Pro Kontra Pembelajaran Tatap Muka

Berita 13 Sep 2021 0 62x
pembelajaran tatap muka

pembelajaran tatap muka (foto: Antara Foto)

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah Ahad (5/9), akun Instagram @kawalcovid19.id mengadakan siaran langsung dengan mengusung tema “Pro Kontra Pembelajaran Tatap Muka (PTM)” dengan menghadirkan Yogi Prawira (Dokter Spesialis Anak dan Ketua Satgas Covid-19 IDAI), Elina Tjiptadi (Praktisi Komunikasi dan Co-Founder KawalCovid19), dan Risang Rimbatmaja (Communication for Development Specialist UNICEF).

Dalam kesempatan tersebut, Elina menegaskan bahwa di tengah pandemi saat ini, naik-turunnya angka kasus Covid-19 salah satunya dipengaruhi oleh sistem pembelajaran di sekolah; apakah tatap muka atau daring. Hal itu beriringan dengan penerapan dan penegasan protokol kesehatan yang dijalankan. Tak heran jika ada pro dan kontra mengenai PTM.

Baca Juga: Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, SMP Muven Gelar Vaksinasi Tahap Pertama

Sementara itu, Risang Rimbatmaja menjabarkan masalah-masalah yang terjadi dalam sistem sekolah daring atau PJJ (Pendidikan Jarak Jauh). Salah satunya adalah ketidakfokusan dan kebosanan yang terjadi pada siswa dan orang tua. Mayoritas siswa dan orang tua, kata Risang, menyatakan bahwa PJJ tidak efektif.

Mengenai rencana PTM, Yogi Prawira menegaskan bahwa kesiapan sekolah dan sistem sekolah dalam hal ini harus sudah matang. Hal ini mengingat sekolah merupakan kebutuhan anak yang harus menjadi prioritas. Sekolah, tegasnya, bukan tempat coba-coba dalam penerapan pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka mengharuskan sekolah yang ingin menerapkannya harus memenuhi dan menyiapkan protokol kesehatan yang tegas dan matang, sehingga mengurangi risiko penyebaran Covid-19.

Semua narasumber sepakat bahwa, mau bagaimanapun, sistem sekolah tatap muka harus mempunyai lapisan pelindung bagi siswanya. Anak-anak yang melakukan PTM juga harus sudah melakukan vaksinasi. (fathia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *