Poltekkes Aisyiyah Banten Sambut 44 Mahasantri Baru

Berita 4 Okt 2021 0 77x

Serang, Suara ‘Aisyiyah – Politeknik Kesehatan (Poltekkes) ‘Aisyiyah Banten, Ahad (3/10) menyelenggarakan Masa Taáruf Santri (Mastas) Pesantren Mahasiswa (Pesma) Hayati Nufus tahun ajaran 2021-2002. Kegiatan tersebut diikuti walisantri dan mahasantri yang berjumlah 44 orang.

Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Poltekkes ‘Aisyiyah Banten Sri Mulyani, Wakil Direktur (Wadir) 2 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Sri Susanti, Ketua MPK sekaligus BPH PWA Banten Jahriyah, dan Mudir Pesma Tati Masliati.

Acara itu diisi dengan penyerahan secara simbolis daftar nama-nama mahasiswa Poltekkes oleh Sri Mulyani kepada Tati Masliati selaku penanggungjawab Pesma. Penyematan pin juga dilakukan sebagai simbolisasi penerimaan mahasantri baru yang akan tinggal selama 5 bulan di asrama.

Selama mahasantri menghuni asrama Pesma, beragam kegiatan diselenggarakan demi meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mahasantri  terkait materi keagamaan, seperti fiqih, ulumul quran, laghom, muhadoroh, tazkiatun nafs, dan kewirausahaan. Tidak lupa kajian ke-‘Aisyiyah-an dan ke-Muhammadiyah-an pun diberikan sebagai pengantar.

Baca Juga: Internasionalisasi Pendidikan Muhammadiyah-‘Aisyiyah

Tati menambahkan jika pihaknya ingin turut serta menjaga dan melindungi para mahasantri dari kegiatan-kegiatan yang kurang bermanfaat pascaperkuliahan. Oleh karenanya, pada tahun 2019, asrama diubah namanya menjadi pesantren mahasiswa. “Anak-anak perlu dijaga dan dikuatkan akidahnya agar kelak di mana pun mereka berada, kokoh kuat terjaga iman-Islamnya sehingga tak mudah goyah,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Sri Mulyani mengutarakan rasa bahagianya atas kehadiran mahasiswa dan mahasantri Poltekkes ‘Aisyiyah Banten. Ia berharap para mahasiswa bisa menjalankan perannya dengan dengan baik, baik pada saat menjadi mahasiswa atupun pada saat menjadi mahasantri. Sri juga berharap institusi pendidikan ‘Aisyiyah dapat menjadi alternatif pendidikan terbaik bagi putra/i generasi bangsa disertai dengan pondasi agama yang baik.

Jahriyah tak luput mengutarakan rasa senangnya. “Terima kasih sudah memilih Poltekkes ‘Aisyiyah sebagai tempat menuntut ilmu. Masih sangat banyak kekurangan di sisi fasilitas, namun semua itu tidak mengurangi kesungguhan kami dalam mendidik dan mengajarkan ilmu kesehatan kepada peserta didik. Kami bersyukur di antara kekurangan itu ada kabar bahagia bahwa sekarang kita memiliki gedung asrama milik sendiri ditambah kegiatan pesantren yang variatif  yang kami harap dapat menjadi nilai plus, kami mohon dukungan pada walimahasiswa semua,” imbuhnya berbinar.

Di sesi akhir, pengguntingan pita dilakukan sebagai simbolis penerimaan para mahasiswa masuk menjadi keluarga pesantren mahasiswa. (DEP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *