Pola Hidup Sehat Ala Rasulullah

Gaya Hidup Info Sehat 16 Feb 2021 0 290x
pola hidup sehat

pola hidup sehat

Oleh: Rahmi Danis

Selama hidupnya (63 tahun), Rasulullah saw. tercatat  hanya mengalami dua kali sakit, yaitu pusing kepala dan demam pada saat akan wafat. Apa pola hidup yang diterapkan Rasul sehingga beliau bisa sehat selama hidupnya?

Sebagaimana diterangkan dalam al-Quran, Nabi Muhammad adalah juga manusia biasa seperti manusia lainnya. Perbedaannya hanya pada diturunkannya wahyu kepada beliau. Oleh karena itu, segala yang berlaku pada manusia, seperti sakit-sehat, makan-minum, dan lain-lain, mestinya berlaku pula pada beliau. Hanya dengan dua kali sakit selama rentang waktu 63 tahun jelas menunjukkan sesuatu yang luar biasa pada pola hidup sehat Rasul sehingga perlu dicontoh.

Ada lima hal yang menjadi kebiasaan Rasul selama hidupnya:

Pertama, Rasulullah sangat teliti dan selalu menjaga kebersihan, baik kebersihan badan, pakaian, dan tempat yang merupakan kebersihan lahiriyah. Demikian halnya dengan kebersihan hati, jiwa, dan mental yang merupakan kebersihan batiniyah.

Kebersihan merupakan salah satu sikap preventif yang telah disepakati oleh ahli kesehatan; bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Rasulullah yang secara konsisten memelihara kebersihan tidak pernah diserang penyakit kulit. Secara batiniyah, Rasul memelihara diri dari segala perbuatan yang tidak baik, baik berupa ucapan maupun perbuatan.

Kedua, Rasulullah senantiasa bangun sebelum terbit fajar. Selain untuk salat malam juga untuk melatih diri dengan gerakan tertentu, termasuk pernafasan. Nabi menggunakan waktu malam untuk istirahat. Dalam QS. an-Naba’ [78]: 10-11 dijelaskan bahwa Allah menjadikan malam sebagai pakaian dan siang sebagai waktu untuk mencari penghidupan.

Ada peribahasa, “early to bed and early to rise, makes a man healthy, wealthy, and wise” (lekas tidur dan lekas bangun membuat orang menjadi sehat, kaya, bijaksana).

Ketiga, Rasulullah sangat teliti dalam mengatur makanan. Oleh para ahli, mengatur makan dan minum merupakan unsur terpenting dalam memelihara kesehatan, karena umumnya penyakit yang muncul bersumber dari perut.

Allah swt. berfirman, artinya: “hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS. al-A’raf [7]: 31).

Imam al-Ghazali pernah mengatakan bahwa bencana paling besar dalam kehidupan manusia adalah nafsu perut. Selain merusak kesehatan badan, makan dan minum terlalu kenyang menimbulkan kelesuan fisik, sifat malas, lemah kemauan, kurang semangat, bahkan lebih dari itu, jiwa akan menjadi kotor, hati gelap dan seolah-olah mati.

Puasa merupakan bentuk pendidikan dan latihan dalam mengatur nafsu perut, sehingga Rasulullah mengatakan, shūmū tashihū (berpuasalah maka engkau akan sehat).

Keempat, Rasulullah saw selalu optimis dan tidak pernah putus asa, sehingga beliau terpelihara dari penyakit jantung atau penyakit batin lainnya yang susah diobati. Allah berfirman dalam QS.  Yusuf [12]: 87,

Artinya, “hai anak-anakku, pergilah kamu. Carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang yang kafir”.

Kelima, Rasulullah bukan tipe orang yang suka marah, beliau juga bukan penakut. Beliau mampu menguasai dirinya terhadap usaha setan yang suka mengganggu manusia dengan menunggangi sikap marah. Menurut para ahli kesehatan, kebanyakan penderita tekanan darah tinggi karena kebiasaan marah. Rasul saw. terhindar dari penyakit tersebut karena kemampuannya menahan amarah.

Itulah lima hal yang menyebabkan Rasulullah saw. tercatat sebagai orang yang sehat selama masa hidupnya.

Sumber: Majalah Suara ‘Aisyiyah Edisi 03 Tahun 2007

Tinggalkan Balasan