Profesor Yinghuei Chen Berharap UMAM Menjadi Pusat Pengetahuan dan Penelitian di Asia Tenggara

Berita 13 Agu 2021 0 99x
Profesor Yinghuei Chen Asia University

Profesor Yinghuei Chen Asia University

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Pendirian Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan bahwa kehadiran UMAM merupakan kontribusi nyata Muhammadiyah dalam mencerahkan kehidupan manusia, khususnya di bidang pendidikan.

“Saya yakin dakwah Muhammadiyah terus menembus batas negara dalam menebarkan manfaat untuk pencerahan sesama dan kemanusiaan. Selamat dan sukses atas berdirinya UMAM,” ujarnya kepada wartawan Suara Muhammadiyah pada Jumat (13/8).

Pernyataan serupa disampaikan Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas. Ia mengatakan, “internasionalisasi gerakan Muhammadiyah ini merupakan wujud perluasan dakwah Islam Indonesia di bidang pendidikan dalam rangka memperkuat ukhuwah antarbangsa. Muhammadiyah merupakan salah satu kekuatan sipil Islam yang konsisten menyuarakan moderasi beragama dan kemajuan Islam. Saya sangat bangga, kehadiran UMAM memperkokoh komitmen Islam Indonesia menjadi kekuatan pencerahan di Asia Tenggara”.

Cendekiawan Muslim Indonesia Azyumardi Azra juga memberikan sambutan baik atas keberhasilan Muhammadiyah melakukan upaya internasionalisasi Islam Berkemajuan. Ia mengatakan melalui akun Instagram-nya, “UMAM sekaligus merupakan penguatan hegemoni Indonesia dalam intelektualisme Islam, sosial, budaya, dan masyarakat sipil berbasis Islam di rantau Asia Tenggara. UMAM juga niscaya dapat menjadi lokus jaringan intelektual, keilmuan, dan keulamaan Islam Berkemajuan”.

Baca Juga: Haedar Nashir: UMAM adalah Wujud Internasionalisasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah

Sambutan hangat juga diberikan oleh Profesor Yinghuei Chen dari Asia University, Taiwan. “On behalf of Asia University, we congratulate you on the official establishment of UMAM (Universiti Muhammadiyah Malaysia) in Perlis State, Malaysia, which marks the first Indonesian university abroad”.

Berdirinya UMAM, menurutnya, tentu tidak dapat dilepaskan dari kerja keras pimpinan Muhammadiyah, baik di Indonesia maupun di Malaysia. Oleh sebab itu, mewakili Asia University ia mengucapkan selamat sekaligus harapan bahwa UMAM akan menjadi pusat pengetahuan dan penelitian di kawasan Asia Tenggara.

“Asia University as partner who has long well collaborated with Muhammadiyah, we hope that the presence of UMAM will become a center of gravity of both science and research in the Southeast Asian region,” ucapnya. (sb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *