akan membuat luka hati bagi anak dan akan membekas pada dirinya sampai kapanpun.

Baca Juga: Noordjannah: Keluarga Institusi Pertama dan Utama dalam Membentuk Kepribadian Anak

Selanjutnya, Rohimi menjelaskan tentang seni mendengarkan anak berbicara: (a) dengarkan dengan baik apa yang sampaikan anak; (b) pusatkan perhatian tubuh kepada anak dan tunjukkan keseriusan mendengarkan perkataannya; (c) jangan potong pembicaraan anak hingga ia selesai berbicara; (d) ketika anak selesai berbicara, jangan tafsirkan perkataan anak hanya berdasarkan perspektif kita; (e) perlihatkan rasa simpati, ekspresikan dengan ungkapan perasaan, misal terharu, bahagia, tergantung apa yang ia bicarakan.

Di akhir penjelasannya, Rohimi menegaskan, ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, dan ayah sebagai kepala sekolahnya. Dengan begitu, peran orang tua, yakni ayah dan ibu, kedua-duanya sangat penting dalam pembentukan kepribadian anak. (rizka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *