PW Aisyiyah Sumbar Tegaskan Alasan Tolak SKB 3 Menteri tentang Seragam Sekolah

Berita 24 Feb 2021 0 100x

Padang, Suara ‘Aisyiyah – Ketua PW Aisyiyah Sumatera Barat, Meiliarni Rusli mengatakan sesuai dengan pernyataan PP Aisyiyah soal SKB 3 menteri bahwa pemerintah harus melindungi hak siswa dalam menjalankan ajaran agamanya melalui peraturan sekolah yang bijaksana dan moderat. Merujuk pada Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Sistem pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab,” jelas Meiliarni Rusli menegaskan kembali pernyataan sikap PP Aisyiyah usai RDP di DPRD Sumbar, Sabtu, (20/2/2021).

Sikap ini merupakan hasil dari Konsolidasi Nasional Pimpinan Aisyiyah yang diikuti oleh 600 pimpinan Aisyiyah seluruh Indonesia dan Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah di luar negeri. Selain poin di atas, Aisyiyah juga menganggap diktum ketiga dalam SKB Tiga Menteri secara substantif tidak sejalan dengan prinsip dalam Pasal 31 ayat (3) UUD 1945.

“Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang,” ungkap Meiliarni.

Terkait pemakaian pakaian khusus keagamaan (pakaian seragam khas muslimah), hal itu merupakan bagian dari pelaksanaan ajaran agama sebagaimana dijamin oleh Pasal 29 UUD 1945. Sehingga pemerintah harus melindungi hak siswa dalam menjalankan ajaran agamanya melalui peraturan sekolah yang bijaksana dan moderat. Tidak hanya itu, perlu juga aturan yang menumbuhkan keberagamaan siswa yang religius, damai, toleran, serta meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia sebagaimana tujuan pendidikan nasional.

“Secara organisasi Aisyiyah pusat telah mengeluarkan pernyataan sikap terkait SKB 3 Menteri. Nilai-nilai agama harus mewarnai setiap sendi-sendi kehidupan termasuk juga pendidikan, selain itu Pimpinan Pusat Aisyiyah juga telah berkirim surat kepada pengurus-pengurus wilayah agar berkoordinasi dengan tokoh tokoh setempat untuk menolak SKB 3 Menteri,” jelas Meiliarni.

Meiliarni juga menekankan bahwa SKB 3 Menteri tentang Seragam Sekolah ini juga bertolak belakang dengan kearifan lokal masyarakat Minangkabau “Adat Basandi Syara’, Syara’ basandi kitabullah”.

Kontributor: RI

Tinggalkan Balasan