Berita

Pontren Modern Zam Zam Muhammadiyah Cilongok Terima Kunjungan Pontren dari Berbagai Daerah

Pontren Modern Zam Zam Muhammadiyah Cilongok

Banyumas, Suara ‘Aisyiyah Akhir Juli hingga awal Agustus, ada lima Lembaga Pendidikan (LP) dan Pondok Pesantren (Pontren) Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia yang datang silih berganti untuk studi banding ke Pontren Modern Zam Zam Muhammadiyah Cilongok. Di antaranya adalah kunjungan yang dilakukan tim dari satuan pendidikan SMP Tamansari Purbalingga pada Sabtu (23/7), kunjungan dewan guru SMA Muhammadiyah 4 Belik dan unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pemalang pada Rabu (3/8).

Selain itu, ada juga kunjungan dari Pondok Pesantren Sabilur Rosyad Wanadadi, Banjanegara, pada Kamis (4/8), kunjungan dari unsur Pimpinan Ma’had Darul Arqom Muhammadiyah Kota Serang, Banten pada Jumat (5/8), dan kunjungan dari tim Pondok Modern Darul Arqom Patean, Kendal pada Sabtu (6/8). Para tamu diterima langsung oleh direktur Pontren Modern Zam Zam Muhammadiyah Cilongok, Arif Fauzi beserta jajaran pimpinan.

Dikatakan Arif Fauzi bahwa Pontren Modern Zam Zam selalu siap untuk berbagi pengalaman terkait pengelolaan Pontren. Apa saja yang terkait dengan kebijakan dan sistem pengelolaan pontren bisa ditiru dan dikembangkan di Pontren Muhammadiyah lainnya.

“Studi banding itu untuk mempercepat kedewasaan dalam manajemen dan pengelolaan Pontren, dan banyak ide, pelajaran, pengalaman berharga yang dapat diserap secara efektif dan efisien agar perkembangannya lebih cepat,” kata Arif Fauzi.

Baca Juga: Jabaran Ciri Khas Pesantren Muhammadiyah

Direktur Pontren Sabilur Rosyad, Arif Riyadi dalam sambutan menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya, bahwa kehadiran bersama timnya selain untuk silaturahmi, juga sebagai bentuk pelaporan. Karena Pontren yang dipimpinnya termasuk salah satu dari sejumlah Pontren binaan Pontren Modern Zam Zam sejak awal perintisannya.

“Dalam silaturahmi ini, selain melaporkan, kami juga meminta masukan. Karena kami menilai pergerakan Pontren Modern Zam Zam sangat dinamis. InsyaAllah orang-orang yang banyak bergerak akan semakin banyak pula menuai keberkahan,” kata Arif Riyadi.

Tolok ukur keberhasilan sebuah Pontren itu salah satunya adalah kesederhanaan pola hidup para pemimpinnya. Sebab kesederhanaan hidup itu menjadi motivasi banyak orang. “Direktur Pontren Muhammadiyah pada umumnya pola hidupnya sangat sederhana. Dan kesederhanaan itu tidak identik dengan kemiskinan, melainkan membawa keberkahan. Buah dari keberkahan itu sehingga pondoknya berkembang, santri bertambah banyak, ustadz-ustadzahnya saleh dan salehah dan seterusnya,” terang Arif Riyadi.

Sementara itu, Direktur Ma’had Darul Arqam, Serang, Asnawi Syarbini menegaskan bahwa studi banding yang dilakukan adalah dalam rangka menguatkan gerakan dakwah dan jejaring pesantren Muhammadiyah. “Kami perlu banyak belajar dan berkomunikasi dengan banyak pihak, terlebih Ma’had Darul Arqam Muhammadiyah Kota Serang satu-satunya pontren Muhammadiyah yang notabene Banten menjadi kota santri. Untuk itu kami memandang perlu silaturahmi, studi banding, dan penjajakan kerja sama guna menguatkan potensi bersama Pontren Modern Zam Zam Muhammadiyah Cilongok Banyumas merupakan terbesar di Jawa Tengah dan terbesar kedua se-Indonesia milik persyarikatan Muhammadiyah,” papar Asnawi. (h/sb)

Related posts
Liputan

Pesantren Sains Muhammadiyah: Ijtihad Muhammadiyah Lahirkan Ibnu Sina Abad Ke-21

Muhammadiyah memasuki tahap baru pengembangan pesantren. Kehadiran Pesantren Sains (Trensains) Muhammadiyah Sragen pada 2012 mengawali proses pengembangan itu. Suara ‘Aisyiyah berkesempatan mewawancarai…
Wawasan

Optimalisasi Peran Aisyiyah dalam Pemajuan Pesantren

Oleh: Muhbib Abdul Wahab Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, mendahului madrasah dan sekolah. Sejak abad ke-15, pesantren hadir sebagai…
Berita

Dewan Pembina Pontren Modern Zam-Zam Lakukan Audiensi dengan Menko PMK Muhadjir Effendy

Jakarta, Suara ‘Aisyiyah – Direktur Pontren Modern Zam-Zam, Arif Fauzi bersama perwakilan Dewan Pembina Pontren M. Tohar, Wahyudianto, dan Agus Miftah didampingi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *